Yogyakarta Siap Menjadi Pusat Industri Kreatif Indonesia

yogyakarta
Foto: Keywordsuggest.org

Percepatan ekonomi melalui industri kreatif tak hanya menjadi perhatian dan fokus utama Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) tetapi juga oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia. Satu diantaranya adalah Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menegaskan, DIY siap menjadi pusat industri kreatif di Indonesia seperti harapan Presiden Joko Widodo. Sultan mengatakan DIY memiliki modal kuat untuk mewujudkan itu. Terbukti  DIY selama ini sudah membantu dan mendorong munculnya kreativitas warga untuk menambah pendapatan keluarga.

“Pengertian indusri kreatif itu jangan dibayangkaan harus ada pabrik. Kan di rumah sendiri bisa memproduksi. Industri kreatif itu yang penting ininya (kreativitas), nggak perlu building (bangunan pabrik)” katanya, seperti dikutip dari Okezone.com.

Menurutnya, industri kreatif bisa dilakukan di dalam rumah, masyarakat, kelompok warga pedesaan, dan lainnya. Apalagi produk dari informatika dan teknologi (IT) berupa animasi. Untuk memaksimalkan produk animasi, Pemda DIY siap memfasilitasi dengan penyediaan studio.

“Karena mereka tidak bisa membangun studio, maka saya sediakan studio agar mereka bisa memproduksi di studio untuk bisa bikin animasi dan bisa dijual,” ungkapnya.

Namun kendalanya adalah produk terkadang kurang mendapat perhatian atau bahkan diabaikan karena sang pembuat terbentur oleh sertifikat profesi, sehingga harganya terlalu murah. Oleh karena itu, Sultan berharap kepada Sekolah Tinggi Multi Media Kementerian Komunikasi dan Informatika MMTC Yogyakarta dan akademi komunitas bersinergi membuat program jurusan D1 khusus animasi.

“Harapannya dia sudah punya sertifikat profesi D1 dan bisa masuk lapangan kerja. Karena sudah punya sertifikat maka bisa memproduksi sendiri,” jelasnya.

Untuk menguatkan posisi Yogyakarta sebagai pusat industri kreatif, Sultan merespon positif gelaran Jambore Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera di Alun-alun Utara Yogyakarta. Menurut Sultan, Jambore ini memberi manfaat untuk mendekatkan anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

“Ini menjadi penting, dengan berkumpul mereka punya produk di rumahnya bisa saling belajar untuk meningkatkan produksi,” ungkapnya.

Namun, Sultan mengakui, industri rumah tangga memiliki sejumlah keterbatasan sehingga mereka perlu dibantu pendampingan dan permodalan. Tanpa hal itu mereka sulit bisa berkembang karena tidak punya kemampuan untuk memasarkan.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here