Ilustrasi

Beberapa waktu lalu dunia pendidikan Indonesia pernah dihebohkan dengan kemunculan ‘si anak tukang becak’, Raeni, peraih IPK tertinggi di Universitas Negeri Semarang ini pun mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi S2-nya di Inggris. Serta, Satya Chandra Wibawa Sakti (29), ‘si anak dari buruh cuci’ dari Bantul pun mampu menyelesaikan studi S3-nya di Hokaido, Jepang. Baru-baru ini pun, kita kembali dihebohkan dengan kemunculan Yasaroh (25). Heboh dan menariknya kemunculan mereka semua bukan karena sensasi, melainkan prestasi. Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu tapi mampu meraih impiannya. Yasaroh merupakan seorang anak penjual siomay (ayahnya) dan penjual nasi goreng (ibunya). “Semoga apa yang saya lakukan bisa memberikan inspirasi dan motivasi bagi teman-teman yang masih muda,” kata Yasaroh ketika diwawancarai salah satu media. Tentu saja, pencapaiannya itu sangat menginspirasi banyak orang. Yasaroh memang tak bisa memilih dari siapa dia akan dilahirkan, tapi Limit is limitless. Keadaan keluarga bukan menjadi penghalang bagi Yasaroh dalam mencapai impiannya untuk mencari ilmu. “Ilmu pengetahuan itu penting,” ujar ayah dari Yasaroh. Sejak SD hingga SMA, Yasaroh tak pernah absen menjadi juara kelas. Pantaslah jika Yasaroh mampu meraih indek prestasi komulatif (IPK) 3,97 dalam studi S1 di Fakulas MIPA Universitas Negeri Makassar. Selanjutnya, studi S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) pun diselesaikan secara membanggakan dengan meraih IPK 3,88. Menurut ibunya, perjalanan yang telah dilalui Yasaroh pun juga karena doa dibalik arti namanya, yang dalam Al-Quran berarti dimudahkan jalannya. Tak heran jika pada bulan Juni nanti Yasaroh mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi S3 di bidang ilmu kimia di Universitas Groningen, Belanda. Yasaroh pun berjanji akan segera kembali ke Tanah Air, Indonesia, setelah ia mendapatkan gelar impiannya, yaitu PhD. Tidak ada yang tidak mungkin, kan. Ayo, Inspirator semangat mengejar impianmu dan mari kita dukung para generasi muda seperti Yasaroh ini, ya!   Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Andreas Maydian Puspito Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspirator_freak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

SHARE
Previous articleJOB FAIR UNIVERSITAS TARUMANAGARA NSCD (National Seminar and Career Development Days ) 2016
Next articlePeduli Pendidikan Morotai Melalui Komunitas #KitaMorotai

LEAVE A REPLY