tni au
merdeka.com

Tentara Nasional Indonesia atau TNI AU merupakan salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari aparatur negara yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia di udara. Dalam mempertahankan kedaulatan NKRI tentunya TNI AU harus memiliki kekuatan tempur yang memadai, salah satunya alutsista (alat utama sistem pertahanan) pesawat tempur. Saat ini TNI AU memiliki lebih dari 60 unit pesawat tempur yang masih beroperasi. Yuk di simak beberapa varian keren dari pesawat tempur apa saja yang dimiliki oleh TNI AU 1.Bae Hawk

peswata hawk tni au
Sumber: indoflyer.net
Kehadiran Hawk punya arti tersendiri untuk Indonesia, pasalnya inilah alutsista jenis jet tempur yang dibeli paling akhir sebelum lengsernya pemerintahan Presiden Soeharto.  Dirunut dari kedatangannya, setelah kontrak pembelian ditandatangani pada tahun 1993, armada Hawk dari Inggris resmi diserahkan ke TNI AU pada Mei 1997. Meski digadang sebagai penempur lapis kedua, TNI AU pernah amat mengandalkan Hawk, terutama saat terjadinya krisis pasca jajak pendapat di Timor Timur pada tahun 1999. Hawk juga dinilai punya rekam jejak operasi yang lumayan tinggi, diantaranya seperti mendukung operasi darurat militer di Aceh, dan hingga kini diandalkan sebagai elemen CAP (combat air patrol) mengawal perbatasan RI – Malaysia di Pulau Kalimantan. 2.T-50i Golden Eagle
golden eagle tni au
Sumber: http://4.bp.blogspot.com
Pesawat latih tempur T50 i Golden Eagle merupakan hasil kerjasama Korea Selatan-Amerika Serikat itu nantinya akan menggantikan A4 Skyhawk TNI AU yang telah dioperasikan sejak tahun 1980. Para instruktur TNI AU pun telah mempelajari pengoperasian pesawat tersebut. Kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan itu nantinya akan mengembangkan pesawat ini agar bisa dibuat di Indonesia. Pesawat bermesin jet tunggal dengan awak 2 orang ini termasuk jet latih tempur canggih. Kecepatan jelajahnya pun bisa mencapai 1,5 kali kecepatan suara. “Jadi Pesawat T50 i ini sangat canggih bisa dikatakan adiknya Pesawat F 16 bisa fly by wire (sebuah sistem yang menggantikan pengendalian penerbangan manual sebuah pesawat dengan antarmuka elektronik),” kata Pangkoops II TNI AU, Marsekal Muda Agus Supriatna. 3.Super Tucano
pesawat tni au
Sumber: jakartagreater.com
Super Tucano mengandalkan mesin tunggal Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), untuk melakukan tempur taktis close air support bagi pasukan infanteri maupun kavaleri pasukan di darat. Pesawat ini didesain untuk melakukan serangan anti-gerilya, pengintaian dan patroli. Nama Super Tucano melejit sejak Operasi Phoenix Angkatan Udara Kolombia tahun 2008. Pesawat Super Tucano mereka, berhasil menewaskan pimpinan pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela. 2007. Pesawat ini digunakan TNI antara lain untuk: Operasi Seroja (1976-1979) di NTT, Operasi Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Operasi Halilintar (1978) di Riau. 4.Sukhoi SU-35
pesawat tni au
Sumber: merdeka.com

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna menyatakan kesepakatan pemerintah RI untuk membeli Sukhoi SU-35 buatan Rusia untuk menggantikan satu skuadron pesawat tempur buatan Amerika F-5 E/F Tiger.  Sebelumnya Menhan RI juga menjelaskan alasan Indonesia memilih Sukhoi karena pilot Angkatan Udara Indonesia sudah terbiasa mengoperasikan jet tempur buatan Rusia.

Sukhoi Su-35 merupakan pesawat tempur multiperan jarak jauh kelas berat yang memiliki kursi tunggal. Pesawat ini adalah modifikasi dari pesawat Su-27 yang awalnya diberi nama Su-27M. Su-35 memiliki beberapa kelebihan seperti mampu menghilang dari radar, dilengkapi peralatan jamming untuk menurunkan kemampuan radar musuh, dan memiliki kecepatan supersonik sekitar mach 1,5 atau dua kali kecepatan suara.

5.F-16 Fighting Falcon

pesawat tni au
Sumber: adiewicaksono.files.wordpress.com
Tanggal 12 Desember 1989, roda-roda jet tempur F-16 TNI AU mendarat untuk pertama kalinya di bumi Indonesia. Sejak saat itu kiprahnya sebagai pengawal ruang udara nasional dipertaruhkan. Sejujurnya pesawat F-16 ditempel ketat oleh Mirage 2000 sebelum dipilih TNI AU. Kemampuan lebih dan pengalaman tempur yang dimiliki F-16, menjadi dasar pemilihan. Sebut saja kemampuan tinggal landas dan mendarat pada landasan pendek, pernah dicoba dengan selamat dan aman. Saat itu satu flight F-16 mendarat di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta dan Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang dalam latihan rutin tahun 2001. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Rianda Rizky Permata Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY