Winnie Harlow, Kisah Bullying Berakhir Happy Ending

Anak-anak bisa berperilaku kejam pada orang-orang yang kelihatan sedikit berbeda. Bagi Winnie Harlow asal Toronto, Kanada, kondisi kulitnya yang tidak lazim menjadi penyebab dia menerima kesedihan tanpa batas dari anak-anak temannya bertumbuh. Winnie didiagnosis menderita vitiligo, kondisi yang ditandai dengan hilangnya pigmen di beberapa bagian tubuhnya, ketika dia baru berusia empat tahun. Olok-olok dan perisakan (bullying) yang dialaminya semakin buruk sehingga dia terpaksa pindah sekolah beberapa kali, dan dia akhirnya keluar dari SMA.

Photo credit: Instagram @winnieharlow

Winnie keturunan Jamaika, tapi kulit gelapnya bebercak-bercak dengan warna lebih terang di tempat pigmennya hilang. Ketika dia beranjak besar, anak-anak memanggilnya “sapi”, “zebra”, dan julukan menyakitkan lainnya karena warna kulitnya yang bebercak tidak lazim.

Ejekan-ejekan ini melukainya hingga lubuk hatinya, yang membuatnya ingin bunuh diri ketika remaja.

Photo credit: Instagram @winnieharlow

Untunglah, Winni menemukan kekuatan tidak tergoyahkan di dalam dirinya untuk bertahan, dan sekarang dia mengubah persepsi dunia tentang apa sebenarnya menjadi cantik yang sesungguhnya.

Ketika Tuhan turun tangan

Semua mulai berubah untuk Winnie ketika supermodel dan bintang TV Tyra Banks menemukannya di Instagram. Tyra langsung mengenali kualitas model dalam diri Winnie. Tidak hanya itu, Tyra juga bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat pelaku bullying dari masa kecil Winnie–warna kulitnya yang unik, yang membuatnya berbeda dalam artian bagus.

Tyra meminta Winnie untuk menjadi kontestan Kanada pertama di program America’s Next Top Model. Kelak Winnie justru terus mendominasi episode demi episode “comeback series“. Selama proses perekaman acara itu, Winnie semakin nyaman dengan penampilannya yang berbeda dan sebentar saja dia sudah menerima secara penuh kondisinya yang berbeda dan akhirnya menjadi nyaman dengan keadaannya.

“Saya harus mempelajari kembali cara mencintai diri saya dan melupakan pendapat semua orang lain dan berfokus pada pendapat saya tentang diri sendiri,” kata Winnie.

Photo credit: Instagram @winnieharlow

Meskipun Winnie tidak memenangi ajang America’s Next Top Model, dia menerima skor suara rata-rata publik tertinggi dalam acara itu, dan dengan segera kariernya melejit melampaui impian terliarnya.

Sekarang, orang bisa menemukan Winnie melenggak-lenggok memakai busana tertentu di catwalk London Fashion Week, memeragakan brand fesyen ternama, dan tampil di halaman mengilap majalah-majalah fesyen papan atas.

Photo credit: Instagram @winnieharlow

Winnie juga pembicara publik dan pendukung terbesar tentang penerimaan diri dan merangkul semua hal yang membuat orang unik, menginspirasi orang lain untuk mengenali kecantikan hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna kulit.

“Jika Tuhan ingin saya berkulit hitam, saya akan berkulit hitam. Jika Tuhan ingin saya berkulit putih, saya akan berkulit putih. Tapi Dia memilihkan untuk saya berkulit hitam dan putih dan tampil orisinal. Jadi, saya rasa seperti itulah seharusnya saya.”

Kisah Bullying Berakhir Happy Ending

Sekarang Winnie bisa dilihat di mana-mana, mulai dari iklan Sprite hingga video musik. Dia bahkan muncul di video “Lemonade” Beyonce, dan orang tahu seseorang benar-benar sukses ketika bisa bersinggungan dengan Queen Bey.

Dengan kariernya semakin kokoh, ini kisah bullying yang berakhir bahagia. Setiap hari, orang dipojokkan dan dibuat merasa lebih tidak berarti karena tidak memiliki penampilan seperti yang diharapkan masyarakat. Winnie adalah contoh mengagumkan tentang apa yang bisa terjadi ketika kita membuka pikiran kita dan menerima orang apa adanya mereka, bukan seperti yang kita pikirkan tentang seperti apa seharusnya mereka.

(Diterjemahkan dari: inspiremore.com)

What if the kid you bullied at school, grew up, and turned out to be the only surgeon who could save your life–Lynette Mather

Mari kita katakan tidak pada bullying dan ikut aktif mencegahnya, Inspirator.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here