https://thecatholiceconomistphilippines.files.wordpress.com

Salah satu topik hangat yang terus-menerus menjadi obrolan saat ini adalah mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan sebuah proyek yang telah lama dipersiapkan oleh seluruh anggota ASEAN. Dengan diberlakukannya MEA pada akhir 2015 kemarin, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara.

Dalam hal ini, yang perlu dilakukan oleh negara anggota ASEAN adalah bagaimana cara mereka berusaha untuk meningkatkan kapabilitas serta membuat strategi jitu khususnya mengenai sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan negara anggota ASEAN lainnya, agar ketakutan akan kalah saing di negeri sendiri akibat terlaksananya MEA 2015 tidak terjadi.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN merupakan pasar yang sangat potensial untuk aliran masuk barang, jasa dan tenaga kerja bagi negara lain di ASEAN. Maka dari itu untuk menghadapi hal tersebut pemerintah melakukan pengembangan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan MEA. Pendidikan sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi jawaban terhadap kebutuhan sumber daya manusia. Oleh karena itu, meningkatkan standar mutu sekolah menjadi keharusan agar lulusannya siap menghadapi persaingan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, meningkatkan standar mutu pendidikan salah satunya dengan menguatkan faktor pendidikan, yaitu kepala sekolah, guru, dan orang tua.

“Kepemimpinan kepala sekolah menjadi kunci tumbuhnya ekosistem pendidikan yang baik. Guru juga perlu dilatih dengan metode yang tepat, yaitu mengubah pola pikir guru. Kegiatan sosialisasi pada masyarakat juga harus ditingkatkan misalnya dengan Iklan Layanan Masyarakat tentang MEA yang berusaha menambah kesiapan masyarakat menghadapinya.” kata Anies, dalam seminar menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 di Hotel JW Marriot Medan.

Dibalik itu pula, guna merealisasikan Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP).

http://1.bp.blogspot.com
Program Indonesia Pintar (PIP) | Sumber: http://1.bp.blogspot.com

PIP adalah salah satu program nasional (tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019) yang bertujuan untuk mewujudkan program wajib belajar selama 12 tahun. Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu.

http://www.wda.gov.sg
Skillsfuture | Sumber: http://www.wda.gov.sg

Sadar akan pentingnya mutu dan kualitas sumber daya manusia, negara-negara di ASEAN lainnya berlomba-lomba membuat strategi untuk mencetak generasi yang siap menghadapi MEA. Seperti halnya Singapura yang tengah menjalankan program nasional keterampilan masa depan (skillsfuture) guna memberikan kesempatan kepada warganya supaya bisa mengembangkan potensi mereka dengan memadukan pendidikan akademik dengan keterampilan praktis.

“Melalui gerakan ini, keterampilan, kemauan, dan kontribusi dari setiap individu akan mendorong Singapura pada fase berikutnya untuk pengembangan ke arah kemajuan ekonomi dan masyarakat yang inklusif,” kata akademisi dari National Institute of Education (NIE) Professor Lee Yew Jin saat menjadi pembicara kunci pada Konferensi Internasional Researching Work and Learning ke-9 di Singapura.

http://www.vocationaltraininghq.com/
Vocational Training Program | Sumber: http://www.vocationaltraininghq.com/

Sementara itu, Malaysia telah meluncurkan terobosan besar dalam reformasi sistem pendidikannya. Negara yang selama beberapa tahun tertinggal dari negara-negara tetangganya dalam memproduksi tenaga kerja terampil itu menyesuaikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan permintaan pasar melalui program pelatihan kejuruan yang disebut Vocational Training Program. Program tersebut ditujukan untuk memastikan lulusan lebih siap bekerja mengubah perekonomian Malaysia dan meningkatkan daya tarik profesi dalam usaha perdagangan bagi generasi muda Malaysia.

http://www.dooasia.com
Ilustrasi | Sumber: http://www.dooasia.com

Tidak mau kalah dengan negara lain, Thailand menyelenggarakan berbagai program yang berguna untuk mengembangkan keterampilan tenaga kerja, termasuk pengembangan kemampuan bahasa khususnya bahasa Inggris, keterampilan bangunan untuk tenaga kerja Thailand di industri yang kurang pekerja terampil seperti industri mobil dan suku cadang mobil, layanan dan pariwisata, industri teknologi tinggi, dan industri di zona ekonomi perbatasan, untuk mengurangi kekurangan tenaga kerja terampil.

Sedangkan, anak muda yang menempuh pendidikan tinggi di negara Vietnam sekarang menerima pemberlakuan kurikulum yang berbeda dari biasanya. Kurikulum terbaru ini berfokus pada ASEAN dan segudang peluang yang ada di dalam MEA. Kurikulum yang telah berubah ini merupakan gebrakan pertama kalinya dalam sejarah Vietnam.

https://www.kfas.or.kr
Vietnam National University | Sumber: https://www.kfas.or.kr

Contoh kecilnya seperti di Vietnam National University, yang sekarang mempunyai kelas wajib bagi seluruh mahasiswanya khusus untuk membahas seputar MEA serta memahami peluang-peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh mereka. Dengan hadirnya ajang MEA ini, negara-negara ASEAN berlomba-lomba membentuk banyak strategi yang bisa dimanfaatkan agar dapat memperoleh keuntungan dan memaksimalkan keunggulan dari setiap negaranya.

Namun demikian, bukanlah keuntungan saja yang sejatinya ditekankan dalam penyelenggaraan MEA tetapi juga harus tetap bersinergi supaya mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN. Waspada perlu, tapi enggak usah khawatir. Indonesia tetap harus percaya diri dan harus membenahi serta meningkatkan kualitasnya dalam berbagai bidang.

Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Rianda Rizky Permata

Editor   : Dylan Aprialdo Rachman

Inspirator Freak

SHARE
Previous articleJoey Alexander, Pianis Muda Indonesia Akan Tampil di Grammy Awards 2016
Next article6 Fakta Menarik Tentang Hari Valentine

LEAVE A REPLY