Wapres Jusuf Kalla ketika membuka acara Indonesia Summit 2016
Wapres Jusuf Kalla ketika membuka acara Indonesia Summit 2016

Lebih dari 180 tokoh dari kalangan pemerintah, bisnis, akademisi dan organisasi internasional hadir dalam Indonesia Summit 2016, diskusi tingkat tinggi satu hari penuh, mengenai perkembangan pemerintahan dan hal lain yang perlu dibenahi secara mendalam. Wakil Presiden Jusuf Kalla turut hadir dan memberikan pidato utama, di mana beliau  membahas usaha pemerintah untuk meningkatkan bisnis dan investasi di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, setelah pertumbuhan PDB yang melambat dan melemahnya nilai tukar rupiah. “Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, memiliki beberapa kebijakan unggulan diantaranya pemotongan subsidi BBM, penerapan program layanan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan, namun untuk infrastuktur – yang bisa dibilang merupakan hambatan terbesar daari pertumbuhan ekonomi Indonesia – perkembangannya masih sangat lamban,” ujar Jon Fasman, Kepala Biro Asia Tenggara dari The Economist. Adapun pembicara lainnya adalah dari pihak kementerian, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, yang hadir dalam Indonesia Summit guna membuka diskusi mengenai sector energy di Indonesia, bagaimana Indonesia mengatasi penuruan harga minyak dan komoditas, serta reformasi apa saja yang sedang digalang oleh pemerintah. Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, juga terlibat dalam pembahasan mengenai usaha pemerintah untuk menarik investasi asing langsung ke Indonesia, meski ada sentiment nasionalis dan kerakyatan serta penyesuaian peraturan yang lambat. Pembicara lain dari bidang bisnis, pemerintaan, dan akademisi yang bergabung dalam acara tahun ini antara lain :

  • Farah Ratnadewi, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal
  • Chatib Basri, Kepala Dewan Penasihat Mandiri Institute, dan Dosen Senior di Universitas Indonesia
  • Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO GO-JEK Indonesia
  • Rudy Ramawy, Vice President MatahariMall.com 
  • Noni Purnomo, Presiden Direktur Blue Bird Group
  • Raymond Siva, Chief Executive Officer Edelman Indonesia
  • Dwight Hutchins, Asia Pacific Managing Director, Strategy Consulting, Products, Accenture

Acara ini tentunya sangat penting mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk dan GDP terbesar di Asia Tenggara memiliki peran sentral dan bagaimana strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi ekonomi di 2016.  

LEAVE A REPLY