theclassytraveler.com

Inspirator pasti sudah tidak asing lagi kan dengan istilah komunitas? Apa sih komunitas itu? Komunitas adalah kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, biasanya terbentuk karena rasa ketertarikan yang sama terhadap hal-hal tertentu bisa berupa benda, aktivitas maupun orang atau tokoh terkenal. Di Indonesia sendiri tentu sudah banyak berdiri komunitas yang bergerak di berbagai aspek, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, serta politik, baik yang bertujuan mencari keuntungan ataupun yang tidak. Kali ini, IF akan membahas 7 komunitas unik yang sangat kecil kemungkinannya kamu temui di negara lain, karena mereka lahir dari budaya khas Indonesia. Apa aja sih, mari kita telusuri!

  1. Komunitas Sepeda Onthel

 

sumber: subawehsastra.blogspot.com
sumber: subawehsastra.blogspot.com
Sepeda onthel atau biasa disebut juga sepeda unta, sepeda kebo atau pit pancal ini pernah populer di tahun 1910-1970-an. Ciri khas sepeda ini mengacu pada desain Belanda dengan posisi jok duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Peminat dan penggemar sepeda onthel di Indonesia cukup banyak. Beberapa komunitas pecinta sepeda onthel yang bermunculan sejak tahun 2004 adalah Paguyuban Sepedah Bauela (PSB), Jogja Onthel Community (JOC), Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo (PORY), Paguyuban Onthel Djokja (POJOK) dan masih banyak lagi. Para anggota komunitas biasanya berkumpul pada waktu dan tempat tertentu. Uniknya, kadang mereka mengenakan pakaian era 1920-an untuk menyesuaikan style dengan sepeda mereka. Selain itu, ketika berkumpul mereka juga melakukan forum diskusi untuk bertukar informasi seputar suku cadang sepeda onthel yang kini sulit didapatkan karena sudah tidak diproduksi lagi.  

  1. Komunitas Pecinta Batu Akik

 

sumber: fajar.co.id
sumber: fajar.co.id
Mungkin sebagian dari Inspirator baru mengetahui batu akik beberapa tahun belakangan ini, terutama akhir tahun 2014. Tapi ternyata batu akik sudah populer sejak tahun 1970-an, sejak Tessy-salah satu anggota grup lawak Srimulat-tampil dengan batu akik yang ramai melingkari jari-jemarinya. Sempat redup kepopulerannya di tahun 2000-an, kini batu akik telah memiliki penggemar yang meluas di Indonesia. Meski tidak secara konkret mengikrarkan keberadaan mereka, Komunitas Pecinta Batu Akik sering berkumpul secara sporadis yang biasa dilakukan di tempat penjualan batu akik. Mereka biasa bertukar ilmu soal jenis batu akik, metode pengecekan keasliannya dan lain-lain.  

  1. Komunitas Permainan Tradisional

 

sumber: madisonvelocity.blogspot.com
sumber: madisonvelocity.blogspot.com
Tahukah kamu kalau setidaknya ada 2500 jenis permainan tradisional yang tersebar di seantero nusantara? Yup! Banyak banget! Tapi sayang, perkembangan dunia digital semakin menggeser kepopuleran permainan tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan dan nilai-nilai edukatif. Lunturnya kecintaan masyarakat terhadap seni permainan tradisional menjadi keprihatinan segelintir orang untuk mendirikan komunitas pecinta permainan tradisional. Komunitas Hong dan Komunitas Anak Bawang adalah contohnya. Komunitas Hong didirikan oleh Mohammad Zaini Alif (Kang Zaini), seorang pemerhati budaya Sunda, pada tahun 2004 dan diresmikan tahun 2008. Anggotanya mencapai 150 orang dengan range usia 6 hingga 90 tahun! Komunitas ini telah mendokumentasikan 250 jenis permainan tradisional Sunda, 213 permainan tradisional Jawa Tengah dan Jawa Timur serta 50 jenis permainan Lampung. Selain itu Komunitas Hong juga membangun Kolecer-tempat untuk melatih permainan rakyat-yang berlokasi di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lain lagi dengan Komunitas Anak Bawang yang didirikan di Solo, Jawa Tengah. Komunitas yang secara resmi berdiri pada 10 November 2012 ini berawal dari Seminar Permainan Tradisional yang digagas mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret pada tahun 2011, yang saat itu menimbulkan ide para pesertanya untuk melestarikan permainan tradisional. Kelompok ini concerned untuk melestarikan permainan tradisional Jawa Tengah seperti Egrang, Catur Solo, Engklek, Dakon dan lainnya.  

  1. Komunitas Pecinta Batik

         

sumber: bombastis.com
sumber: bombastis.com
Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik secara resmi ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Sejak itu, banyak bermunculan komunitas pecinta batik yang mayoritas berada di pulau Jawa. Beberapa di antaranya adalah Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Komunitas Batik Bergaya Klasik (KIBAS), dan Komunitas Pecinta Batik Sekar Jagad (SJ). Tidak sekadar kumpul-kumpul, komunitas tersebut juga menginventarisasi produk batik Indonesia agar tidak diklaim oleh negara lain. Selain itu, komunitas ini juga mengadakan pelatihan membatik, seminar pengenalan produk, kunjungan ke sentra pengrajin batik, hingga mengadakan lomba mengenakan batik.  

  1. Komunitas Pecinta Keris

 

harianindo.com
harianindo.com
Keris yang sering didefinisikan sebagai benda mistis ini juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia oleh UNESCO lho! Meluasnya penggemar keris mendasari terbentuknya komunitas pecinta keris. Salah satunya adalah Komunitas Panji Nusantara yang berdiri pada tahun 2005. Anggotanya telah mencapai 600 orang (20% anggotanya berasal dari luar negeri seperti Perancis, Jerman, Belanda, Singapura, Hawaii dan Brunei Darussalam). Komunitas Pecinta Keris dan Tosan Aji (KPKTJ) adalah komunitas penggemar keris lainnya yang melestarikan keris dengan memberikan pengetahuan tentang perawatan serta pengenalan beragam jenis keris. Selain itu ada Komunitas Pemerhati Tosan Aji Yogjakarta (Mertikarta) yang ingin melestariakn keris sebagai bagian penting dari kultur asli Indonesia.  

  1. Komunitas Kretek

 

sumber: banjarmasin.tribunnews.com
sumber: banjarmasin.tribunnews.com
Apa itu kretek? Eits, bukan suara persendian kita yang kurang pelumas ya. Kretek adalah jenis rokok tradisional yang sudah dikenal sejak abad 19. Rokok kretek berbahan dasar tembakau asli dan cengkeh kering, yang saat dinyalakan akan menimbulkan suara ‘kretek’ dari daun tembakau dan cengkeh yang terbakar. Meski sekarang telah bermunculan rokok filter atau rokok putih, namun rokok kretek tidak pernah kehilangan penggemarnya. Untuk menjaga eksistensinya, berdirilah Komunitas Kretek. Tidak cuma berkumpul, mereka juga saling tukar informasi seputar jenis-jenis bahan dasar rokok kretek, teknik pencampurannya dan pembudayaan rokok kretek.  

  1. Komunitas Wayang Indonesia

 

theclassytraveler.com
sumber: theclassytraveler.com
Satu lagi nih kesenian khas nusantara yang sudah diresmikan sebagai cagar budaya oleh UNESCO. Sejak tahun 1500 SM, wayang sudah menjadi seni pertunjukan hiburan di Indonesia. Salah satu komunitas yang cukup unik adalah Komunitas Wayang Beber Metropolitan yang dibentuk di Jakarta pada 2009 silam. Komunitas ini berisikan orang-orang yang gemar menggambar cerita pewayangan di atas kain. Tidak lupa mereka juga mengaplikasikan budaya pewayangan tersebut dalam keseharian masyarakat metropolitan. Selain Komunitas Wayang Beber Metropolitan, komunitas wayang Indonesia yang lainnya adalah Komunitas Wayang Pring (Tegal), Komunitas Wayang UI (Universitas Indonesia), Komunitas Wayang Suket, Komunitas Sangkakala (Ciamis), Komunitas Wang Cepak (Indramayu) serta Komunitas Wayang Sampah/ Wangsa (Solo). Sumber: psychopath-diary.blogspot.com   Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Lisa Angelia Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleHari Bebas Sampah, Indonesia Bersih 2020
Next article7 Tarian Khas Indonesia

LEAVE A REPLY