Sumber: kapanlagi.com

Belakangan ini ramai menjadi perbincangan di media sosial terhadap beredarnya video dari sebuah televisi nasional yang menampilkan seorang nenek bernama Saeni penjual makanan warteg yang mengalami kesedihan ketika seluruh makanannya terjaring razia oleh Satpol PP.  Sang nenek pun menjadi jatuh sakit dan ketakutan untuk berdagang kembali setelah makanan-makanan yang dijualnya diambil oleh satpol PP. Video ini menjadi perbincangan hangat di ranah media sosial, banyak netizen yang mengecam atau mengkritik aksi satpol PP terhadap nenek Saeni seperti yang ditampilkan video di atas. Kalangan selebriti dan pejabat pemerintahan pun juga turut menyampaikan kritiknya terhadap aksi tersebut. ”Kejam.. Kok resto-resto di mall-mall atau yang berdiri sendiri yang resto-resto besar buka kok siang ramadhan kok nggak diangkut juga? Nggak berani deh pasti! Berani ngerjainnya orang kecil susah aja, cemen! Bisa pake tirai kan! Miskin toleransi! Memang semua orang agamanya islam apa!,” tulis Wulan pada akun instagramnya.

Sumber: kapanlagi.com
Sumber: kapanlagi.com
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo juga ikut memberikan komentarnya terhadap aksi ini. Menurut Tjahjo, dalam penertiban, Satpol PP harus bersikap simpati dan mengedepankan penyuluhan. “Jangan over acting, sok berkuasa. Meskipun harus ditertibkan, harus manusiawi,” ucap Tjahjo seperti dikutip tempo.co (12/6) Sejak pemberitaan tentang razia itu menyebar luas, teleponnya tidak pernah berhenti berdering. Banyak penelepon yang menyampaikan simpati kepadanya, termasuk dari orang yang tidak dikenalnya. Ia pun bersyukur mendapat simpati dan dukungan dana dari masyarakat khususnya netizen. “Alhamdulilah, amin. Ya, Allah, mohon dikabulkan,” kata Saeni dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu. Namun dibalik itu, seorang netizen bernama Dwika Putra kemudian mencoba menggagas penggalangan donasi untuk Saeni lewat Twitter di @dwikaputra. Dwika mengajak para netizen untuk bersama-sama melakukan penggalangan dana untuk membantu nenek Saeni bisa berjualan kembali. Walhasil, netizen pun bersikap antusias hingga dana yang terkumpul oleh Dwika mencapai Rp 265.534.758. Dwika pun tidak hanya membantu nenek Saeni, ia juga ingin dana yang terkumpul tersebut bisa diberikan kepada para penjual makanan yang bernasib sama seperti nenek Saeni.
Sumber: tribunnews.com
Apa yang dilakukan oleh Dwika sebagai seorang netizen merupakan bentuk kepeduliannya serta kemauannya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sebuah media yang bermanfaat untuk melakukan gerakan sosial secara online dan ofline. Gerakan yang diikuti oleh netizen ini menjadi bentuk simpati terhadap nenek Saeni sekaligus kritik terhadap pemerintah setempat dan satpol PP dalam menentukan peraturan pelarangan berjualan makanan di bulan puasa. Aturan ini bersifat tajam terhadap para penjual makanan seperti nenek Saeni namun tidak mempan terhadap restoran-restoran besar seperti yang ada di mall. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Dylan Aprialdo Rachman Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter : @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY