Ilustrasi

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan sistem penjaminan mutu dalam upaya menjamin mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Salah satu kebijakan utamanya adalah penyelenggaraan Uji Kompetensi Nasional. Bidang kesehatan yang telah menjalankan uji kompetensi secara nasional hingga saat ini adalah kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, dan ners. Menteri Ristekdikti, M. Nasir, menyampaikan manfaat uji kompetensi nasional adalah menyaring tenaga kesehatan Indonesia yang kompeten untuk memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna dengan prinsip utama keselamatan pasien, mendorong perbaikan kurikulum, dan proses pembelajaran serta dasar pembinaan mutu pendidikan tinggi bidang kesehatan. “Hal ini harus dijadikan pedoman di dalam melakukan uji kompetensi sehingga manfaat dari uji kompetensi ini menjadikan sistem pendidikan kesehatan lebih baik. Mari bersama-sama mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan kesehatan di Indonesia. Mari kita maju dengan mutu, bukan maju dengan jumlah lulusan terbanyak,” ujar Menristekdikti. Impelementasi uji kompetensi nasional yang dilakukan di bidang kedokteran, lanjutnya, berupa jenis uji CBT (Computer Base Test) dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) yang dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam setahun, DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan jenis uji PBT (Paper Based Test), dan Profesi Ners jenis uji CBT yang dilakukan 2 kali dalam setahun.

ilustrasi | Sumber : ristekdikti.go.id
ilustrasi | Sumber : ristekdikti.go.id
Dalam pelaksanaannya, panitia uji kompetensi nasional akan mengawasi peserta ujian kompetensi agar tetap disiplin mengikuti peraturan dan panduan yang telah ditetapkan. Sanksi pun akan diberikan kepada peserta ujian dan institusi jika melakukan kecurangan dan tidak patuh pada peraturan uji kompetensi karena meningkatkan kualitas uji kompetensi tak hanya dari aspek soal saja, tetapi juga aspek penyelenggaraannya. “Kami ingin menegakkan integritas dari proses ini karena yang dihasilkan adalah dokter yang kompeten sehingga tidak boleh ada kesalahan dari uji kompetensi ini,” ujar Intan Ahmad, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada periode April 2016, sejumlah 62.891 peserta yang berasal dari 257 prodi Profesi Ners, 554 prodi DIII Kebidanan, dan 416 prodi DIII Keperawatan, mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan pada tanggal 2-4 April untuk Profesi Ners, 9 April untuk DIII Kebidanan, dan 16 April untuk DIII Keperawatan.   Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Ifa Ikah Editor   : Andreas Maydian Puspito Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspirator_freak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)    

SHARE
Previous articlePeserta Ujian Nasional Ini Memotivasi Dunia Pendidikan
Next articleYOUTH MONTH oleh Youthful Social Yogyakarta dan PCMI Jogja

LEAVE A REPLY