Ilustrasi: www.inhukab.go.id

Belajar mandiri dapat diartikan berbeda-beda bagi tiap orang, mulai dari belajar di dalam ruang belajar hingga belajar di tempat tertentu seperti taman kota, perpustakaan, atau tempat lainnya. Bagi Inspirator yang ingin mencoba gaya belajar mandiri ini IF akan memberitahukan keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan yang Inspirator dapatkan dari belajar mandiri tuh minimnya gangguan yang kita dapatkan, seperti suara yang terlalu berisik atau keinginan bersantai dan bercerita bersama teman. Dengan belajar mandiri memungkinkan Inspirator untuk mengatur rencana belajar kita seperti materi apa yang akan kita fokuskan atau alokasi waktu untuk tiap materi yang akan kita pelajari. Di sisi lain kerugian dari belajar mandiri ini, salah satunya adalah ketika semangat dalam diri mulai menurun, maka diri kita sendiri yang harus memotivasi kembali semangat belajar tersebut dan mengingat kembali tujuan dari mengapa kita belajar sejauh ini. Hal ini berbeda dengan belajar bersama teman atau dalam kelompok di mana ada teman–teman atau mentor yang dapat membantu kita dalam mengingat tujuan dan memotivasi kita untuk kembali belajar. Nah Inspirator, sekarang kita lihat lebih lanjut yuk gimana caranya untuk memaksimalkan belajar mandiri agar keuntungan dari belajar mandiri bisa kita raih.

  1. Tuliskan tujuan mengapa Inspirator harus belajar

    Tujuan yang dituliskan bisa berupa cita-cita  atau bahkan target hidup Inspirator. Tuliskan tujuan tersebut di tempat Inspirator dapat dengan mudah membacanya, termasuk saat Inspirator sedang menjalankan kegiatan belajar mandiri.

  2. Pilihlah waktu untuk belajar yang dilakukan setiap hari.

    Pemilihan waktu belajar ini mencakup kapan Inspirator akan memulai pelajaran beserta alokasi waktu. Setelah menentukan waktu belajar dan alokasi waktunya, Inspirator harus berkomitmen dalam menjalankan jadwal belajar mandiri tersebut. Agar nantinya aktivitas belajar ini akan menjadi sebuah rutinitas yang tak akan dilupakan oleh Inspirator.

  3. Pilihlah tempat belajar yang nyaman dan bebas dari gangguan.

    Apapun tempat belajar yang Inspirator pilih, baik itu di taman, perpustakaan, atau ruang belajar mandiri, Inspirator harus mempersiapkan peralatan belajar sebelum memulai kegiatan belajar agar tidak mengurangi konsentrasi Inspirator saat belajar.

  4. Mulailah kegiatan belajar dengan mempelajari materi sulit lebih dulu.

    Jika Inspirator memulai kegiatan belajar dengan mempelajari materi yang mudah atau yang sudah Inspirator kuasai, Inspirator dapat merasakah lelah dan tidak tertarik kembali untuk belajar ketika akhirnya bertemu dengan materi pelajaran yang sulit.

  5. Fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas.

    Artinya keseriusan Inspirator dalam belajar lebih berarti dibandingkan waktu belajar. Misalnya ketika Inspirator menghabiskan waktu belajar selama 2 jam tapi bebas dari handphone, televisi, atau hal–hal lainnya yang dapat menurunkan konsentrasi belajar, lebih baik bila dibandingkan dengan belajar selama enam jam tetapi setiap lima menit, Inspirator memeriksa post-an terbaru di sosial media.

  6. Buatlah daftar pencapaian.

    Tulis apa yang Inspirator inginkan dan penghargaan apa yang pantas Inspirator terima jika mampu mencapai target kalian. Misalnya hang out bersama teman–teman setelah selesai ujian, liburan di luar kota bersama keluarga apabila mendapatkan nilai memuaskan dalam ujian, atau hal–hal lainnya. Hal ini berguna dalam memotivasi Inspirator untuk semakin giat dalam belajar dan mencapai tujuan utama Inspirator yang telah dituliskan dalam poin pertama.

  7. Ketahui batasan Inspirator.

    Inspirator dapat beristirahat apabila Inspirator mulai merasa mengantuk, tanda bahwa konsentrasi Inspirator mulai berkurang. Hal–hal yang disarankan untuk mengembalikan konsentrasi Inspirator kembali adalah berolahraga kecil, minum air putih, mencuci muka, menarik nafas dalam, atau dengan melihat kembali tujuan utama mengapa Inspirator harus belajar mulai saat ini. Mengetahui batasan ini juga dapat berarti bahwa ketika Inspirator menemukan materi yang sulit untuk dipecahkan, Inspirator dapat mendiskusikannya bersama teman, mentor, atau guru. Dan saat mendiskusikan materi tersebut, Inspirator juga dapat mereview kembali bersama mereka materi yang telah Inspirator pelajari selama belajar mandiri atau bahkan dapat membantu teman yang merasa kesulitan.

Nah Inspirator, semoga ketujuh tips di atas dapat memudahkan Inspirator untuk tidak ragu–ragu lagi dan mulai belajar secara mandiri. Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Wilujeng Mugi Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY