4 Tips Bangun Reputasi di Dunia Profesi Ala Troy Pantouw

Troy Pantouw
Troy Pantouw Bagikan Tips Membangun Reputasi Kepada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPH

Troy Pantouw S. Psi, MA, IAPR, praktisi komunikasi dan media yang mempunyai pengalaman luas di bidang komunikasi sebagai reporter, produser eksekutif, marketing communication manager, manager promosi dan komunikasi, Humas National Manager, country head coorporate affairs and brand marketing, serta saat ini menjabat konsultan senior di AIS Training & Consulting, memiliki beberapa tips tentang reputasi seperti apa yang harus dimiliki seorang profesional. Menurutnya, empat hal mendasar ini penting dalam menjalankan peran dan tugas di dunia profesi yang digeluti mahasiswa setelah lulus berkuliah.

Troy Pantouw
Troy Pantouw Bagikan Tips Membangun Reputasi Kepada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPH

Menurut Troy, reputasi tidak hanya direpresentasikan oleh institusi itu sendiri, namun yang lebih penting dan mendasar adalah oleh individu di dalam institusi tersebut. Jadi, tambahnya, sebelum seseorang menjadi bagian sebuah institusi, individu itu harus lebih dulu membangun reputasi yang lebih baik. Alih-alih perusahaan, tanggung jawab yang utama adalah reputasi pribadi yang pertama kali harus baik dan benar sejak awal.

Empat poin penting yang dibagikan Troy tentang cara membangun diri yang benar yaitu:

1. Harus berani mengoreksi diri sendiri

Mampu mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Hal ini berarti, jika tau apa yang dilakukan kurang benar, jangan dilakukan. Benar dan tidak benar ukurannya adalah kalau orang beragama, berarti kembali kepada ajaran, apabila baik ya lakukanlah hal tersebut. Kalau tidak baik ya jangan lakukan.

2. Norma menjadi acuan

Norma-norma yang berlaku di kehidupan masyarakat, juga harus jadi acuan. Kalau norma-norma di pergaulan tidak membenarkan, jangan dilakukan, kalau norma di pergaulan harus bertemu dengan orang tua harus bersikap sopan ya lakukanlah itu. Yang santun. Di dunia modern yang sekarang ini, mau tidak mau harus bisa menjalankan hal yang sepertinya kuno, konvensional, which is sebenarnya itu merupakan hal yang benar di masyarakat.

3. Jangan khawatir untuk bertindak

Jangan takut untuk berbuat lalu jadi salah. Kalau reputasi takut ini takut itu, lalu semuanya cemas, jadi ignorance. Kalau melakukan yang baik jadi takut, akhirnya tidak bisa maju. Don’t be afraid to be fail. Just wake up, bangun lagi, tapi jadi benar.

4. Bergaul dengan orang-orang benar

Antara lain dengan orang-orang yang mempunyai visi sama untuk maju memperbaiki sesuatu menjadi manusia yang lebih advance lagi supaya hidup lebih baik, berguna bagi Tuhan, negara dan bangsa, keluarga dan orangtua.

Tetapi, tandasnya lagi, semua teori menjadi sekadar teori kalau orang tersebut tidak menjalaninya dengan benar. Sekali lagi,

Reputation is not about a package, but about reality in life.

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here