Tradisi Bali yang Diwariskan Turun-temurun

Sumber: instagram @thejourneyinbali

Selain menyimpan keindahan alam yang memesona, tradisi Bali yang diwariskan turun-temurun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak wisatawan berkunjung ke Bali untuk melihat dan terlibat langsung dalam tradisi-tradisinya.

Kalau kamu berkunjung ke Bali, kamu akan merasakan nuansa kebudayaannya yang masih kental. Kesakralan upacara adat dan keagamaan masih bisa kamu temukan di sana. Sebagai anak muda Indonesia tentu kamu bangga karena ternyata Indonesia menyimpan banyak kekhasan. Nah, berikut ini lima tradisi turun-temurun warga Bali yang masih ada sampai sekarang

1. Ngayah, gotong-royong masyarakat Bali

Sumber: KulKulBali.co

Tradisi ini masih sering dilakukan masyarakat Bali tanpa ada hari khusus, artinya bisa dilakukan tiap hari atau tiap kali ada acara yang dilakukan masyarakat setempat. Gotong-royong ini menjadi bagian dari kehidupan mereka karena berguna untuk tetap menjaga semangat berbagi dan kebaikan antarsesama.

2. Mesyusak, penghormatan untuk leluhur

Sumber: kintamani.id

Pada Hari Raya Kuningan, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan, di Kecamatan Tabanan, diadakan tradisi Mesyusak, yang artinya bersorak atau berteriak. Warga setempat akan melemparkan uang ke udara, lali berebut untuk mengambil. Nominalnya tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing. Tradisi ini merupakan penghormatan untuk leluhur yang datang pada Hari Raya Galungan. Wisatawan yang mau melihat tradisi ini bisa datang sebelum Hari Raya Kuningan.

3. Hari Raya Nyepi, saatnya merenungi semua kesalahan

Sumber: netralnews.com

Selama satu hari, umat Hindu di Bali tidak dibolehkan bepergian, mencari hiburan atau rekreasi, dan wajib melakukan permenungan dan beribadah di rumah. Gunanya untuk merenungi semua kesalahan yang telah dilakukan, dan sebagai sarana pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pikiran dan hati kembali jernih untuk merenungi kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.

4. Nyakang Diwang, memasak bersama di luar rumah

Sumber: beritabali.com

Tradisi ini dilaksanakan setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Tiap warga Desa Pakraman Banjar di Kabupaten Buleleng akan memasak bersama di luar rumah. Tradisi ini bertujuan untuk menyucikan lingkungan dan dapur, juga untuk menjalin keakraban antarwarga.

5. Pawai Onggoh-Onggoh, Raksasa Pengusir Keburukan

Sumber: instagram @thejourneyinbali

Berkeliling sambil membawa raksasa besar berwajah seram ini dilakukan malam hari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Raksasa besar menyeramkan atau yang biasa disebut Onggoh-Onggoh ini dipercaya dapat menghilangkan pengaruh buruk untuk masyarakat Bali.

baca juga : Pawai Ogoh-Ogoh Bali

Warga Bali menjunjung tinggi tradisi turun-temurun yang ada untuk menjaga warisan para leluhur. Adanya tradisi unik ini menjadi salah satu daya tarik agar wisatawan juga bisa melihat langsung keunikan yang lestari di Pulau Dewata Bali.

Kalau kamu berkunjung ke Bali, tidak ada salahnya menghampiri desa-desa di Bali untuk melihat tradisinya, lho!

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here