The New York Times Sebut Menteri Susi Pudjiastuti “Agak Sinting”. Minta Di-“Tenggelamkan!”?

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lagi-lagi menyita perhatian dunia internasional setelah kisah keberaniannya menghadapi kapal-kapal berbendera negara asing dipublikasikan media raksasa The New York Times di rubrik “Saturday Profile” pada Jumat, 8 Juni 2018. Di artikel berjudul A “Little Bit of A Nut Case” Who’s Taking On China itu menteri wanita kontroversial ini dipuji sebagai sosok tegas yang sering menjatuhkan perintah, “Tenggelamkan!” pada kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Di paragraf awal, liputan itu menyebutkan Menteri Susi menyantap makan siangnya menggunakan ibu jari dan dua jemari lain untuk mencabut duri dari sepotong ikan, sementara tangan satu lagi memeragakan gerakan menginjakkan kuat-kuat tumit stileto ke tanah.

Apa maksud Menteri Susi Pudjiastuti dengan gerakan itu?

“Ini yang saya lakukan kalau Cina coba-coba mempermainkan saya,” jelasnya. “Saya bisa tersenyum dengan sangat manis, dan setelah itu menggunakan tumit high heels saya.”

Satu dari delapan menteri wanita di Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini berkata, ketika dia memulai bisnis perikanannya, ikan di laut masih besar-besar, tapi sekarang semakin kecil-kecil dan bahkan ada yang musnah.

Dianggap “agak sinting” dengan mengeluarkan kebijakan kontroversial

Keberanian Menteri Susi mengusir, menangkap, menenggelamkan kapal-kapal penangkap ikan milik negara asing, terutama Cina, dianggap “agak sinting”. Dia dinilai menciptakan banyak musuh, baik di dalam maupun luar negeri, menghabiskan biaya besar, dan membuat investor menjadi cemas.

“I am happy when I am out at sea,” said Ms. Pudjiastuti, who is an accomplished paddleboarder. KEMAL JUFRI FOR THE NEW YORK TIMES

Tetapi, Menteri Susi Pudjiastuti tetap menjalankan komitmennya untuk menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang terbukti mengambil ikan secara ilegal di perairan Indonesia. The New York Times menulis, sejak Menteri Susi mengeluarkan kebijakan kontroversial itu, dia telah mengusir setidaknya 10.000 kapal asing dari perairan Nusantara. Selain itu, data pemerintah menyebutkan, kinerja sektor perikanan nasional naik lebih dari dua kali lipat pada periode 2013-2017.

The New York Times menulis, Susi Pudjiastuti bukan wanita Indonesia yang konvensional. (Baca artikel InspiratorFreak tentang Susi Pudjiastuti menjadi satu dari tiga wanita hebat paling dikagumi di Indonesia.) Dia juga bukan menteri kabinet yang konvensional. Dia merokok tiada henti, suka kopi kental, dan hanya minum alkohol dalam bentuk sampanye. Menteri Susi bahkan tidak tamat SMA, tapi berani menerima posisi di kementerian yang “terancam” ditiadakan.

Ms. Pudjiastuti during Indonesian Fashion Week in Jakarta in March. She had her kebaya, a traditional blouse, sewn so tightly that the stitches tore when she tried to sit down.
KEMAL JUFRI FOR THE NEW YORK TIMES

The New York Times adalah media terkemuka dan berpengaruh di Amerika Serikat yang diakses jutaan orang di seluruh dunia setiap harinya. Tulisan ini disusun dari hasil wawancara reporter The New York Times dengan Menteri Susi di kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran yang terletak di pesisir selatan Jawa Barat.

Bukan hanya Pangandaran, seluruh Indonesia sudah sepantasnya bangga memiliki menteri tegas dan pemberani seperti Menteri Susi. Kecintaannya pada laut dan Indonesia tidak perlu disangsikan lagi; lihat saja bagaimana gigihnya dia memperjuangkan hak-hak nelayan di Indonesia.

Tenggelamkan terus kapal yang nyolong ikan di laut Indonesia, Bu!

Tambah satu lagi alasan saya semakin bangga Indonesia. Kalau kamu?

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here