Ternyata Ini Asal-Usul Hari Buruh Jatuh Pada 1 Mei

Sumber: Patromaks.com

Berawal dari Amerika Serikat

Hari Buruh yang kita peringati setiap 1 Mei ternyata berawal dari aksi mogok kerja kaum buruh yang diprakarsai Peter McGuire dan Matthew McGuire pada 1806 di Amerika Serikat–keduanya pekerja mesin di pabrik Cordwainers. Pekerja seolah “dikuras” tenaganya dengan bekerja 19-20 jam sehari sehingga kekurangan waktu untuk mengurus diri, bahkan keluarga.

Tahun 1872, McGuire mengajak 100.000 pekerja untuk melakukan aksi mogok kerja dengan tuntutan pengurangan jam kerja. Peter McGuire melakukan berbagai upaya seperti berbicara pada pimpinan perusahaan dan melobi pemerintah kota. Tetapi, hal itu justru membuat McGuire mendapat sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat.”

Tahun 1881, McGuire pindah ke Missouri dan mulai mengorganisasi tukang kayu di Chicago. Ide yang dicetuskan McGuire adalah merencanakan hari libur untuk pekerja pada setiap Senin pertama September.

Sumber: bloginfoseputardunia.blogspot.co.id

Pada 1882, Senin pertama September jatuh tanggal 5. Parade Hari Buruh itu pertama kali diadakan di New York dengan membawa spanduk tuntutan. Mereka menuntut delapan jam kerja, delapan jam istirahat, dan delapan jam rekreasi. Parade yang dihadiri 20.000 orang ini akhirnya menyebar dan kini banyak negara ikut merayakannya.

Peristiwa Haymarket

Sumber: koranperdjoeangan.com

Pada 1-4 Mei 1886 terjadi pawai besar-besaran yang diikuti 400.000 pekerja di Amerika Serikat. Banyak pekerja mogok dan menuntut keadilan dari pemilik modal. Aksi empat hari itu menewaskan banyak pekerja karena ditembak mati pihak kepolisian.

Kongres Internasional di Swiss mengabulkan tuntutan buruh

Parade ini menyita perhatian dunia, salah satunya Jerman. Tahun 1886, kongres internasional pertama di Jenewa, Swiss, mengambulkan tuntutan buruh untuk mengurangi jam kerja menjadi delapan jam per hari. Akhirnya, tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh di banyak negara.

Indonesia juga memperingati Hari Buruh

Hari Buruh di Indonesia biasanya diperingati di kota-kota besar dengan aksi turun ke jalan untuk menuntut kesejahteraan. Pada masa kepemimpinan Soeharto, aksi buruh ini tidak dibolehkan. Tetapi, sejak Orde Baru berakhir, aksi turun ke jalan yang dilakukan kalangan buruh kembali marak. Saat itu, 1 Mei diisi dengan kegiatan demo dan longmarch kaum pekerja.

Sumber: Patromaks.com

Dan, sejak 2014, pemerintah Indonesia menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Sekarang tidak hanya buruh yang turun ke jalan, mahasiswa dan aktivis sosial juga ikut membantu menyuarakan tuntutan para buruh, lho.

Wah, ternyata asal-usul Hari Buruh ini penuh perjuangan ya, Inspirator! Tentunya kita berharap pemerintah dapat memberikan win-win solution untuk kelompok buruh di Indonesia.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here