Temple Grandin: Sosok Inspirasional Pengidap Autisme

hari peduli autisme
Temple Grandin (Foto: network.autism.org.uk)

Hari Peduli Autisme Sedunia diperingati tanggal 2 April setiap tahunnya. Melalui hal ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengimbau agar mengambil langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap austisme di kalangan masyarakat.

Autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan saraf kompleks yang ditandai dengan kesulitan dalam berinteraksi, komunikasi, serta memiliki perilaku yang terbatas dan berulang-ulang. Tetapi di balik keterbatasannya tersebut, penderita austisme ternyata memiliki kelebihan tersendiri.

Salah satunya adalah seorang profesor bidang ilmu hewan di Colorado State University, Dr. Temple Grandin. Siapa sangka jika dirinya merupakan salah seorang pengidap autisme. Saat menginjak umur dua tahun, ia didiagnosa memiliki kelainan pada otak. Ia sendiri baru bisa bicara pada umur empat tahun.

Namun, keterlambatan dalam perkembangannya itu tidak membatasi kecerdasan Grandin dalam bidang akademis. Ia berhasil mendapatkan gelar sarjana psikologi dari Universitas Franklin Pierce pada tahun 1970. Kemudian, dilanjutkan dengan gelar masternya dari Universitas Arizona di bilang ilmu hewan. Ketertarikannya dengan ilmu hewan membawanya mendapatkan gelar kembali  untuk predikat doktor dari Universitas Ilionis pada tahun 1989.

Grandin telah menulis lebih dari 400 artikel di jurnal ilmiah dan majalah ternak yang berfokus pada penanganan hewan, kesejahteraan hewan, dan desain fasilitas. Ia juga telah menerbitkan sejumlah buku, salah satunya adalah Animals in Translation: Using the Mysteries of Autism to Decode Animal Behavior mengenai banyaknya pendukung kesejahteraan hewan yang kurang memperhatikan tingkat stress pada hewan. Ia menulis buku tersebut berdasarkan hasil kerjanya dan peneliatan yang ia lakukan.

Pada tahun 2010, Time Magazine menobatkan Grandin sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh. Di tahun yang sama, kisah hidupnya diangkat ke layar kaca dengan judul “Temple Grandin” yang diperankan oleh Claire Danes. Film tersebut berhasil memenangkan tujuh Emmy Awards dan Golden Globe.

Ilustrasi: ffbsccn.wordpress.com

Tidak berhenti di sana saja, pada tahun 2016 saat ia berumur 69 tahun, Grandin kembali menorehkan prestasi. Ia menerima tanda jasa dari World Organisation for Animal Health (OIE) di Perancis untuk karyanya pada pengembangan pedoman kesejahteraan hewan. Selain itu, ia juga dilantik menjadi The American Academy of Arts and Sciences.

Temple Grandin menjadi sosok nyata yang memberikan pelajaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Dan di balik itu semua, ia juga mengajarkan Inspirator untuk peduli terhadap sesama. (II)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here