Teknologi Blockchain, Bukan Melulu Tentang Mata Uang Kripto

Di seluruh dunia terhitung hanya segelintir orang yang benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan teknologi blockchain yang gencar dibicarakan di kalangan perbankan, organisasi berbasis teknologi informasi, dan konsultan teknologi informasi. Agak banyak orang mengasosiasikan teknologi blockchain dengan mata uang kripto, padahal mata uang kripto hanya salah satu turunan dari blockchain, tapi lebih banyak lagi orang yang buta tentang apa sebenarnya teknologi ini.

Pada intinya, blockchain adalah besaran digital terdesentralisasi yang meliputi berbagai transaksi, bekerja dengan data yang diatur dengan serangkaian salinan yang disebut block. Dalam pengertian paling sederhana, teknologi blockchain bisa dibayangkan sebagai jenis database baru, yang terdesentralisasi dan terbagikan. Secara teori, karakteristik alami blockchain menjadikannya tidak bisa diretas, sebagian karena tidak ada penyimpanan sentral yang bisa diutak-atik, dan juga karena tidak ada pihak berwenang tunggal yang mengendalikan pertukaran informasi. Fitur teknologi ini memastikan data bisa tersebar secara efisien, efektif, tidak memungkinkan terjadi manipulasi, dan perubahan data bisa diaplikasikan di berbagai sektor.

Bidang apa saja yang bisa memanfaatkan teknologi blockchain?

Hampir semua bidang.

Di bidang sumber daya manusia, misalnya, teknologi blockchain akan memodernisasi sistem perekrutan karyawan. Teknologi ini memungkinkan profesional di tingkat SDM dengan cepat memverifikasi surat jaminan calon karyawan dan staf yang ada, memengaruhi sistem pembayaran gaji, dengan dampak terbesar di korporasi berskala multinasional atau bisnis yang mempekerjakan karyawan dari luar negeri. Teknologi ini bisa membuat standarisasi gaji dalam berbagai mata uang.

Di bidang akunting, kode perpajakan yang luar biasa kompleks, sistem pembukuan yang mensyaratkan ketepatan dan keakuratan data, akan bisa diatur secara lebih efektif dengan teknologi blockchain.

Dalam skala lebih umum dan sederhana, Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia (yang resmi didirikan tanggal 21 Maret 2018), Oscar Darmawan, menjelaskan teknologi ini bisa, “Misalnya untuk surat tanah, akta ijazah, bahkan sertifikat pendidikan takkan bisa diubah-ubah karena sistem blockchain memastikan datanya akan sama semua.”

Di bidang jual-beli, blockchain membuat orang bersikap jujur tentang bagaimana mereka menggunakan uang. Ketika berbagai sistem di dunia semakin terkoneksi dan terintegrasi satu dengan yg lain, teknologi blockchain ini tidak bisa ditunda atau diabaikan. Indonesia, yang juga bagian dari dunia, mau tidak mau, siap tidak siap, harus bergegas menyesuaikan diri jija tidak ingin kelabakan dan ketinggalan. Semoga semakin banyak Inspirator yang tergugah menekuni pengetahuan tentang sistem blockchain ini ya!

baca juga : Asoasiasi blockchain Indonesia

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here