Ilustrasi: Pexels.com

Apa yang paling diharapkan oleh seorang pekerja? Tentu pekerjaan impian dan bergaji besar. Jika tak dapat keduanya, setidaknya pekerjaan yang didapatkan memiliki gaji dengan digit paling maksimal. Lumayan untuk membahagiakan diri sendiri dan orang-orang tercinta.

Tetapi ada nih, Inspirator, lowongan kerja di salah satu pekerjaan mulia alias dokter dengan gaji Rp. 3.6 milyar justru tak ada yang berminat. Loh kok bisa? Yuk cari tahu di bawah ini!

Iklankan lowongan kerja, sepi peminat

Sumber: Says.com

Sebuah tempat praktik medis di Tokoroa, Selandia Baru memposting lowongan kerja dokter umum dengan gaji 190 ribu poundsterling (sekitar Rp 3,6 milyar) pertahun. Terhitung dua tahun sejak iklan itu dipasang, tak satu pun calon dokter yang melamar.

Dikutip dari Grid.id (24/09), Dr. Allan Kenny, salah satu dokter yang mendirikan praktik, mengatakan bahwa selama dua tahun ia juga telah melibatkan empat perusahaan perekrutan. Sayangnya tak ada yang tertarik.

Dr. Kenny sendiri pindah dari Inggris 30 tahun yang lalu dan mendirikan tempat praktik ini. Ia menjadi salah satu dari enam dokter yang bekerja di tempat praktik yang ia dirikan itu.

Gaji dua kali lipat dan fasilitas wow

Ilustrasi: Pexels.com

Gaji yang ditawarkan di tempat praktik ini ternyata dua kali lipat dari gaji dokter di Selandia Baru. Selain itu fasilitas dan masa kerjanya pun gak bakalan didapatkan di tempat lain. Bekerja hanya empat hari dalam seminggu, cuti 12 minggu dalam setahun dan tidak ada tugas malam. Bahkan Dr. Kenny menjanjikan gaji tambahan yang tak kalah menggiurkan.

Inilah alasannya kenapa bergaji besar

Ilustrasi: Mind42.com

Salah satu alasan mengapa Dr. Kenny berani menjanjikan gaji sebesar itu karena ia merasa kewalahan melayani masyarakat kota Tokoroa. Keberhasilan klinik dalam menangani pasien telah menyebabkan peningkatan jumlah pasien yang mencapai 6000 orang dalam dua tahun terakhir. Rata-rata pasien yang ditangani Dr Kenny adalah 43 pasien.

Menurutnya jumlah ini melampaui jumlah yang direkomendasikan oleh Royal College of GP, yaitu 25 pasien. Ia pun bekerja mulai pukul 08:30 pagi sampai pukul 06:00 sore tanpa istirahat makan siang.

“Auckland memiliki sekolah dokter terbesar dan sebagian besar anak-anak yang belajar di sekolah ini berasal dari keluarga kaya di daerah Auckland. Tahun lalu, saya membatalkan liburan karena saya tidak mendapatkan locum (dokter pengganti) … dan tahun saya mungkin akan membatalkan liburan (lagi) … dan itu cukup sulit bagi saya.” Ujarnya seperti di kutip Grid dari New Zealand Herald.

Tertarik untuk melamar pekerjaan ini, Inspirator?

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY