Supermoon Tak Biasa akan Menghiasi Langit Indonesia

Foto: Huffingtonpost.ca

Pada Senin 14 November, pukul 15.09 WIB, Bulan akan berada di posisi terdekat dengan Bumi. Peristiwa yang dikenal dengan Supermoon ini akan menampakkan bulan jauh lebih terang dan lebih besar dari biasanya.

Bulan akan melintas di orbit dengan jarak 356.511 km dari Bumi. Jarak itu adalah yang terdekat dilintasi Bulan selama mengitari Bumi sejak 1948. Mengutip dari CNNIndonesia.com, secara angka, supermoon mendatang akan tampak 30 persen lebih besar ketimbang penampakan bulan yang paling nampak kecil (apogee). Sedangkan pada lebar, diameter supermoon akan terlihat 14 persen lebih luas dari bulan normal.

Dalam hal pendar cahaya yang dipantulkan, supermoon akan 30 persen lebih terang dar apogee dan 15 persen lebih terang dari bulan purnama yang jamak terjadi. Polusi cahaya kota dan cuaca adalah dua faktor yang mencegah sinar supermoon Senin besok bisa dinikmati banyak orang.

“Supermoon adalah purnama terbesar karena jarak bulan terdekat dan dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa alat bantuan apa pun asalkan langit tak dihiasi awan mendung ” kata Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin kepada CNNIndonesia.com.

Selain faktor lintasan orbit yang dekat, penampakan bulan yang lebih besar dari biasanya kerap dipengaruhi oleh “ilusi bulan” yang “menipu” persepsi mata saat memperkirakan ukuran sang bulan. Salah satu contohnya adalah bulan yang berada dekat horizon akan nampak 300 persen lebih besar dari ukurannya ketika berada di ketinggian langit.

Bagi mereka yang gemar menikmati cahaya bulan, menyaksikan bulan terbit pada tanggal 14 November nanti mungkin bisa jadi pengalaman mengesankan ketika efek ilusi bulan dan supermoon terbesar dapat dinikmati dalam satu waktu.

Bulan mengelilingi Bumi dengan orbit berbentuk oval. Jarak antara Bumi dan bulan silih berganti bergantung kedudukan bulan. Adapun jarak paling dekat bulan dengan Bumi (perigee) adalah 356.511 km. Sedangkan di jarak paling jauh, bulan berada di posisi 406.555 km denga planet manusia.

Faktor gravitasi memaksa orbit elips yang dilalui bulan untuk mengitari Bumi terus berubah. Itu sebabnya ukuran wajah bulan kerap berbeda di tiap supermoon yang terjadi.

Jangan lewatkan momen langka ini ya, Inspirator!

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here