sumber : irishcentral.com

Tahun 2016 ini menjadi spesial karena adanya momen menarik yang terjadi hanya 4 tahun sekali yakni Tahun Kabisat. Ya, seperti kita ketahui bersama, bulan Februari biasanya “hanya” terdiri dari 28 hari, namun tahun ini (29 Februari 2016) ditambah 1 hari menjadi 29. Momen ini ternyata menyimpan berbagai fakta menarik di belakangnya dan tiap-tiap negara mempunyai cara yang unik dalam menanggapi tahun kabisat ini. Penasaran? Ini dia 10 Fakta menarik mengenai tahun kabisat :

1. Alasan Terjadinya Tahun Kabisat

Sumber : blog.kuthaardana.com
Sumber : blog.kuthaardana.com
Tahun kabisat merupakan tahun yang mana tanggal pada bulan Februari ditambahkan satu hari. Hal ini dikarenakan Bumi membutuhkan waktu 365,2422 hari untuk mengitari matahari, sementara kalender masehi atau kalender Gregorian menggunakan 365 hari dalam satu tahun. Dengan demikian, setiap empat tahun sekali harus ditambahkan satu hari tambahan agar waktu revolusi Bumi terhadap matahari tetap akurat.

2. Alasan Tahun Kabisat Dimasukkan ke dalam Bulan Februari

Sumber : slideplayer.com
Sumber : slideplayer.com
Alasan dibalik mengapa bulan Februari mendapatkan kehormatan untuk memiliki hari kabisat memang cukup unik. Awalnya, Februari memiliki hari yang sama dengan bulan lainnya, yaitu 30 hari. Namun, pada saat Julius Caesar berkuasa, ia ingin agar bulan dengan namanya, yaitu Juli, ditambahkan satu hari. Hal tersebut juga dilakukan oleh Augustus Caesar yang juga meminta menambahkan satu hari untuk bulan Agustus. Alhasil Februari lah yang menjadi “korban” dan untuk “menyeimbangkan” perhitungan kalender, maka tahun kabisat “dihadiahkan” ke bulan Februari.

3. Tahun Kabisat Bukan Tahun yang Habis dibagi 100

Sumber : www.blink.com.ph
Sumber : www.blink.com.ph
Tidak semua tahun berakhiran seratus adalah Tahun Kabisat. Menurut penanggalan Gregorian, tahun 2000 adalah Tahun Kabisat, begitu juga dengan tahun 1600, tapi 1700, 1800 dan 1900 bukanlah kabisat. Hal itu menimbulkan definisi baru tentang Tahun Kabisat, yakni tahun yang habis dibagi 400.

4. Tradisi Melamar Bagi para Wanita di Irlandia dan Denmark

Sumber : www.express.co.uk
Sumber : www.express.co.uk
Di abad ke-lima, di Irlandia, terdapat tradisi unik, dimana wanita diperbolehkan melamar kekasihnya pada Hari Kabisat, yakni tanggal 29 Februari. Hal ini dipicu ketidaksabaran St. Bridget. Dia mengajukan mosi pada St. Patrick, karena merasa kaum laki-laki membutuhkan waktu terlalu lama untuk melamar kekasih mereka. Oleh karena itu, St. Patrick memberi waktu satu hari di tanggal 29 Februari bagi wanita untuk melamar pujaan hati mereka. Legenda menyebut, di hari itu Bridget langsung menekuk satu lutut dan melamar Patrick. Sayangnya, Patrick menolak. Dia mencium Bridget di pipi dan memberinya gaun sutra. Legenda St. Bridget dikekalkan oleh Ratu Margaret dari Skotlandia. Pada tahun 1288, ketika sang ratu baru berusia 5 tahun, dia menyebutkan bahwa 29 Februari seharusnya jadi hari kebesaran bagi wanita, dimana mereka bisa melamar siapapun yang mereka inginkan. Sementara, pria yang menolak lamaran harus membayar denda seperti yang dilakukan St. Patrick, yakni memberi ciuman dan gaun sutra.

5. Tidak Boleh Pulang Kampung bagi Perempuan yang sudah Menikah di Taiwan

Sumber : www.vkeong.com
Sumber : www.vkeong.com
Sementara di Taiwan, anak perempuan yang sudah menikah tidak boleh pulang ke rumah orangtuanya pada bulan Kabisat alias selama bulan Februari, karena bisa mendatangkan kesialan pada orangtua. Jika memaksa pulang ke rumah orangtua, maka dia harus membawa Bak Kut Teh, atau masakan mi tradisional untuk mengusir kesialan.

6. Tahun Kabisat Dianggap Sial oleh Orang Yunani dan Italia

Sumber : jeparaku.com
Sumber : jeparaku.com
Di Yunani, pasangan justru menolak menikah di Tahun Kabisat karena mereka percaya itu akan membawa nasib buruk. Kepercayaan itu juga dianut warga Italia. Ada peribahasa Italia yang menyebut, “Anno bisesto, anno funesto” yang berarti Tahun Kabisat, tahun sial.

7. Orang yang Lahir pada Tanggal 29 Februari Memiliki “Bakat” Khusus

Sumber : satrialang.wordpress.com
Sumber : satrialang.wordpress.com
Mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari disebut ‘leapling’ atau ‘leaper’. Peluang seseorang lahir pada 29 Februari adalah 1 banding 1.461. Setidaknya, ada 5 juta leapling di seluruh dunia. Sejak lama, para astrolog percaya bayi yang lahir di Tahun Kabisat punya bakat istimewa, kepribadian unik, bahkan punya kekuatan magis. Beberapa pesohor yang lahir di tanggal 29 Februari adalah pencipta puisi Lord Byron, rapper Ja Rule, dan atlet football Darren Ambrose.

8. Rekor 3 Generasi Leapling

Sumber : chert-poberi.ru
Sumber : chert-poberi.ru
Keluarga pemegang kelahiran leapling terbanyak di dunia adalah keluarga Keogh dari Inggris dan Irlandia. Selama tiga generasi, keluarga tersebut selalu memiliki keturunan yang lahir pada 29 Februari. Dimulai dari sang kakek, Peter Anthony Keogh, kemudian putranya, Peter Eric dan cucunya, Bethany Wealth.

9. Punya Anak, Semuanya Lahir di Tanggal 29 Februari

Sumber : www.timeanddate.com
Sumber : www.timeanddate.com
Lain halnya dengan yang dialami oleh Karin Henriksen di Norwegia. Ia memiliki tiga orang anak yang semuanya lahir pada tanggal 29 Februari, dan setiap anak punya jeda 4 tahun.

10. Kejadian Penting yang Pernah Terjadi di Hari Kabisat

Sumber : www.biography.com
Sumber : www.biography.com
Sejarah mengatakan ada beberapa kejadian penting yang terjadi tepat pada tanggal 29 Februari. Beberapa kejadian tersebut adalah: – Tahun 1996 penyerangan ke Sarajevo dihentikan setelah terjadi selama hampir empat tahun. – Tahun 1984 Pierre Trudeau mundur sebagai perdana menteri Kanada. – Tahun 1964 sepupu ratu Elizabeth II melahirkan anak yang diberi nama James Ogilvy. – Tahun 1960 ribuan orang tewas dalam gempa di kota Agadir, Maroko. – Tahun 1940 Hattie McDaniel merupakan warga kulit hitam pertama yang menerima penghargaan Oscar atas perannya di film Gone in the Wind.   Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring!   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY