Subhan, atlet disabilitas yang tak mengenal batas
Sumber: ifa

Namanya Muhammad Subhan. Ia bukan pria biasa meski nampak tak berdaya diatas kursi roda. Pria asal Bangka Belitung ini merupakan pribadi yang luar biasa dengan sejumlah prestasi yang dimilikinya. Yuk, Inspirator kenalan dengan Subhan, atlet disabilitas yang tak mengenal batas. Kecelakaan motor di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, menjadi titik balik yang mengubah hidupnya. Kala itu, Subhan baru selesai mengikuti ujian akhir SMA dan mengalami kecelakaan motor yang cukup fatal. Hasil pemeriksaan di rumah sakit menyatakan jika dirinya mengalami patah tulang belakang dan harus segera dioperasi. Namun terkendala biaya operasi, tidak sampai dua jam Subhan dipulangkan dan memilih pengobatan alternatif. “Saya sudah berobat kemana-mana tapi tak membuahkan hasil. Kaki saya tidak bisa digerakkan, tidak bisa jalan, dan saya hanya bisa berbaring di tempat tidur.” ungkapnya. Mendapati kondisi fisik yang tak sama seperti sebelumnya sempat membuatnya putus asa dan menyalahkan kedua orang tuanya. Bahkan pernah terpikir olehnya untuk bunuh diri. “Saya menangis, marah. Kenapa saya harus seperti ini? Saya terbaring di tempat tidur selama 5 tahun dan semua aktivitas dilakukan di tempat tidur. Namun melihat orang tua yang terus membantu, timbul semangat untuk bangkit lagi. Saya ingin membuat mereka bangga dan tidak mau merepotkan mereka lagi.” tambahnya. Keinginan Subhan semakin kuat ketika teman-temannya datang untuk memberi semangat dan membantunya membuat proposal bantuan pengobatan ke sebuah perusahaan swasta di Pangkal Pinang. “Alhamdulillah proposal itu diterima dan saya dibawa ke Jakarta untuk berobat. Saya mendapatkan pengobatan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta selama 3 bulan dan diajarkan untuk bisa mandiri.” Selesai masa pengobatan, Ia pun diarahkan masuk ke yayasan sosial yang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui berbagai pelatihan keterampilan. “Ketika pertama kali masuk yayasan dan bertemu dengan teman-teman sesama penyandang disabilitas, saya bisa bangkit lagi. Saya mendapat banyak ilmu, pengalaman, dan juga motivasi sehingga kepercayaan diri saya semakin meningkat.” tutur pria yang kini juga bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang entertaiment ini. Bekal keterampilan itulah yang kemudian mengantarkannya pada perlombaan IT Global Challenge di Korea Selatan. Tak berhenti sampai disitu, turnamen olahraga pun ia jajal. Perlombaan maraton kursi roda di Bali mengantarkannya meraih juara dua dan 2 medali emas di cabang olahraga bulu tangkis se-Jawa Barat.

Subhan, atlet disabilitas yang tak mengenal batas
Juara 2 Marathon di Bali (Sumber: Dok.pribadi)
Subhan, atlet disabilitas yang tak mengenal batas
Perlombaan IT Global Challenge di Korea Selatan (Sumber: Dok. Pribadi)
“Harapan saya kedepannya bisa mengantarkan orang tua saya naik haji. Saya ingin membalas kebaikan orang tua meski mereka tidak memintanya. Satu hal yang bisa saya bagi…Jangan pernah menyesal dengan apa yang terjadi. Rencana kita tidak akan seindah rencana Tuhan. Banyak bersyukur. Hidup tidak ada yang sia-sia, tetap semangat.” tutur Subhan. Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Ifa Ikah Editor: Kintan Lestari Inspirator Freak

LEAVE A REPLY