Smesco Digipreneur Day, Natural Beauty in Digital Era
(Dari kiri ke kanan) Jonathan Christian Susanto, Ratu Maulia Ommaya, dan Cheryl Raissa

Dalam era digital seperti sekarang ini, kita dituntut untuk terus kreatif dan pandai mencari celah dalam berbisnis agar mampu bersaing dengan pebisnis lainnya. Dengan mengusung tema “Natural Beauty in Digital Era”, SMESCO Indonesia mengadakan seminar dalam SMESCO Digipreneur Day: Meraih Keuntungan dari Bisnis Kecantikan Menggunakan Media Sosial, mengajak kita untuk mampu memanfaatkan media digital untuk bisnis khususnya di bidang kecantikan. Turut menghadirkan pembicara Ratu Maulia Ommaya selaku Manager Public Relation dari The Body Shop dan Cheryl Raissa, Selebgram dan Beauty Blogger, yang dimoderatori oleh Jonathan Christian Susanto, Founder dari Inspirator Freak. Dalam kesempatan hari itu (14/04/2016), Maya mengatakan bahwa untuk menjalankan bisnis kita mempunyai dua pilihan, yaitu Adapt or Die atau Grow or Die. Jika bisnis kita tidak cepat beradaptasi ataupun berkembang mengikuti perkembangan yang ada, maka dapat dipastikan bisnis kita perlahan-lahan akan terhenti. Terutama dalam era digital, semua serba cepat dan praktis. Maya menambahkan, berdasarkan survey yang dilakukan oleh The Body Shop, orang Indonesia khususnya perempuan lebih suka belanja melalui Instagram dibandingkan melalui E-Commerce, karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan penjualnya sehingga kepercayaan lebih terbangun. “Sekarang semua penjualan, awareness produk, ataupun termasuk personal image bisa dibangun secara online,” ujar Maya dalam sesi seminar. The Body Shop sendiri sejak 2012 sudah melakukan adaptasi ke dunia digital dengan melakukan tiga strategi go-digitalnya, yaitu melalui Public Relation, Social Media, dan E-Commerce. Dibangun dengan meningkatkan awareness produk, social campaign, atapun meng-endorse artis. Bekerja sama dengan influencer blogger ataupun vlogger dapat menjadi kuncian dalam memasarkan produk khususnya kosmetik, karena sekarang banyak orang yang mencari tutorial make up yang menginginkan tidak hanya melalui gambar, tetapi juga audio dan visual-nya. Penonton dan subscriber juga merasa lebih kredibel karena merasa para blogger atau vlogger mempunyai masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kulit dan wajah seperti mereka. “Jadi teman-teman yang mau punya bisnis, tidak harus bisnis kecantikan harus be found, bukan hanya menjual di Instagram tapi juga ikut event off air, karena untuk produk kecantikan biasanya mereka ingin melihat dan mencoba dulu. Be seen, tidak hanya ada di Instagram tapi mulai meng-endorse influencer atau blogger. Kalau sudah be found and be seen. pasti akan be talked about,” ungkap Maya.

Smesco digipreneur day
Sumber: Foto dokumentasi Inspirator Freak
Dari sisi influencer, Cheryl Raissa, salah satu mahasiswi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengakui bahwa dia memulai bisnis sebagai seorang beauty blogger dan youtuber awalnya dengan melakukan hal yang dia sukai, seperti menulis, menggambar, dan fotografi. Bahkan Cheryl mengakui bahwa dia dulu cukup ‘banci’ atau narsis, karena sering mengganti foto profil Blackberry Messenger-nya dengan menggunakan make up. Walaupun pada awalnya mendapatkan respon yang negatif dari orang-orang sekitar, Cheryl tetap melakukan apa yang disukainya. Kesenangannya dengan make up membuatnya menulis review produk kosmetik di blog pribadinya, dan secara tidak langsung dia mendapatkan respon dengan diminta meng-endorse salah satu produk kecantikan. Selang beberapa lama dia mulai mencoba youtube untuk membuat kreasi turorial make up agar lebih mudah dimengerti, karena tutorial melalui gambar masih dirasa belum cukup oleh dirinya maupun para pembaca blog-nya. Dengan menjadi youtuber, Cheryl bisa menambah pemasukan uang jajannya dengan cara me-monotize youtube channel-nya dan mengikuti acara off air ketika dirinya diundang untuk menjadi pembicara. Mengenali minat kita dan berfikir kreatif untuk mengisi konten, membuka networking melalui acara off air, membuat video kolaborasi dengan creator atau youtuber yang ada, dan menjaga kualitas dan konsisten adalah tips dan trik yang diberikannya untuk menjadi seorang influencer. “Akan selalu ada market ketika kita menjadi diri kita sendiri,” ujar Cheryl. “Bikin apapun yang kamu bisa sekarang, gunakan fasilitas apapun yang kamu miliki dan maksimalkan fungsinya. Seiring berjalannya waktu kualitas itu akan naik,” tambahnya.   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Siti Ayu Handayani Editor  : Siti Ayu Handayani

Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY