7 Wisata Unik dan Indah yang Ada di Indonesia
http://addicted2success.com/

Personal branding is a marketing strategy focused on your most important product: you. Developing a personal brand requires figuring out who you really are (your skills, values, passions, and personality), who you want to serve (your target market or audience), and how you different from the competition (your unique niche). Akhir pekan kemarin, Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ramai dengan anak-anak muda. Yap, untuk pertama kalinya Young on Top kota Bogor bersama Katalis Corp berhasil meredam banyak stigma buruk mengenai susahnya cara membangun personal branding melalui acara Youth Voice 2016, Minggu (21/02). Anak muda dari berbagai universitas tersebut berkumpul untuk belajar tentang personal branding dari banyak pembicara seperti Chyntia Andriani (Founder WeAreSiblings), Muhammad H. Haekal (Abang None Jakarta 2014), Leonita Julian (Author of Destiny & Consultant) dan Gideon Satria (Public Speaker).

(kanan) Gideon Satria, Haekal, Leonita, Chyntia
(kiri) Gideon, Haekal, Leonita, Chyntia
Salah satu faktor pertama seseorang menilai orang lain, baik dalam dunia pekerjaan maupun kehidupan sosial, ialah melalui pembawaan diri. Oleh sebab itu, banyak orang yang akhirnya menyadari perlunya personal branding dalam dirinya. “Tujuan personal branding itu mengarah pada cara pandang orang lain terhadap diri kita supaya bisa membangun alur diri dengan baik. Misalnya, siapa sih yang mau mendengarkan kita atau siapa saja yang akan bereaksi ketika kita berbicara? Personal branding itu perihal menciptakan persepsi supaya dikenal ahli dibidangnya, diakui kredibilitasnya, bisa meningkatkan karier, dan paling penting menciptakan “kepercayaan diri” ujar Leonita, perempuan cantik yang menjadi Brand Ambassador Pesona Indonesia. Masih berhubungan dengan apa yang diucapkan Leonita, Gideon mempertegas bahwa cara termudah membangun personal branding ialah dengan mencari tahu apa keunikan dari diri kita. Mengetahui keunikan berarti mengenal diri sendiri. Hal tersebut menjadi poin pertama yang harus kita lakukan. Hal tersebut mutlak menjadi dasar apa dan bagaimana kita menyampaikan “nilai” yang kita miliki kepada orang lain. Gideon Satria “Unik itu bukan darimana lo berasal, bukan darimana lo dilahirkan, orang tua lo seperti apa, create your own destination. Jangan jadikan hal seperti itu untuk terus membuat excuse yang bisa menghambat masa depan. Dan yang lebih penting lagi yaitu passion! Kalo gue, lebih baik kehilangan masa muda untuk mencari tau keunikan diri dan passion, dibanding gue harus mengorbankan masa depan gue dan setiap orang memiliki enggak hanya satu passion tapi bisa banyak.” “Caranya gampang kok cuma, do many things. Jangan takut usaha yang kita lakukan akan gagal. Kegagalan pasti pernah menghampiri kita semua, but at least you tried, focus on you, leat fear go, realizing that not everyone supports you”

Setelah mengenal diri sendiri, mulai dari keunikan, passion, dan kekurangan yang kita miliki. Set up your goals! Yah sebuah keharusan menentukan target yang ingin kita capai. Pentingnya menentukan target dimaksudkan supaya kita memiliki visi yang jelas. Setiap perjalanan apapun pasti memiliki tujuan akhir bukan? Sehingga penting untuk mengidentifikasi lebih dini agar proses yang kita jalani dapat lebih terarah dengan baik.
Selesai melakukan two main point diatas, yang harus kita lakukan adalah melakukan inovasi, konsisten, serta relevan. Segala sesuatu yang memimpikan sebuah perkembangan dari waktu ke waktu tentunya membutuhkan inovasi secara konsisten dan relevan dengan kondisi dan kenyataan yang ada. Dengan begitu, semua akan berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan.

Yang paling penting, jangan membangun personal branding dengan terpaksa karena lambat laun keterpaksaan itu pasti akan terlihat. Bangun branding kita dari hati, bukan terpaksa melakukannya karena “disuruh”. Lakukan karena ingin membangun hubungan tulus yang bekepanjangan, bukan sekedar transaksional.   Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Rianda Rizki Permata Esmirhan Editor: Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspiratorfreak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)    

LEAVE A REPLY