• Lebih dari 300 mahasiswa S1 semua jurusan dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi DBS Young Economist Stand-Up (DBS YES) dengan menggunakan materi riset DBS Asian Insights.
  • Setelah melalui proses penjurian oleh Faisal Basri (Ekonom Senior), Alanda Kariza (Aktivis dan Pendiri Indonesia Youth Conference), dan Gundy Cahyadi (Ekonom DBS Group Research) telah terpilih tiga pemenang dengan bakat terbaik sebagai ekonom muda.
  • Tiga pemenang DBS YES akan membuka Asian Insights Conference yang akan diadakan pada tanggal 24 November 2015 di hadapan para nasabah DBS, pemimpin dan pelaku industri perbankan dan keuangan, dan pejabat pemerintah.

  Jakarta, 24 November 2015 – Kompetisi DBS Young Economist Stand-Up (DBS YES) yang diselenggarakan oleh PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) telah menghasilkan tiga pemenang. Juara pertama diraih oleh Dewanti Cahyaningsih dari Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo (Ilmu Ekonomi dan Bisnis), juara kedua diraih oleh Felicia Putri Tijasaka dari President University (Banking & Finance) dan juara ketiga diraih oleh Akbar Syahid dari Institut Teknologi Bandung (Teknik Lingkungan). Para peserta kompetisi ini merupakan mahasiswa tingkat Sarjana (S1) semua jurusan dari seluruh Indonesia yang telah menyuarakan pendapat dan wawasan mereka mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan industri keuangan. Acara grand final DBS YES hari ini dibuka oleh Paulus Sutisna, selaku Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia. Sebagai pemberi kata sambutan adalah Prof. Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, mewakili Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Etty Retno Wulandari, Deputi Komisioner Manajemen Strategis I B, mewakili Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami menyadari peran penting para mahasiswa sebagai generasi masa depan untuk menyuarakan pendapat dan wawasan mereka mengenai kondisi perekonomian Indonesia dan industri keuangan. Dalam kompetisi DBS Young Economist Stand-Up ini, kami senang sekali melihat antusiasme dan semangat kaum muda Indonesia dalam menyuarakan opini dan gagasan mereka mengenai perekonomian Indonesia dan Asia yang dibantu dengan materi riset DBS Asian Insights,” kata Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia. Sejak pendaftaran dibuka dari tanggal 21 September hingga 31 Oktober, DBS YES telah berhasil menerima lebih dari 300 video pendaftaran dari para mahasiswa universitas terkemuka di seluruh Indonesia. Pada tahap pendaftaran, peserta diharuskan membuat rekaman video pidato berkonsep stand-up dalam Bahasa Indonesia dengan durasi 3 menit serta mengunggah video tersebut di akun YouTube pribadi peserta dengan menyertakan tagar #DBSYES. Pilihan tema dan bahan riset untuk pembuatan pidato bersumber dari DBS Asian Insights yang bisa diambil di situs go.dbs.com/yes. OLYMPUS DIGITAL CAMERA   Pada tahap semifinal, telah disaring 24 semifinalis yang telah diajak untuk melakukan kunjungan ke Istana Negara yang disambut oleh Kepala Staff Presiden, Teten Masduki, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kunjungan ini diadakan guna menambah wawasan para semifinalis mengenai perekonomian Indonesia. Dari 24 semifinalis ini kemudian disaring kembali 11 finalis melalui penjurian tertutup (offline) oleh Pieter Gero, Redaktur Ekonomi Harian KOMPAS; Ade Wahyudi, Managing Director KATADATA; dan Gundy Cahyadi, Ekonom DBS Group Research. Foto 1_Visit to Kantor Staf Presiden Hari ini, pada tahap grand final, ke-11 finalis membawakan pidato mereka dihadapan para dewan juri yang terdiri dari Faisal Basri (Ekonom), Alanda Kariza (Aktivis dan Pendiri Indonesia Youth Conference), dan Gundy Cahyadi (Ekonom DBS Group Research). Penentuan pemenang didasarkan pada beberapa kriteria penilaian (1) Kreativitas; (2) Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas/teknik presentasi; (3) Kesesuaian materi penyampaian pidato dengan tema yang dipilih; (4) Kemampuan membuat pidato dari materi hasil riset DBS dan sumber lain yang kredibel; dan (5) Kemampuan berbahasa Inggris. Faisal Basri, salah satu anggota dewan juri mengatakan, “Saya mendukung program DBS YES sebagai wadah lahirnya calon-calon ekonom masa depan. Para pemenang telah menunjukan kualitas, kompetensi, dan daya saing tinggi mereka sebagai calon ekonom muda berbakat dari Indonesia. Selama proses kompetisi ini, dan hingga tahap final, kami telah melihat para mahasiswa menunjukan pengetahuan yang baik terkait dengan sektor ekonomi dan industri keuangan. Kompetisi ini telah berhasil membentuk mereka untuk memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan dan solusi tentang ekonomi,” tambahnya.”   Ketiga pemenang kompetisi DBS YES akan menerima berbagai hadiah menarik termasuk sesi mentoring secara langsung dengan David Carbon, Chief Economist DBS, di kantor Bank DBS Singapura. Selain itu, ketiga pemenang akan mengikuti program magang di Bank DBS Indonesia, serta memperoleh hadiah uang tunai senilai total Rp100 juta. Mereka juga akan tampil sebagai opening act pada acara DBS Asian Insights Conference, 24 November di hadapan sekitar 700 nasabah DBS, para pejabat pemerintah, pelaku industri perbankan dan pakar ekonomi. Selain itu, Andhika Putra Sudarman, mahasiswa jurusan hukum Universitas Indonesia, terpilih menjadi pemenang favorit karena berhasil mendapatkan like atau share terbanyak di media sosial. Andhika mendapatkan hadiah berupa iPhone 6 persembahan DBS Indonesia. Dewanti Cahyaningsih, pemenang pertama dari kompetisi DBS Young Economist Stand-Up mengatakan, “Melalui DBS YES, kami memperoleh wadah untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri serta menyuarakan ide-ide kami mengenai sektor ekonomi dan industri keuangan Indonesia. Saya berharap agar kedepannya akan lebih banyak wadah bagi anak muda Indonesia untuk mengekspresikan diri mereka.” Informasi tentang DBS Young Economist Stand-Up dapat dibaca pada go.dbs.com/yes

[Selesai]

Tentang DBS Living, Breathing Asia DBS adalah layanan finansial terkemuka di Asia, dengan lebih dari 280 cabang di 17 pasar. Berkantor pusat dan terdaftar di Singapura, DBS memiliki pertumbuhan yang pesat di tiga area Asia: Cina Daratan, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Posisi utama bank, dan juga predikat “AA-“ dan “Aa1”, merupakan yang tertinggi di Asia- Pasifik. DBS telah dikenal dengan kepemimpinannya di regional ini, dan disebut sebagai “Asia’s Best Bank” oleh The Banker, anggota dari grup Financial Times, dan “Best Bank in Asia-Pacific” oleh Global Finance. Bank ini juga dijuluki sebagai “Safest Bank in Asia” oleh Global Finance selama tujuh tahun berturut-turut dari 2009 hingga 2015. DBS menyediakan banyak layanan untuk konsumen, usaha kecil dan menengah (UKM), dan aktivitas perbankan korporat di Asia. Sebagai bank yang tumbuh dan berkembang di Asia, DBS memahami lika-liku bisnis di pasar paling dinamis di regional Asia. Pandangan pasar ini dan keterhubungan regional telah membantu untuk mendorong pertumbuhan bank sehingga menjadikannya sebagai bank pilihan di Asia. DBS berkomitmen untuk membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabahnya, dan memberi dampak positif kepada komunitas dengan dukungan kepada wirausaha sosial, seiring dengan praktik bisnisnya yang sangat Asia. DBS juga telah menggelontorkan bantuan sebesar SGD 50 juta untuk memperkuat tanggung jawab sosial perusahaannya di Singapura dan daerah Asia lainnya. Dengan jaringannya yang kuat di Asia dan penekanan pada keterlibatan dan pemberdayaan staf mereka, DBS membuka kesempatan berkarir yang menyenangkan. DBS mengakui minat, komitmen, dan semangat kerja pada lebih dari 21,000 staf mereka, yang mewakili lebih dari 40 kebangsaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.dbs.com. Tentang PT Bank DBS Indonesia Didirikan pada 1989, dan menjadi bagian dari kelompok yang berbasis di Singapura DBS Group, PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) merupakan salah satu bank yang telah berdiri lama di Asia. Dengan 34 cabang dan 1.600 karyawan aktif di 11 kota besar di Indonesia, DBS Indonesia menyediakan layanan penuh untuk konsumen, usaha kecil dan menengah (SME) dan aktivitas perbankan perusahaan. Diakui sebagai “Best Wealth Manager in Indonesia” oleh The Asset dan “Best Foreign Exchange Bank in Indonesia” oleh Global Finance, DBS Indonesia juga merupakan penerima “Banking Efficiency Award” oleh Bisnis Indonesia selama dua tahun berturut-turut (2012 hingga 2013). Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik www.dbs.com/indonesia Kontak Media Rosel Lavina Soedjati External Communications Manager Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Email: [email protected] | Tel: (62-21) 2988 5249   Keep Breathing, Keep Inspiring! @InspiratorFreak

SHARE
Previous articlePencatatan Warisan Budaya Takbenda goes to Campus
Next articleTree Day School Campaign oleh Earth Hour Tangerang
Passionate banget untuk sharing hal-hal positif ke anak muda Indonesia dan saat ini sedang berjuang untuk membesarkan InspiratorFreak.com. Jadi mentor juga di Young on Top Campus Ambassador

LEAVE A REPLY