Salah satu pembicara, Bapak Sakti Makki sedang mempresentasikan materinya

Sesi pertama seminar (ki - ka): Ibu Sri Safitri, Bapak M. Iskandar, dan Ibu Meity
Sesi pertama seminar
(ki – ka): Ibu Sri Safitri, Bapak M. Iskandar, dan Ibu Meity
Setelah berhasil menyelenggarakan seminar MIST hari pertama, seminar MIST hari kedua pada tanggal 2 Maret 2016 bertempat di Auditorium FEB UI mengundang  pembicara yang tak kalah menarik. Sesi pertama seminar kali ini mengangkat sub tema Optimizing Marketing Tools to Survive The Market. Seminar ini diisi oleh tiga pembicara inspiratif, yaitu Sri Safitri (CMO of TelkomTelstra), M. Iskandar (SVP Fuel Marketing and Distributor of PT Pertamina), dan Misty Maitimoe (Deputy Managing Director Ogilvy Indonesia). Beberapa materi yang dapat ditangkap dari sesi pertama seminar MIST hari kedua ini yaitu:

  • Ibu Sri Safitri: “Kompetisi yang sesungguhnya terjadi saat ini adalah good customer experience. Akan lebih baik lagi jika apa yang dialami oleh konsumen adalah digital personal experience, di mana konsumen akan diberikan kemudahan dalam mendapatkan barang yang sesuai dengan preferensinya”.
  • Bapak Iskandar: “Cara menghadapi kelemahan ekonomi yaitu dengan cara membangun aliansi atau kerja sama dengan konsumen, pintar melihat keadaan pasar, dan mampu beradaptasi dengan situasi pasar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat riset/survei”.
  • Ibu Meity: “7 strategi dalam menghadapi masa ekonomi yang melemah yaitu “Take good cara of existing and high value customer, focus on those on the last mile who are ready to buy, allocate budget and channel choice, prioritize brand portfolio, do ot over use price promotions, reassurance of value messages, if possible: spend more to promote your brand”. Ibu Meity juga memberikan tips pada para startup agar dapat bersaing dengan usaha yang telah ada mereka harus memberikan visualisasi visi owner, atau dengan menceritakan pengalaman owner pada konsumen.

Sesi kedua seminar (ki - ka): Bapak Andra, Bapak Indira
Sesi kedua seminar
(ki – ka): Bapak Andra, Bapak Indira
Seminar kemudian dilanjutkan pada sesi ke-2 dengan mengangkat sub tema Digging Opportunities Amidst Uncertainty. Andra Winatama (Regional Head of Performance Marketing Sephora Digital SEA) dan Indira Abidin (Chief Happiness Officer Fortune Group) menjadi pembicara kali ini.  Berikut beberapa isi sesi dua seminar MIST hari kedua yang IF rangkum untuk Inspirator:

  • Andra Winatama: “Satu kunci dalam keberhasilan Sephora adalah dengan memasukkan teknologi ke dalam penjualan online. Selain teknologi, hal lain yang tak kalah menarik adalah personalisasi yang dilakukan Sephora pada setiap konsumen yang berbelanja. Pada personalisasi konsumen yang berbelanja online, Sephora menggunakan data yang diuji di tiap jangka waktu tertentu sehingga Sephora dapat menawarkan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen. Kadang, preferensi konsumen ini juga dapat didukung oleh pengalaman belanja konsumen secara offline. Di akhir presentasinya, Bapak Andra meminta kepada para pemuda untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam melakukan bisnis”.
  • Indira Abidin: “Beberapa poin penting  dalam pemasaran untuk menjawab tantangan di hampir segala situasi  yaitu:
    • Listen well to your audience, be a human atau Humanize Your Brand, kerja sama dengan influencers seperti Youtubers, reviewers, dll, memberitahukan konsumen cerita di balik produk/brand anda, empower consumen atau membiarkan konsumen memilih sendiri produk apa yang mereka inginkan atau mereka butuhkan, localize your product atau membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan target pasar.
    • Contoh advertisement yang menjelaskan poin – poin di atas yaitu:
    • Beliau juga memberitahukan bahwa dalam menjalankan suatu usaha, sebisa mungkin buatlah usaha yang mengandung nilai yang positif atau memberikan manfaat bagi orang lain, seperti usaha Toms Shoes

Bapak Herianto dengan presentasi dalam sesi ketiga
Bapak Herianto dengan presentasi dalam sesi ketiga
Sesi ketiga seminar (ki - ka): Ibu Adeline, Bapak Herianto, dan Ibu Anne
Sesi ketiga seminar
(ki – ka): Ibu Adeline, Bapak Herianto, dan Ibu Anne
Setelah menikmati coffee break, para peserta seminar MIST hari kedua dilanjutkan dengan sesi ketiga yang mengangkat sub tema Developing Strategies to Overthrow Upcoming Challenge. Seminar ini menghadirkan pembicara Herianto Pribadi (Partner at SKHA Consulting), Anne Mutia Ridwan (Group CEO of Leo Burnett Indonesia), dan Adeline Ausy (Managing Director of Unilever Enterprise Indonesia). Berikut rangkuman materi yang disampaikan oleh para pembicara, yaitu:

  • Herianto Pribadi: “Beberapa strategi yang dapat dipakai dalam menghadapi tantangan mendatang dalam bidang pemasaran yaitu extensive product development, yang dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan riset. Kemudian strong brand position nationally seperti produk Indomie, dan optimalisasi sumber daya manusia agar tercipta lingkungan kerja yang lebih konstruktif dan meningkatkan produktivitas. Beliau juga memberikan tips bagi anak muda dalam menghadapi ekonomi di masa mendatang yaitu “Milikilah keberanian dan keluarlah dari Comfort Zone”, serta “Jika sudah kerja di luar negeri, berambisilah untuk jual produk Indonesia di luar negeri. Milikilah modal nekat.”
  • Anne Mutia Ridwan: “Pada masa krisis ekonomi, salah satu hal yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha adalah dengan tetap melakukan advertising secara kontinyu. Akan tetapi, dalam membuat advertising bagi konsumen, buatlah advertising yang unik dan selalu menarik yang membuat konsumen akan langsung teringat oleh produk tersebut”.
  • Adeline Ausy: “Tiga prinsip yang dipakai untuk mencapai tujuan dari brand Unilever Internasional yaitu ‘Put people first, build brand love, unlock the magic‘.
    • Selain itu, salah satu quotes yang cukup menarik dari Ibu Adeline yang menggambarkan situasi saat ini adalah “Future is Digital so the Future is Now.” Hal ini dilontarkan oleh beliau mengingat saat ini teknologi digital sudah sangat maju sehingga setiap pelaku usaha harus berusaha agar brand mereka dapat dengan mudah ditemukan oleh Search Engine. Tetapi, jika pelaku usaha mempunyai dua pasar, pasar online dan pasar offline, sebisa mungkin kedua pasar itu berjalan bersama atau tetap seimbang.
    • Beliau juga berbagi tips bahwa dalam menghadapi tantangan ekonomi, maka pelaku usaha dapat melakukan beberapa strategi ini: menjalin partnership atau joint business plan, dan buatlah adaptive planning terkait dengan tantangan ekonomi seperti dengan re–alokasi atau menyusun ulang anggaran perusahaan.

Setelah ketiga sesi dalam seminar MIST hari kedua ini selesai, acara seminar The 12th MIST pun harus berakhir. Bagi Inspirator yang belum datang dalam acara seminar The 12th MIST, ini, kalian dapat menghadiri acara MIST yang ke 13 nantinya. Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Wilujeng Mugi Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY