Salah satu pembicara, Bapak Sakti Makki sedang mempresentasikan materinya

MIST (Marketing Insight, Seminar and Training) adalah rangkaian acara marketing tahunan terbesar yang diadakan oleh mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia. Dengan tagline OptiMIST, seminar MIST ini memilih tema Rejuvenating Marketing Strategis During Economic Downturn. Tema ini dipilih dalam seminar MIST tahun ini karena situasi ekonomi dunia yang saat ini sedang melemah sehingga mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat. The 12th MIST mengadakan serangkaian acara berupa seminar yang diadakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 1 dan 2 Maret 2016 bertempat di Auditorium FEB UI, dan Training yang diadakan pada tanggal 3 Maret 2016 di Student Centre FEB UI. Seminar pertama The 12th MIST  mengangkat sub tema Revealing The Real Economic Situation. Sesi pertama seminar MIST ini menghadirkan  Prof. Firmanzah (salah satu Guru Besar FEB UI) dan Sandiaga Uno (Founder of PT Saratoga Investment Sedaya) sebagai narasumber. Acara ini dipimpin oleh Victoria Tanjung selaku moderator.

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno ketika memberikan presentasi dalam sesi pertama
Prof Firmanzah mengatakan bahwa ekonomi dunia memang sedang melambat karena beberapa faktor, diantaranya kenaikan tingkat interest rates (suku bunga) oleh The Fed, zona Eropa yang belum mampu keluar dari krisis, perlambatan ekonomi Tiongkok, harga minyak dunia yang berada di titik terendah, dan harga komoditas yang menurun. Akan tetapi, Prof Firmanzah mengatakan bahwa kemungkinan besar ekonomi Indonesia di tahun 2016 akan lebih baik bila dibandingkan dengan ekonomi Indonesia di akhir 2015. Hal ini, menurut beliau, dikarenakan Indonesia kaya akan sumber dayanya, termasuk sumber daya manusia yang berkualitas, walaupun banyak sumber daya manusia Indonesia masih mempunyai rasa percaya diri yang rendah. Prof Firmanzah juga mengatakan bahwa salah satu penyebab AEC yang sebelumnya dijadwalkan untuk dirilis pada Januari 2015 tetapi kemudian dimundurkan menjadi akhir Desember 2015 adalah karena beberapa negara ASEAN mengaku masih takut untuk melawan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Pembicara selanjutnya, Bapak Sandiaga Uno, mengatakan bahwa Indonesia mempunyai tantangan ekonomi berupa:

  • Kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dan belum adanya pemikiran dari pelaku usaha di Indonesia untuk melebarkan sayap hingga ke pasar regional (ASEAN)
  • Peraturan yang tidak jelas atau terlalu mudah untuk diubah
  • Infrastruktur yang belum terbangun dengan baik

Meskipun begitu, Bapak Sandiaga Uno mengatakan bahwa Indonesia masih mempunyai potensi berupa:

  • Sumber daya alam yang banyak.  Negara kita kaya akan potensi sumber daya alam, seperti motto yang dikatakannya “Our nation has everything and it is up to us to utilize its potential”
  • Peningkatan jumlah penduduk dari kelas menengah
  • Peningkatan pengguna internet dan pengguna teknologi digital

Di akhir sesi pertama seminar MIST, kedua narasumber juga berbagi tips bagi para entrepreneur untuk memperluas pasar dari pasar lokal (di Indonesia saja) menjadi pasar regional (pasar di negara–negara ASEAN). Jadi para enterpreneur haruslah memahami terlebih dulu karakter serta kebutuhan masyarakat di negara tersebut. Baru kemudian sesuaikan dengan produk yang entrepreneur buat. Selain itu, jangan lupa pula untuk menjalin hubungan dengan teman/relasi yang sudah tinggal di negara tersebut. Lebih baik lagi jika entrepreneur Indonesia sudah mulai berhubungan dengan salah satu pelaku pasar/distributor resmi di negara tersebut.

Bayu Syerli Rachmat ketika memberikan presentasi dalam sesi 2
Bayu Syerli Rachmat ketika memberikan presentasi dalam sesi 2
 
Salman Subakat ketika memberikan presentasi dalam sesi 2
Salman Subakat ketika memberikan presentasi dalam sesi 2
Pada seminar sesi ke-2 yang mengangkat sub tema Changes in Consumer Behavior,  hadir Salman Subakat (Marketing Director Wardah Cosmetics), Bayu Syerli Rachmat (Head of Marketing bukalapak.com), dan Susana Sie (Head of Marketing Division PT Nutrifood Indonesia) selaku pembicara. Ketiga narasumber ini membagikan pandangan mereka mengenai perubahan consumer behavior dari masing–masing industri, yakni industri kosmetik, industri e–commerce, dan industri makanan dan minuman. Beberapa hal yang dapat diambil dari materi seminar sesi kedua ini adalah:

  • Bapak Bayu Syerli: perubahan consumen behavior ini ditandai dengan teori Zero Moment of Tuth
  • Ibu Susana Sie: Consumer behavior harus dilihat dari setiap target kategori konsumen, misalnya kategori usia konsumen. Ibu Susana juga memberikan satu kata yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis “Live the life of the brand.” atau dengan kata lain, jalani motto brand anda dalam kehidupan sehari–hari.
  • Bapak Salman: konsumen memang banyak yang memakai tiap kategori produk kosmetik dari berbagai jenis brand yang ada. Akan tetapi, lanjut beliau, hal ini tidak perlu dikhawatirkan sebab beberapa konsumen akan menjadi loyal terhadap suatu brand.

Ketiga narasumber menyetujui bahwa setiap pelaku bisnis saat ini haruslah sensitif dengan kebutuhan konsumen serta trend yang ada di masyarakat. Namun, akan lebih baik lagi jika seorang pelaku bisnis dapat melihat 2–3 kali lebih maju dibandingkan pelaku bisnis lainnya mengenai trend apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kedua hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat observasi pada konsumen dan juga market research. Setelah beristirahat sejenak, peserta mengikuti kembali seminar sesi ke-3 yang mengangkat sub tema The Impact for Companies: Why We Need to Rejuvenate Marketing Strategies. Seminar ini menghadirkan Sakti Makki (Co Founder of MakkiMakki Strategic Branding Consultant) sebagai pembicara. Bapak Sakti Makki menjelaskan bahwa hal yang terpenting yang harus diciptakan oleh setiap perusahaan adalah branding bukan marketing, sebab branding dapat membangun loyalitas konsumen dan loyalitas itulah yang akan membuat konsumen tetap membeli/memakai produk dari suatu perusahaan walaupun ekonomi suatu negara sedang melemah sekalipun. Namun, untuk menciptakan branding memerlukan waktu dan usaha yang cukup keras. Nah, setelah Seminar MIST hari pertama ini, materi yang didapatkan oleh peserta belum berhenti sampai di sini saja karena masih ada hari kedua seminar MIST yang diisi dengan pembicara yang juga sangat menginspirasi. Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Wilujeng Mugi Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY