ASEAN Founders

Hai Inspirator! Memasuki tahun 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah mulai diberlakukan loh. Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN, tentu akan mengalami berbagai perubahan dengan adanya MEA. Tetapi sebelum itu, Inspirator wajib tau awal mula terbentuknya ASEAN hingga kemunculan MEA. Sejarah ASEAN Association of South East Asian Nations (ASEAN) adalah sebuah organisasi antar negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Berdiri setelah ditandatanganinya Deklarasi ASEAN, pada tanggal 8 Agustus 1967 ASEAN resmi terbentuk beranggotakan 5 negara, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Seiring berjalannya waktu, negara-negara lain di Asia Tenggara bergabung sehingga kini ASEAN beranggotakan 10 negara, terdiri dari 5 negara pendiri, dan Brunei Darussalam (bergabung pada tanggal 7 Januari 1984), Myanmar dan Laos yang bergabung pada tanggal 23 Juli 1997) dan Kamboja yang bergabung pada tanggal 30 April 1999. Deklarasi ASEAN sendiri memuat sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dengan berdirinya ASEAN, antara lain kerjasama di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya.

Para Penandatangan Deklarasi Bangkok | Sumber: image.slidesharecdn.com

Pada tahun 1961, dengan dukungan dari Thailand dan Filipina, Malaysia membentuk Perhimpunan Asia Tenggara (ASA). ASA bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi dan kebudayaan. Tuanku Abdul Rahman, pemimpin Malaysia pada waktu itu, menginginkan negara lain dalam kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk bergabung. Namun Indonesia yang sedang berada di bawah kepemimpinan Soekarno menolak untuk bergabung dengan berhembusnya gerakan Ganyang Malaysia. Indonesia bahkan mencurigai bahwa organisasi tersebut merupakan perpanjangan tangan atau melayani kepentingan negara-negara Barat. ASA tidak berjalan mulus karena terjadi perseteruan di antara mereka.

Soekarno pada waktu itu bersikap keras terhadap Malaysia | Sumber: penasoekarno.files.wordpress.com

Pada bulan Maret tahun 1966, muncul ide untuk menghidupkan kembali ASA. Namun, Indonesia tetap menolak untuk bergabung. Setelah pemerintah Indonesia dipegang oleh Presiden Soeharto, Indonesia kembali menjalin hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Hubungan Indonesia juga meluas dengan negara-negara lain di kawasan Asia tenggara.

Tanggal 8 Agustus 1967, Lima Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia bertemu di Bangkok. Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan berupa pendirian Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Berdirinya ASEAN ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh kelima delegasi dari masing-masing negara. Adapun Isi dari Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:

1. Mempercepat pertumbuhan, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

2. Memelihara perdamaian dan stabilitas dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara. 3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi. 4. Saling memberikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian pada bidang pendidikan, kejuruan, teknik dan administrasi. 5.Bekerja sama lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar dalam bidang pertanian, industri dan perkembangan perdagangan termasuk studi dalam hal perdagangan komoditi internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat. 6. Meningkatkan studi tentang masalah-masalah di Asia Tenggara. 7. Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang mempunyai tujuan sama serta mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan mereka. Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah kita bahas di awal adalah salah satu program dari ASEAN untuk membangun di bidang ekonomi. Selain di bidang ekonomi, ASEAN juga memiliki program di bidang politik dan sosial budaya. Jadi, ASEAN bertujuan untuk mengembangkan setiap bidang negara-negara yang menjadi anggotanya. ASEAN kini berusaha menggerakan masing-masing anggotanya untuk mulai melangkah menuju negara-negara Asia Tenggara yang berorientasi ke luar, hidup dalam damai, stabil dan makmur serta terjalin relasi dalam perkembangan yang dinamis dan dalam komunitas yang peduli.

Para Kepala Negara Asia Tenggara dalam ASEAN Summit 2016 | Sumber: media.themalaysianinsider.com

Oleh karena itu, sudah saatnya kita sebagai generasi muda, berjuang agar tidak kalah saing dengan negara di Asia Tenggara lainnya. Ingat, kita dan negara lain bersaing sebagai rival yang saling mendorong ke arah yang lebih baik, bukan sebagai musuh yang saling menjatuhkan. Kepala Negara ASEAN sudah saling menggandeng erat satu sama lainnya sebagai simbol persatuan dan kesatuan serta simbol untuk saling mendukung satu sama lain untuk membawa ASEAN sebagai komunitas regional yang aktif sekaligus efektif di kancah Global. Mari bantu negara ini agar dapat mempersiapkan diri menghadapi MEA dengan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Keep Breathing Keep Inspiring Penulis : Timothy Wiradanny Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY