Hai Inspirator! Hari ini, tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. UNESCO pada tahun 1999 meresmikan International Mother Language Day, setelah adanya gerakan mahasiswa di Bangladesh yang menginginkan pengakuan bahasa asli mereka sebagai bahasa nasional. Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, apa yang bisa kita lakukan ya? Yuk kita bahas! Indonesia adalah negara kepulauan yang multikultural. Beragam kebudayaan dari tiap-tiap daerah bagian Indonesia memiliki karakteristiknya tersendiri, salah satunya yaitu bahasa. Coba bayangkan, bagaimana sesama rakyat Indonesia berkomunikasi bila masing-masing daerah mempergunakan bahasa daerahnya sendiri. Apakah orang Jawa akan mengerti apa yang diucapkan oleh orang Sumatera. Jawabannya tentu tidak. Oleh sebab itu, kita mestilah bersyukur akan perjuangan para pemimpin bangsa terdahulu yang memikirkan hal ini. Meski memiliki bermacam-macam bahasa daerah, tetapi rakyat Indonesia mengerti satu sama lain karena adanya bahasa Indonesia. Isi dari Sumpah Pemuda mempersatukan semua  perbedaan bahasa daerah yang ada dengan sempurna dalam kalimat yang berbunyi: “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”. Lalu, apa sebenarnya pesan dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional? Hari Bahasa Ibu Internasional hadir setelah perjuangan mahasiswa Bangladesh membela bahasa asli mereka. Bercermin terhadap hal itu, Indonesia justru memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan. Indonesia memiliki banyak bahasa daerah untuk dibela, tetapi sebagian orang memilih untuk mengabaikan, bahkan cenderung menganggap bahasa daerah sebagai suatu pemisah. Padahal, bahasa daerah dan bahasa Indonesia adalah sama, sama-sama milik Indonesia. Masalah lain timbul akibat masuknya pengaruh bahasa asing. Alhasil, sekarang banyak anak muda Indonesia lebih bangga akan penggunaan bahasa asing. Mereka lebih senang bicara dengan bahasa asing bersama teman-temannya dibandingkan berbicara bahasa Indonesia. Alasannya karena mengikuti tren yang ada. Mempelajari bahasa asing itu baik Inspirator, tetapi janganlah kita menjadi kehilangan jati diri. Bahkan, alih-alih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, muncul sebuah tren bahasa alay dengan tulisan besar-kecil dan simbol-simbol yang menghancurkan esensi dari kalimat itu sendiri. Maka dari itu, pada Hari Bahasa Ibu Internasional ini, mari kita sebagai Inspirator saling mengingatkan serta menginspirasi satu sama lain untuk menghargai dan menjaga bahasa milik Indonesia, bahasa daerah kita dan bahasa persatuan kita! Keep Breathing Keep Inspiring   Penulis : Timothy Wiradanny Editor   : Kintan Lestari Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleHow to di Inner Healing
Next articleTiga Masalah Utama yang Harus Dibenahi Perguruan Tinggi Indonesia untuk Menghadapi MEA

LEAVE A REPLY