Selamat Datang Era Industri 4.0

Foto: Forbes

Tahun-tahun terakhir ini istilah Industri 4.0 gencar disebut dan dibicarakan di kalangan pegiat industri dan pebisnis di seluruh dunia. Meskipun istilah ini semakin sering dimunculkan, ternyata jauh lebih banyak orang tidak memahaminya. Dalam pengertian singkat, Industri 4.0 atau Revolusi Industri Keempat adalah nama untuk tren automasi terkini dan pertukaran data dalam teknologi pemanufakturan (manufakturing). Ini termasuk sistem fisik-siber dan Internet segala (Internet of ThingsIoT). Apa yang perlu kamu ketahui tentang era Industri 4.0 sebelum mengucapkan “Selamat datang” pada era baru ini?

Pergeseran yang terjadi di dunia mulai dari Revolusi Industri Pertama hingga Keempat

Penemuan teknologi mesin uap pada abad ke-18 di Inggris menandai dimulainya Revolusi Industri Pertama (Industri 1.0). Penggunaan teknologi mesin uap untuk lokomotif, kapal laut, dan mekanisasi pertanian mampu meningkatkan produktivitas manusia dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Revolusi Industri pertama menyaksikan Inggris Raya beralih dari pertanian ke produksi di pabrik pada abad ke-19.

Revolusi Industri Kedua terjadi pada periode mulai tahun 1850-an hingga masa Perang Dunia I (28 Jul 1914-11 Nov 1918). Tuntutan untuk menjadi produktif terus berlanjut hingga memasuki awal abad ke-20. Di sinilah Industri 2.0 dimulai. Periode ini dimulai dengan memperkenalkan baja, yang mencapai puncaknya pada masa awal pabrik-pabrik mulai menggunakan listrik dan awal dimulainya periode produksi massal.

Tuntutan untuk memproduksi barang dengan produktivitas tinggi tidak pernah berhenti. Ditemukannya Programmable Logic Controller (PLC) pada 1960-an memungkinkan otomatisasi dan robotisasi dalam sistem produksi. Ini menjadi awal Revolusi Industri Ketiga (Industri 3.0). Revolusi Industri Ketiga merujuk pada perubahan dari teknologi analog, mekanik, dan elektronik ke teknologi digital. Produksi massal dilakukan dengan lebih berkualitas, lebih cepat, dan lebih murah. Ini terjadi pada periode 1950-an hingga akhir 1970-an.

Selamat datang era Industri 4.0

Foto: techradar.com

Seiring berjalannya waktu, tuntutan produsen barang tidak hanya sebatas bekerja otomatis dalam internal pabrik. Lebih dari itu, produsen harus mampu menyusun siapa pun mitranya dalam jejaring pasokan untuk memenuhi semua permintaan pasar secara responsif sekaligus efisien.

Seiring semakin canggihnya pengguna barang dan jasa, perusahaan harus mampu membuat berbagai produk yang diinginkan dalam jumlah berapa pun. Ini tantangan utama personalisasi massal yang belum terjawab hingga Industri 3.0. Industri 4.0 hadir untuk menjawab tantangan ini.

Akhirnya, sekarang dunia menyambut Revolusi Industri Keempat–peralihan ke digitalisasi. Industri 4.0 menggunakan sistem IoT dan sistem fisik-siber seperti sensor yang memiliki kemampuan menghimpun data yang bisa digunakan oleh pabrik dan produsen. Kemudian, perkembangan Big Data dan analisis yang kuat berarti sistem bisa menjaring rangkaian data berukuran sangat besar dan menghasilkan pengetahuan yang bisa ditindaklanjuti dengan cepat. Selanjutnya, infrastruktur komunikasi yang mendukung semua ini cukup aman untuk digunakan industri-industri berat.

Pabrik cerdas

Foto: techradar.com

Industri 4.0 memperkenalkan sesuatu yang disebut “pabrik cerdas”. Di pabrik ini sistem fisik-siber memonitor proses fisik pabrik dan membuat keputusan desentralisasi. Sistem fisik ini menjadi Internet of Things (Internet segala), yang berkomunikasi dan bekerja sama dalam dua arah–dengan sesama sistem dan dengan manusia secara real time melalui laman nirkabel (wireless web).

Pabrik cerdas, yang nanti menjadi jantung Industri 4.0, akan mengutamakan informasi dan teknologi komunikasi untuk menciptakan evolusi dalam rantai pasokan dan jalur produksi yang menciptakan tingkat automasi dan digitalisasi yang jauh lebih tinggi. Artinya, mesin-mesin melakukan optimalisasi dan konfigurasi sendiri, bahkan menggunakan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan tujuan menghasilkan efisiensi biaya besar-besaran dan produk atau layanan dengan kualitas lebih baik.

Mari bersiap mengucapkan, “Selamat datang era Industri 4.0.”

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here