Ilustrasi: Pexels.com

11.11.

Apa yang terlintas di pikiran Inspirator ketika melihat angka kembar seperti itu? Nomor cantik? Kode rahasia ke peti harta karun? Sandi badan intelijen? Ulang tahun orang terkasih? Tanggal penting lainnya? Jawabannya bisa apa saja, tapi yang saya maksud di sini tanggal 11 November, yang dikenal sebagai Hari Jomblo Nasional di China.

Ya, Hari Jomblo atau yang di China dikenal dengan Guanggun Jie, ternyata berawal di Negeri Tirai Bambu. Wikipedia Indonesia menuliskan bahwa Hari Jomblo atau Singles’ Day ada sejak tahun 1993, dimulai dari Universitas Nanjing di China. Kemunculan Singles’ Day ini awalnya sebagai protes atas perayaan Hari Valentine oleh mahasiswa di Universitas Nanjing. Mereka juga ingin punya hari khusus untuk merayakan status jomblo mereka, karena di China para jomblo sering dipandang sebelah mata.

Jomblo tidak lagi malu dengan status mereka. Akhirnya tanggal 11 November (11/11) ditetapkan sebagai Singles’ Day untuk dirayakan para lajang di sana. Mahasiswa yang selama masa kuliah selalu merayakan Hari Jomblo membawa tradisi itu keluar kampus setelah lulus sehingga akhirnya, Hari Jomblo semakin populer dan berkembang seiring berkembangnya internet pada masa itu.

Seiring perjalanan waktu, sekarang sebagian besar jomblo di China ikut merayakan hari spesial ini. Untuk merayakan Hari Jomblo, para lajang di China biasanya menyantap empat youtiao (atau cakwe) yang merepresentasikan empat angka 1 pada simbol 11.11 (11 November) dan satu bakpao yang mewakili simbol titik yang memisahkan empat angka satu sebagai menu sarapan.

Tanggal 11 November dipilih karena perpaduannya bisa diterjemahkan sebagai empat angka satu, lambang untuk sesuatu yang tunggal atau berdiri sendiri. Mereka merayakan Hari Jomblo dengan berbelanja dan berpesta dengan sesama jomblo. Singles’ Day biasanya banyak dimanfaatkan pedagang untuk memberikan diskon pada mereka yang belum memiliki pasangan.

Hari Jomblo yang Menyenangkan

Jika kamu membayangkan Singles’ Day sebagai hari menyedihkan, kamu salah besar. Para lajang di China berupaya membuat tanggal 11 November menjadi hari menyenangkan. Mereka sering merayakan dengan mengadakan pesta sesama jomblo, yang berpasangan tidak boleh ikut. Uniknya, ada jomblo yang justru menemukan pasangan setelah datang ke pesta sesama jomblo. Hm, artinya tiga bulan kemudian mereka sudah ikut merayakan Hari Valentine. Seru juga ya?

Internet dan teknologi menjadi salah satu faktor mengapa Hari Jomblo yang tadinya hanya diperingati di lingkup kecil kampus akhirnya menjadi perayaan di seluruh dunia. Di Indonesia, Hari Jomblo masih dirayakan terbatas oleh mereka yang melek internet, sedangkan di negara asalnya, Hari Jomblo ditetapkan sebagai libur. Beberapa kampus atau organisasi yang berisi banyak anak muda memberi kebijakan libur supaya mereka bisa berbaur dengan sesama jomblo dan mendapatkan pasangan. Bahkan beberapa kampus mengadakan acara spesial untuk mereka yang masih jomblo. So sweet.

Jika saat ini kamu tidak punya pasangan, kegiatan positif apa yang kamu lakukan pada tanggal 11 November tahun ini, yang bertepatan jatuh pada weekend? Banyak, pastinya. Salah satunya makan bersama teman yang juga tidak punya pasangan atau orangtua. Atau kamu bisa membaca novel MetroPop: Episode Para Lajang (www.gramedia.com/metropop-episode-para-lajang.html) karya Shandy Tan ini.

Tidak punya pasangan bukan berarti dunia kita hancur. Punya pacar atau suami/istri bukan perlombaan. Perlu diingat, tidak semua lajang merasa kesepian dan tidak semua yang berpasangan merasa bahagia. Being single is not a crime. Selain itu, lajang juga memiliki banyak waktu bebas untuk mengejar impiannya yang paling liar tanpa perlu meminta izin dari terlalu banyak orang.

Sebagai penutup tulisan ini, saya kutip satu pemikiran inspiratif dari novel Episode Para Lajang:

Single gives you a space to grow. Sometimes it’s harder to grow when you are to close to someone. Trees are planted far apart so they can spread their branches and become strong as they mature. Single means that sometimes you will wonder why you will bite your lips and feel wistful and wonder if marriage is better. Single is realizing that being married is not necessarily better, it’s merely different.

(Tulisan dirangkum dari berbagai sumber di Internet.)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY