#SAVEJAKARTA: Karena Jakarta Terlalu Indah Untuk Ditinggalkan

jakarta
Ilustrasi: Jonathanhagard.wordpress.com

“Ke Jakarta aku kan kembali

Walaupun apa yang kan terjadi.”

Lirik lagu dari Koes Plus ini pas banget untuk mengungkapkan kecintaan penghuni Jakarta. Bagaimana tidak, kota yang berulang tahun setiap 22 Juni ini kerap mengalami peristiwa besar. Mulai dari banjir bandang, Kerusuhan 13-15 Mei 1998, aksi demo besar-besaran hingga teror bom yang baru-baru ini terjadi.

Tetapi sadar gak sih Inspirator, dengan segudang permasalahan tersebut, Jakarta tak pernah kehilangan pesonanya. Peristiwa besar itulah yang membuat kota dan warga kota ini menjadi semakin kuat untuk berbenah diri. Netizen pun ramai-ramai membanjiri tanda pagar #SAVEJAKARTA sebagai bentuk kepedulian dan cintanya mereka pada ibu kota ini.

Sebenarnya apa sih yang membuat kota ini begitu dicintai oleh warganya? Bahkan dengan permasalahannya, Jakarta masih saja menarik jutaan masyarakat Indonesia. Berikut ulasan Inspirator Freak.

  1. Karena Jakarta terlalu indah

Foto: Dolandolen.com

Tidak berlebihan bukan menyebut Jakarta “terlalu indah”? Sejak era kolonial Belanda, kota yang dulunya bernama Batavia ini menjadi pusat pemerintahan Hindia-Belanda. Selama kolonialisasi Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Pembangunan di kota ini terus berkembang hingga melahirkan beberapa tempat ikonik dan “rasanya belum ke Jakarta kalau tidak mengunjunginya”.

  1. Pusat bisnis, pusat belanja, dan pusat kebahagian yang hakiki

Foto: Anythingjakarta.com

Dalam KTT Indian Ocean Rim Association (IORA), Presiden Jokowi menyebut Jakarta sebagai pusat niaga dan pusat bisnis Indonesia. Apalagi adanya Pasar Tanah Abang sebagai pusatnya pasar grosir terbesar di dunia, jutaan pedagang kaki lima, tempat wisata dan hiburan yang gak ada matinya. Lengkap sudah Jakarta sebagai pusat kebahagian yang hakiki.

  1. Indonesia versi mini

Foto: Metrotvnews.com

Mau makan makanan khas Padang? Gak usah jauh-jauh ke Padang, di Jakarta ada banyak warung Nasi Padang. Apalagi buat Inspirator yang mendambakan jodoh Daeng, gak perlu datang ke tanah Makassar. Di jakarta, Inspirator bakal nemuin beragam suku dan budaya dari seluruh Indonesia.

  1. Lahirnya generasi inovatif dan kreatif

Foto: Metrotvnews.com

Tingginya permasalahan di kota ini justru melahirkan generasi yang inovatif dan kreatif. Macet? Muncullah inovasi bertagline karya anak bangsa. Got mampet, lampu jalan mati, dan sejumlah pengaduan warga lainnya, bisa melalui aplikasi Qlue. Mau memulai startup dan nyari tempat? Bisa memanfaatkan co-working space.

  1. Kepedulian yang kuat

Foto: CNNindonesia.com

Suku, agama, ras dan komunitas/organisasi boleh berbeda, tetapi soal kepedulian tak pernah membedakan. Satu sama lain saling bahu membahu membantu. Ada bencana, teror, diskriminasi, dll, penghuni kota ini siap mengulurkan tangan.

  1. Musibah, keep positif & enjoy it!

Foto: Facebook.com/Lala Trivianti

Masih ingat bencana banjir pada Februari lalu? Banjir yang menggenangi ibu kota selama beberapa hari itu memang menyedihkan, tetapi ada saja cara warga Jakarta untuk tetap berpikiran positif dan bersikap santai. Seperti munculnya putri duyung atau aksi terorisme, yang biasanya menakutkan. Tetapi justru mendatangkan pedagang yang berjualan tak jauh dari area pemboman.

Oh ya, kalau Inspirator punya hal yang lain tentang Jakarta, yuk komen dan bagikan kecintaan kalian pada kota ini.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here