Saung Laskar Halimun: Dedikasi Bagi Pahlawan Kebudayaan Seni Sunda di Desa Malasari

Seni

Desa Wisata Malasari terletak di Kecamatan Nanggung, sebuah kecamatan di pinggiran Kabupaten Bogor, merupakan salah satu desa wisata potensial. Keindahan pemandangan alam yang masih sangat alami dan pesona kesenian yang kental dengan kebudayaan sunda serta kearifan lokal masyarakat setempat memiliki pesonanya sendiri. Pesona Desa Malasari menjadi nilai jual yang sangat berharga bagi masyarakat. Selain itu, Desa Malasari juga merupakan desa cikal bakal terbentuknya Kabupaten Bogor sehingga dibangunlah Rumah Sejarah yang merupakan tempat tinggal Bupati Pertama Bogor dulunya.

Sunda

Di antara banyaknya pesona desa Malasari, terdapat permasalahan yang cukup serius terkait dengan kebudayaannya. Antusiasme masyarakat demi menjaga potensi wisata tersebut tidak diikuti dengan regenerasi untuk mempertahankan kebudayaannya. Hal ini dinilai akan berdampak pada penurunan nilai-nilai luhur kebudayaan Desa Malasari.

Keadaan seperti di atas tidak baik jika terus dibiarkan. Banyak generasi muda yang mulai kurang tertarik akan budayanya sendiri di tengah arus globalisasi yang melanda. Namun, dibalik itu semua ada sepasang suami-istri yang masih giat dan keukeuh melestarikan kebudayaan Malasari. Meskipun usia mereka dapat dikatakan sudah tidak muda lagi, semangat mereka masih terjaga untuk terus mengabdi.

Pak Ngkos, seorang guru kelas VI di SD Malasari 01 bersama sang istri, Bu Ucu merupakan Pahlawan Kebudayaan Seni Sunda di Desa Malasari.

Desa Malasari

Mereka sudah lama mengabdi dan mendedikasikan diri untuk melestarikan kebudayaan di Malasari. Bagi mereka seni budaya merupakan panggilan hidup. Harapan mereka hanya satu, “Jika kami sudah tidak ada, lantas siapa yang akan melanjutkan perjuangan kami? Kami hanya ingin para generasi muda di sini memiliki semangat untuk melestarikan seni budaya di Malasari.” Ucap Pak Ngkos dan Bu Ucu ketika kami bersilahturahmi di kediaman mereka.

Keadaan itulah yang menjadi latar belakang kami, mahasiswa IPB yang tergabung dalam Organisasi IPB Mengajar mencoba membuat suatu Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Kepada Masyarakat yang bernama Saung Laskar Halimun. Pemberian nama Saung Laskar Halimun ini tak lepas dari nama lokasi Desa Malasari yang terletak di kaki Gunung Halimun Salak dan termasuk ke dalam area Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kami berharap program tersebut mampu menampung minat bakat para generasi muda serta mempertahankan seni budaya sunda di Desa Malasari. Selain itu juga mampu memberikan nilai tambah pada pariwisata sehingga mampu meningkatkan perekonomian serta tingkat kesejahteraan warga Desa Malasari.

Budaya

Program ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu Laskar Tari, Laskar Degung, dan Laskar Angklung. Sesuai dengan namanya, kami membagi kegiatan tersebut guna memudahkan pelatihan sesuai minat dan bakat generasi muda Desa Malasari. Kami memilih seni tari, degung, dan angklung karena seni budaya tersebut merupakan aspek kental yang ada dalam kesenian sunda.

Musik Tradisional

Kegiatan latihan berlangsung di SD Malasari 01. Kegiatan pelatihan sendiri biasa dilakukan setiap akhir pekan bersama anak-anak SD Malasari 01, remaja desa, serta didampingi oleh guru. Kenapa harus didampingi oleh guru? Hal ini karena kami ingin akan tetap ada orang yang dapat mengawasi dan mendampingi mereka ketika kami sudah tidak dapat mendampingi lagi selama pelatihan maupun kegiatan lainnya sehingga tercapai keberlanjutan.

Kami mendedikasikan kegiatan ini untuk para Pahlawan Kebudayaan Seni Sunda dan kami juga mengabdikan diri untuk Desa Malasari. Sebuah harapan untuk kelestarian seni sunda dan langkah kecil kami untuk negeri. Semoga perjuangan para Pahlawan Kebudayaan tidak akan hilang dimakan oleh waktu.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@Inspiratorfreak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here