RUS Animation Studio Siapkan Siswa SMK Menjadi Animator Masa Depan

Sebagai negara dengan lebih dari 1000 kelompok etnis, Indonesia memiliki bervariasi seni dan budaya yang mengandung nilai-nilai tradisi dan kekayaan lokal. Dengan keragaman budaya dan iklim kreatif yang besar ini, Indonesia memiliki potensi menjadi pusat industri animasi dunia. Namun, hal itu membutuhkan sistem pendidikan yang dapat menciptakan kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk membangun industry animasi.

Menjawab tantangan tersebut, Djarum Foundation bekerjasama dengan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah membuat Program Sekolah Jurusan Animasi, RUS Animation Studio. Dimana kurikulum program ini dikembangkan untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil dan kebutuhan industri animasi saat ini.

Pada tahun pertama sejak dibukanya jurusan ini, RUS Animation Studio akan merilis film animasi pertamanya yang berjudul “Pasoa & Sang Pemberani”. Film yang mengangkat cerita rakyat Aceh ini merupakan debut pertama SMK RUS dalam dunia film animasi.

s0527715
Siswa tengah mengerjakan proyek Pasoa (foto: dok. pribadi)

Muhammad Muklisin, salah satu siswa yang terlibat dalam film ini mengisahkan pengalamannya. Mengambil setting cerita di hutan, Muklisin bertugas untuk membuat karakter berbagai pohon. Meski awalnya sempat mengalami kesulitan membuat tekstur pohon yang sesuai dengan aslinya, Ia akhirnya bisa membuat bermacam-macam karakter pohon dan tanaman.

“Saya mengikuti pelatihan dan dilatih oleh orang-orang yang berpengalaman.” ujarnya.

Menurut Ulum, pengajar 3D Modeller SMK RUS, meski baru satu tahun ada jurusan animasi, siswa yang masuk dan peminatnya cukup banyak. Bahkan beberapa ada yang dari luar Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan animator-animator hebat.

“Mereka sangat beruntung di usia yang sangat muda sudah belajar langsung dengan fasilitas selengkap ini serta dibimbing langsung oleh orang-orang yang terjun ke industrinya. Jadi, mereka memiliki pengalaman yang tidak akan didapatkan dimanapun.” ungkapnya.

Untuk mendukung kompetensi siswa, lanjutnya, berbagai project dalam maupun luar negeri langsung diberikan kepada siswa. Bahkan, RUS Animation Studio mendatangkan beberapa Animator profesional dari luar negeri seperti Massami Obari, Jepang. Siswa diberikan pelatihan selama satu minggu.

“Jangankan mereka, kita yang sudah lama berkecimpung di industri ini saja merasa iri bisa mendapat ilmu dan pelatihan dari Beliau. Saya merasa untuk selevel anak SMK, mereka luar biasa padahal baru satu tahun.”

Dari project Pasoa, Ulum berharap menjadi titik awal bagi RUS Animation Studio melangkah lebih baik lagi. Dengan fasilitas dan talenta yang dididik dari awal, Ia juga berharap bisa menjadi panutan bagi SMK dan lembaga lain agar industri animasi Indonesia semakin banyak.

“Karena sampai saat ini studio-studio animasi membutuhkan banyak artist dan kewalahan mencarinya. Itu artinya, peluangnya masih banyak tetapi sdm yang berkualitas masih kurang. Jika dari SMK sudah didik seperti ini artinya industrinya akan semakin maju.” tutupnya.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Ifa Ikah

Editor   : Nindya Kharisma Cahyaningtyas

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY