Riset Membuktikan: Smartphone dan Makanan Olahan Bisa Menurunkan Skor IQ

Kecuali karena cacat bawaan (bersifat genetis) atau mengalami kecelakaan, banyak ilmuwan percaya tidak ada manusia bodoh. Riset membuktikan, tes skor IQ yang dilakukan orang yang sama, pada waktu berbeda, bisa memberikan hasil berbeda. Misalnya, orang yang ikut psikotes setelah bergadang, dan setelah itu menjalani tes lagi ketika waktu tidurnya cukup, akan mendapatkan skor IQ berbeda.

Sama seperti otot tubuh lainnya, otak manusia perlu dirangsang dan dilatih untuk mempertahankan kinerja dan performanya. Jika ingin kemampuan kerja otakmu sedahsyat Intel Core i7, pertimbangkan untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang bisa menurunkan skor IQ ini.

Selain asupan makanan bergizi untuk otak, yang bisa mencegah alzheimer, demensia, dan penurunan skor IQ, ada beberapa kebiasaan yang disarankan untuk menghindari hal ini.

Terlalu sering menggunakan smartphone

Photo credit: vnreview.com

Rasanya, sekarang hampir setiap orang–bahkan balita–tidak bisa lepas dari smartphone. Orang dewasa bahkan banyak yang memiliki smartphone lebih dari satu. Tidak dimungkiri, ponsel pintar berperan penting dan berdampak luas dalam perbaikan kualitas hidup manusia di seluruh dunia. Ironisnya, pada saat yang sama ponsel cerdas juga berpotensi menurunkan IQ seseorang.

Mengapa demikian? Smartphone menyimpan potensi membuat orang kecanduan dan otaknya menumpul, sehingga membatasi kemampuan kognitifnya.

Peneliti dari University of Texas mengumpulkan kira-kira 800 pengguna smartphone. Partisipan harus mengikuti beberapa tes komputer yang mensyaratkan perhatian penuh dari mereka. Peneliti kemudian meminta sebagian partisipan meletakkan ponsel mereka di ruangan lain, dan sebagian lagi hanya diminta menyetel ponselnya ke mode bisu dan menaruhnya dalam keadaan layar menghadap meja. Partisipan yang meninggalkan ponselnya di ruangan lain ternyata mampu mengerjakan tes dengan lebih baik daripada partisipan yang menaruh ponselnya di dekat mereka.

Peneliti percaya bahwa keberadaan smartphone di dekat seseorang menghambat kemampuan orang itu untuk berfokus. Salah satu alasannya adalah karena orang zaman sekarang terlalu terbiasa mengecek ponselnya secara terus menerus. Jika ponselnya tidak ada di jarak pandangan, seseorang secara otomatis memiliki fokus lebih baik karena hal yang memecah perhatian mereka berkurang.

Orang disarankan berdisiplin melakukan usaha untuk menjauhkan smartphone-nya secara berkala supaya bisa bekerja lebih efisien, efektif, dan produktif.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan

Photo credit: bigstock.com

Sekilas mungkin kamu berpikir, “Apa hubungannya?”

Pola makan miskin gizi pada masa kanak-kanak bisa mengerdilkan pertumbuhan kecerdasan seseorang seumur hidupnya. Setelah mengamati kebiasaan makan dan skor IQ kira-kira 14.000 anak berusia muda, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi lebih banyak makanan olahan pada usia tiga tahun memiliki skor IQ rata-rata lebih rendah pada lima tahun kemudian daripada anak-anak dengan pola makan sehat dan seimbang.

Kita semua tahu tubuh dan otak manusia membutuhkan vitamin dan mineral tertentu supaya bisa tumbuh dan berfungsi secara optimal. Otak manusia bertumbuh dalam kecepatan tertingginya selama tiga tahun masa awal kehidupannya. Jadi, jenis makanan yang diberikan ke anak-anak selama tahap awal ini menciptakan dampak kekal pada otak mereka.

Sedihnya, peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan olahan pada usia tiga tahun menunjukkan peningkatan skor IQ hanya sedikit ketika kemudian pola makannya diganti dengan menu sehat dan seimbang. Meskipun skor IQ bukan penentu tunggal tingkat kecerdasan dan kesuksesan seseorang, tapi perannya besar untuk meningkatkan taraf kehidupan.

Intinya, pola makan kaya gizi sangat berperan dalam menentukan skor IQ seseorang, sehingga sebaiknya diterapkan sedini mungkin. Bangsa yang kuat dimulai dari warga negara yang sehat dan cerdas; kesehatan dan kecerdasan dibangun dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here