Sumber : rannasubhan.wordpress.com

Penyanyi                    : Tulus Judul Lagu                 : Bunga Tidur Album                        : Gajah Tanggal Release        : 30 Oktober 2014 Durasi                        : 3:36 Hai, Inspirator! Pasti udah enggak asing lagi kan sama penyanyi yang satu ini? Ya, Tulus. Namanya semakin berkibar di gelantika musik Tanah Air semenjak karyanya menjadi hits dan populer. Suara khas dan lirik yang “dalam” menjadi ciri khas Tulus. Terlebih di album yang dirilis pada tahun 2014 lalu, menghasilkan banyak single hits yang makin melambungkan namanya. Misalnya saja, album yang diberi nama Gajah dan juga Sepatu. Salah satu lagu di album “Gajah” yang mencuri perhatian, berjudul bunga tidur. Lagu ini memang tidak gampang diinterpretasikan. Hal ini karena liriknya yang sarat akan makna namun tetap menarik. Nah, Inspirator, inilah penggalan lirik lagu “Bunga Tidur”: Bekas gincu di sudut bibir kiri Di depan cermin sabtu pagi Aku tak tahu ini punya siapa   Cukup jauh dari mabuk rasanya Untuk tak bermimpi entahlah Ini pertanda apa   Sering malu karna sujud Hanya bila tertekan duhai pria Yang mengaku-ngaku dewasa   Kurun kebal membeku Dididihkan pun tak mampu Ini dia si jago pemalu   Bila kau pikir aku sekuat itu Dua empat tujuh aku bahagia   Kau salah kawan, Ku dilindungi dendangan. Ini musikku dia pagar jarak pandangmu   Mustahil tak bercelah Di depan cermin sabtu pagi Aku bicara dengan pantulanku   Bunga tidur bisa membawamu terkubur Jauh dari sekedar angka hantui pikiran Kadang aku jatuh cinta Kadang naik si pitam Kadang gelap malam Kadang semua tuli Selama ku lihat engkau senang Yang lainnya ku simpan sendiri Lirik lagu ini terkesan “nakal” pada awalnya. Namun, bila kita telusuri lebih lanjut, lagu ini menyimpan makna yang sangat dalam. Melalui bait demi bait pada lagunya, Tulus mencoba merefleksikan kehidupan kita sehari-hari ke dalamnya. Terutama bagi seseorang yang baru menemukan realita kehidupan. Yang pertama, yang dihadirkan Tulus dalam lagu ini adalah bagaimana ukuran kedewasaan seseorang. Saat kita menjadi dewasa, kita diberi banyak pilihan dalam hidup. Dalam berbagai pilihan tersebut, tentu saja terdapat berbagai konsekuensi. Terkadang, konsekuensi di dalam pilihan ini sendiri tidak selalu baik, sehingga memunculkan konflik tersendiri. Mungkin banyak di antara kalian yang pura-pura kuat kalau ada masalah yang datang. Atau pura-pura tegar. Namun, hal itu hanya kepura-puraan. Tidak benar-benar kuat. Mungkin kita semua pernah mengalami hal ini. Lalu Tulus juga menyoroti tentang orang yang kepala batu alias keras kepala. Di liriknya pun dikatakan, didihkan pun tak mampu. Sangat kerasnya sampai didihkan pun tak mampu. Mungkin, kita sering sekali keras kepala. Tidak mengindahkan apa kata orang lain. Yang kita anggap benar adalah benar secara mutlak walaupun di dalam hati yang paling kecil kita mengakui kalau kita salah. Namun kita hanya terlalu malu untuk mengungkapkanya. Uniknya, yang menjadi judul, yaitu bunga tidur hanya disebutkan dalam satu penggalan lirik saja yaitu, bunga tidur bisa membawamu terkubur, jauh dari sekedar angka, hantui pikiran. Bunga tidur yang disebutkan Tulus disini dapat dikaitkan dengan mimpi yang tidak bisa diukur. Mimpi-mimpi yang mungkin bisa membawa kita ke dalam kebaikan maupun keburukan. Ya, penjelasan-penjelasan lirik diatas kembali ke muara lagu ini yaitu Tuhan. Lagu Tulus kali ini memang berisi sindiran-sindiran halus kepada manusia yang seakan mempunyai kuasa lebih dari Tuhan-Nya. Jelas di dalam liriknya ia berkata, sering malu karena sujud hanya bila tertekan. Ya, sujud inilah yang menjadi titik balik lagu ini. Pada kenyataanya memang, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan untuk mencapai kebahagian, biar hidup kalian nggak terombang-ambing, Inspirator. Nah, itu dia sedikit interpretasi lirik dari IF. Semoga dapat menginspirasi kalian ya! Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Noviyanti Editor   : Dylan Aprialdo Rachman Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleECONOWEEKS 2016 by BEM FE UNTAR
Next articleKomunitas Satoe Atap Semarang, Kumpulan Anak Muda yang Peduli dengan Anak Jalanan

LEAVE A REPLY