Nagabonar Jadi 2
ilustrasi larangan

Siapa bilang film bertema nasionalis itu terlalu serius dan membosankan? Kayaknya kamu belum pernah nonton “Nagabonar Jadi 2” deh. Film lanjutan Nagabonar yang rilis pada 1987 lalu, memberikan nilai-nilai kepada Inspirator untuk lebih mencintai Indonesia. Di zaman yang sudah merdeka ini, menuntut Nagabonar untuk mengerti dan memahami kondisi Indonesia yang menjadi lebih modern. Film terbaik 2007 ini sukses membuat penontonnya terngiang ngiang dengan tagline, “Apa Kata Dunia?”. Movie General Pencopet asal Medan yang ikut serta dalam perang kemerdekaan dan kemudian diangkat menjadi Jenderal, dialah Nagabonar (Deddy Mizwar). Setelah ditinggal almarhum istrinya, Nagabonar mendidik putra satu-satunya, Bonaga (Tora Sudiro) sampai ia menjadi sukses sebagai seorang pengusaha besar. Kesuksesan Bonaga membuatnya diminta bekerjasama dengan investor Jepang, untuk membangun hotel dan resort di perkebunan kelapa sawit milik bapaknya di Medan. Bonaga mengajak bapaknya, Nagabonar datang ke Jakarta untuk mendiskusikan proyek yang akan dibangun di perkebunan tersebut. Konflik memuncak setelah mengetahui bahwa perkebunan milik Nagabonar terdapat pula makam ibu, nenek dan paman Bonaga. Film yang dirilis 29 Maret 2007 lalu menyelipkan juga drama cinta antara Bonaga dan Monita (Wulan Guritno). Berikut alasan bagi kamu, Inspirator untuk menonton film yang telah menggondol 5 piala FFI sembilan tahun lalu. 1. Menghormati jasa pahlawannya

jenderal sudirman | coretan-rooney.blogspot.com
jenderal sudirman | sumber: coretan-rooney.blogspot.com
Karena kodratnya sebagai pahlawan kemerdekaan, Nagabonar memberikan penghormatan di taman makam pahlawan. Tidak hanya makamnya saja, di depan patung Soekarno-Hatta dan patung Sudirman pun Nagabonar tergetar hatinya. Inspirator hafal nggak sih dengan peristiwa bersejarah negara kita? Kalau belum, yuk mulai cari tau. Sebagai bentuk terima kasih kita kepada pahlawan. Seperti penggalan pidato Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya.” 2. Bayarlah pajak sesuai dengan kewajibannya
bayarlah pajak tepat waktu | sumber: techmoran.com
bayarlah pajak tepat waktu | sumber: techmoran.com
Inspirator udah terdaftar wajib pajak belum? Kalau sudah menjadi kewajibannya, jangan lupa bayar ya. Bonaga dan perusahannya juga membayar pajak yang disesuaikan dengan pendapatan perusahaannya. Beberapa kali Jaky (Mike Muliadro), teman kantor sekaligus sahabatnya berusaha untuk menekan anggaran yang seharusnya dibayarkan. Tetapi, Bonaga justru menyalahkan Jaky dan menyuruhnya untuk membayar pajak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. 3. Mendatangkan investor luar negeri sama dengan penjajahan
investasi jepang | businesstimes.com.sg
investasi jepang | sumber: businesstimes.com.sg
Nagabonar yang merasakan perang kemerdekaan di zaman Jepang, merasakan kemarahan saat mengetahui Bonaga bekerjasama dengan investor Jepang. Nagabonar menganggap bahwa itu adalah bentuk penjajahan di zaman modern. 4. Menjadi negara yang berprestasi, perlu dukungan fasilitas dari pemerintah
ilustrasi sepakbola | kaskus.co.id
ilustrasi sepakbola | sumber: kaskus.co.id
Inspirator punya mimpi sepak bola Indonesia bisa mengangkat trofi juara dan lolos ke Piala Dunia? Di film Nagabonar Jadi 2 ini, Nagabonar menekankan lapangan sepak bola yang tidak banyak di Indonesia karena pembangunan gedung dan perumahan elit. Mimpi Indonesia lolos Piala Dunia harus diwujudkan dengan banyaknya lapangan sepak bola. 5. Peraturan lalu lintas yang hanya boleh dilewati kendaraan beroda tertentu
ilustrasi larangan |pixabay.com
ilustrasi larangan |pixabay.com
Beberapa jalan di ibukota atau daerah lain punya peraturan yang melarang kendaraan tertentu untuk melintas. Film ini menyindir larangan hak semua orang berlalu lintas, tanpa membedakan kelas sosial yang terlihat dari jenis kendaraannya. Seperti bajaj yang hanya roda tiga, sedangkan mobil bagus beroda empat.   Quotes film :

Nagabonar : “Katanya kau ingin bangsa ini menang main sepak bola, bagaimana bisa menang kalau tidak ada lapangan sepak bola? Apa kata dunia?”

Nagabonar : “Baru kemarin rasanya aku mendengar suara beliau menggelegar di radio mengajak anak-anak muda melawan penjajah. Seorang pencopet, perampok pun akan tergetar hatinya kalau dia bicara” (menunjuk patung Soekarno). Nagabonar : “Turunkan tanganmu. Apa yang kau hormati siang dan malam itu? Apa karena mereka yang di depanmu itu memakai roda empat? Tidak semua dari mereka pantas kau hormati. Turunkan tanganmu jendral. (menunjuk patung Jenderal Sudirman)” Nagabonar : “Maafkan bapakmu Bonaga. Aku tidak bisa mengajarkan kau kelembutan hati. Tapi percayalah, aku sudah mendidikmu semampuku.”   Nah Inspirator, masih nggak cinta dengan Indonesia? Masih nggak punya rasa nasionalis terhadap Indonesia? Yuk mulai sekarang tanamkan semangat merah putih di hati kalian untuk terus mencintai dan membangun negeri kita ini. Info film Dirilis pada : 2007 Sutradara : Deddy Mizwar Cast : Deddy Miswar, Tora Sudiro, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Uli Herdinansyah, Michael Muliadro Penghargaan : Film Terbaik Festival Film Indonesia 2007   Penulis: Yuanita Nur W Editor:  Arief Alqori

Inspirator Freak Keep Breathing, Keep Inspiring!
  Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

 

LEAVE A REPLY