Penulis              : J. R. R. Tolkien Alih bahasa       : Tanti Lesmana Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama (2016) ISBN                  : 978-602-03-2269-8 Tebal buku       : 624 halaman + bonus peta berisi nama tempat–tempat yang ada dalam cerita Harga               : 130.000 Inspirator, apa yang ada dalam benak kalian ketika mendengar nama Tolkien? Pasti kalian langsung kepikiran film trilogi The Lord of The Rings sama The Hobbit kan. Yup, film-film tersebut soalnya merupakan hasil adaptasi dari novel karangan Tolkien. Buat Inspirator yang sudah membaca novel-novel Tolkien, pasti sering menemukan unsur-unsur fantasi dalam novel karangannya. Meski begitu novel karangan Tolkien tidak hanya sekadar menyajikan kisah-kisah fantasi saja, namun novelnya juga sarat akan pesan moral. Hal ini yang dapat Inspirator temukan pada karya Tolkien lainnya, yaitu The Silmarillion. Buku The Silmarillion menceritakan awal mula kehidupan, menurut versi Tolkien, baik awal mula kehidupan Elf dan Manusia. Dalam novel ini juga diceritakan mengenai kerjasama antara Elf dan Manusia dalam melawan kejahatan, selain kejahatan yang ditimbulkan oleh tuan Sauron, Morgoth / Melkor. Buku The Silmarillion ini terbagi menjadi tiga bagian cerita, yaitu mengenai Ainulindalë yang merupakan bagian terbesar dalam buku ini; Akallabêth yang lebih banyak bercerita mengenai kerajaan pertama manusia, Númenor; dan bagian yang bercerita sedikit mengenai cincin–cincin kekuasaan Sauron dan akhir zaman ketiga. Buku ini dilengkapi oleh peta yang berisikan peta nama tempat–tempat yang ada dalam cerita The Silmarillion, yang beberapa di antaranya bahkan belum dituliskan dalam kisah The Lord of The Rings atau The Hobbit. Selain itu, buku The Silmarillion ini juga dilengkapi dengan daftar silsilah keluarga baik dari Elf dan Manusia sehingga dapat dilihat bahwa ada keturunan yang berasal dari kedua ras tersebut, ras Elf dan ras Manusia. Tak hanya peta dan daftar silsilah keluarga, buku ini juga dilengkapi dengan indeks nama–nama yang memudahkan pembaca dalam mencari nama tokoh, atau nama tempat, ataupun nama peristiwa dalam cerita dan lampiran unsur–unsur dalam nama–nama Quenya dan Sindarin (dalam bahasa Elf). Seperti telah disebutkan sebelumnya, buku The Silmarillion ini memuat banyak pesan moral yang tentunya dapat Inspirator aplikasikan dalam kehidupan sehari–hari. Adapun beberapa pesan moral yang terkandung dalam buku ini yaitu:

  • Mengutip dari bagian Surat Tolkien kepada Milton Waldman, Tolkien menuliskan bahwa tidak ada “cerita” tanpa kejatuhan. Hal ini dapat diartikan bahwa kejatuhan atau kegagalan merupakan pengantar dari sebuah cerita lain dan bahkan bisa jadi, cerita dari sebuah kesuksesan. Kejatuhan atau kegagalan mengajarkan untuk memperbaiki diri atau memperbaiki kesalahan yang ada sehingga kita dapat memulai cerita kehidupan berikutnya. Dalam novel The Simarillion, anda akan menemukan banyak peristiwa mengenai kejatuhan seseorang, tetapi peristiwa–peristiwa kejatuhan ini juga diikuti dengan peristiwa untuk bangkit dari kejatuhan tersebut.
  • Jangan bersikap angkuh dan rakus karena hal tersebut bisa menjadi bumerang untuk diri kita. The Silmarillion memuat beberapa kisah yang mengajarkan kita untuk tidak bersikap angkuh dan rakus, seperti kisah Tiga Permata Silmaril yang membuat banyak kejatuhan, kisah kejatuhan kerajaan Númenor, dan kisah lainnya
  • Mengutip kembali dari bagian Surat Tolkien kepada Milton Waldman, tindakan–tindakan hebat dalam sejarah dunia sering kali dilakukan bukan oleh para penguasa melainkan oleh mereka yang kelihatannya tidak dikenal dan lemah. Hal ini benar adanya karena jika melihat beberapa kisah dalam The Silmarillion, seseorang atau sekelompok orang dapat mengubah seusatu atau bahkan dunia dengan bermodalkan tekad, keberanian, ide yang matang, dan bahkan dengan mengorbankan beberapa hal.
  • Sama seperti kisah dalam The Lord of The Rings, kisah–kisah dalam buku ini juga mengajarkan untuk menjadi teman yang setia yang selalu menemani tidak hanya ketika sedang bersukacita, tetapi juga menemani ketika berjuang untuk sesuatu yang lebih baik.

Keep Breathing Keep Inspiring! Penulis : Wilujeng Mugi Editor   : Kintan Lestari   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY