Rayakan Ulang Tahun NTT ke-61, Bumi Kami Kenalkan Kampung Adat Deri Kambajawa

Dengan segala kekayaannya, potensi pariwisata Indonesia tidak lagi perlu diragukan. Sayangnya, pariwisata yang tidak dikelola dengan baik dapat menciptakan kerusakan. Demikian juga dengan Bumi Kami yang percaya bahwa potensi pariwisata Indonesia akan semakin meningkat jika dikelola secara sustainable alias berkelanjutan, dan bahkan memberikan dampak sosial yang sangat besar pada masyarakat sekitarnya.

Kepercayaan itu mendorong Bumi Kami, salah satu pemenang program Young Changemakers Social Enterprise Academy untuk bekerja sama dengan kelompok pengrajin perempuan Parewatana di desa Umbu Pabal, Sumba Tengah, untuk mempromosikan Kampung Adat Deri Kambajawa sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan. Artinya, pengelolaan kampung adat memperhatikan kelestarian lingkungan, dan budaya, serta kesejahteraan warga setempat. Produk kerajinan dan brand Parewatana dari kelompok perajin ini juga dipakai untuk memperkenalkan kampung adat tersebut pada khalayak umum.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Nusa Tenggara Timur pada 20 Desember, Bumi
Kami mengajak masyarakat untuk mengenal hal-hal menarik yang ditawarkan Kampung Adat Deri Kambajawa dalam acara bertajuk Sustainable Tourism Indonesia in Bumi Kami Parawetana. Sesuai namanya juga, acara ini juga diisi dengan sesi talkshow mengenai pariwisata berkelanjutan bersama Cokorda Dewi (Executive Advisor of Special Programs in United in Diversity Foundation), Wayan Darmawa (Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT), Dominggus (Representasi Kampung Adat Deri Kambajawa) dan Israruddin (Program Manager SDSN).

Dalam sesi tersebut, Dewi berbagi pengalamannya menjalankan program pemberdayaan kawasan
wisata dengan konsep berkelanjutan. Juga berpengalaman dalam program pengembangan kepemimpinan, Dewi meyakini bahwa pemuda dan desa merupakan pemangku kepentingan yang sangat penting untuk dapat terus diberdayakan dan diajak untuk berperan aktif untuk menjawab tantangan dan mengembangkan peluang-peluang baru yang dapat mewujudkan kebahagiaan bagi masyarakat secara inklusif.

Tak sekadar berbincang-bincang, tim Bumi Kami juga mengajak pengunjung untuk berpartisipasi langsung melalui knowledge cafe.

Pengunjung yang hadir diminta membentuk kelompok berisikan lima orang untuk saling memberikan pendapat mengenai konsep berkelanjutan yang perlu diterapkan di sektor pariwisata.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here