kelulusan
Ilustrasi: www.coindesk.com

Tidak selamanya momen kelulusan pelajar dirayakan dengan hal negatif dan meresahkan masyarakat seperti konvoi, corat-coret seragam, bahkan tawuran. Kali ini, pelajar Yogyakarta berani mengambil tindakan berbeda untuk merayakan kelulusan mereka dengan mengabdi kepada masyarakat sekitar.

Cara yang mereka lakukan adalah dengan mengadakan kegiatan “Sungkem”. Sungkem merupakan acara tasyakuran yang digagas oleh pelajar se-DIY dan difasilitasi oleh Student Care and Share (Stucash). Kegiatan ini berupa acara amal dengan mengumpulkan donasi dari pelajar.

Hasil dari donasi tersebut 30% disalurkan untuk membantu saudara kita di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur melalui program Pendidikan Tepian Negeri milik LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sedangkan, 70% sisanya digunakan untuk operasional Sungkem seperti konser amal serta membeli nasi bungkus dan susu yang akan mereka bagikan kepada masyarakat membutuhkan pada tanggal 2 Mei 2017 nanti atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Seperti tagline Sungkem, ‘satunggaling meera ing handarbeni seribu sungai, satu samudra’, mempunyai maksud walaupun berasal dari berbagai sekolah, namun memiliki satu rasa sebagai pelajar Yogyakarta. Hal ini sejalan dengan tujuan Sungkem selain untuk beramal, tetapi juga untuk menyatukan pelajar dan untuk mengembalikan citra pelajar yang sesungguhnya.

Sejauh ini, terdapat 35 SMA/SMK/MA sederajat yang bergabung untuk melaksanakan kegiatan Sungkem. Mekanisme donasi yang mereka lakukan dengan cara mengumpulkan buku bacaan, baju atau seragam layak pakai, dan uang tunai melalui penanggung jawab sekolah masing-masing.

“Sebagai pelajar, merayakan kelulusan dengan acara amal merupakan tindakan positif yang patut dicontoh, karena menyatakan rasa syukur kita atas keberhasilan dibandingkan dengan party atau malah konvoi dan sejenisnya,” kata Livia Natant dari SMAN 49 Jakarta.

2017 merupakan tahun kedua Sungkem dilaksanakan dengan peningkatan sasaran dari tahun sebelumnya. Diharapkan, kegiatan ini akan berlangsung setiap tahun agar makin banyak aksi positif yang dilakukan sebagai wujud bakti terakhir pelajar.

“Asyikin saja masa sekolahmu, asal jangan lupa dengan tanggung jawab di masyarakat,” pesan Iqbal Aryana selaku ketua pelaksana Sungkem untuk pelajar Indonesia.

Yap, masa sekolah memang masa di mana kita memiliki momen terindah bersama teman. Namun, hal itu jangan sampai membuat Inspirator lupa dengan keadaan sekitar. Yuk, mulai sekarang tingkatkan jiwa sosial Inspirator dengan berbagi kepada sesama dan rayakan kelulusan dengan hal positif. (II)

Keep Breathing, Keep Inspiring! 

Inspirator Freak 

LEAVE A REPLY