Punya Makna Khusus, Begini Asal-Usul Ketupat Dijadikan Hidangan Lebaran

Photo: primarasa.co.id

Saat Hari Raya Idul Fitri, ketupat menjadi kuliner wajib yang selalu muncul di meja rumahmu. Kuliner berbahan dasar beras yang direndam air, lalu dibungkus dengan daun kelapa atau janur ini biasanya disajikan bersama sayur labu santan dan sambal kentang. Waktu memasak ketupat cukup lama, sekitar 6-8 jam, sehingga banyak juga orang yang memilih untuk membeli ketupat yang sudah matang. Wah, bisa dijadikan peluang usaha nih, Inspirator!

Nah, kamu pasti tidak asing lagi dengan ketupat. Tetapi, kamu sudah tahu belum asal-usul ketupat? Yuk, simak dulu sejarahnya!

Ada sejak masa Sunan Kalijaga

Ketupat dipercaya sudah ada sejak masa Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan Islam pada masyarakat Jawa. Saat itu, masyarakat Jawa punya budaya bakda lebaran dan bakda ketupat. Bakda lebaran adalah sebutan untuk perayaan Idul Fitri, sedangkan bakda ketupat dirayakan seminggu setelah lebaran. Pada masa itu, setiap masyarakat di Jawa akan menganyam daun kelapa muda untuk menyambut lebaran.

Punya makna khusus

Menurut filosofi Jawa, kuliner satu ini punya makna khusus. Ketupat merupakan singkatan dari “ngaku lepat” yang artinya meminta maaf dan “laku papat” yang artinya empat tindakan–lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Photo: idntimes.com

Empat tindakan ini memiliki arti masing-masing. Lebaran berarti berakhirnya waktu berpuasa; luberan berarti melimpahnya harta yang harus disedekahkan pada fakir miskin seperti zakat fitrah; leburan artinya dosa akan melebur habis karena umat Islam saling memaafkan; dan laburan artinya manusia harus menjaga kesucian lahir dan batin setelah Ramadan berakhir.

Anyaman ketupat yang rumit

Photo: idntimes.com

Anyaman ketupat yang rumit ini untuk melambangkan rumitnya kehidupan manusia jika tidak saling memaafkan. Lebaran menjadi momen baik untuk saling memaafkan. Makanya, manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya, ya!

Makna membelah ketupat

Photo: diahdidi.com

Untuk menyantap ketupat, kamu harus membelahnya dulu. Saat membelah ketupat, di dalamnya akan terlihat warna putih–nasi yang sudah matang–yang dilambangkan sebagai hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Ternyata, di balik ketupat yang sering kamu makan selama ini terdapat makna khusus yang mengajak manusia untuk senantiasa saling memaafkan. Wah, menarik sekali, ya.

Itulah asal-usul ketupat yang selalu dijadikan hidangan saat lebaran. Jadi semakin tidak sabar untuk menyantapnya ya, Inspirator?

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here