Program Residensi ASEAN Literary Festival 2016
Walikota setempat, Okky Madasari, Abdul Khalik, perwakilan dari Japan Foundation, Mary Farrow, dan peserta penulis terpilih program Residensi ALF foto bersama. (foto: Ifa)

ASEAN Literary Festival (ALF) untuk ketiga kalinya digelar di Jakarta, mulai 5 Mei hingga 8 Mei 2016. Dengan mengusung tema “The Story of Now”, untuk kali pertamanya, festival ini akan diawali dengan program residensi yang melibatkan 12 penulis dari negara ASEAN dan negara sahabat, Timor Leste, dan Jepang. Program residensi pertama ALF 2016 yang berlangsung mulai dari tanggal 29 April hingga 4 Mei 2016, resmi dibuka hari Jumat (29/04/2016) di Kampung Muara, Jakarta, yang sekaligus menjadi tempat berlangsungnya program residensi bagi penulis terpilih. Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota setempat dan para penulis terpilih, yaitu Sebastian Partogi, Muhammad Rio Johan, Pringadi Abdi Surya, Guntur Alam, Christanto Senda (Indonesia), Heng Oudom (Kamboja), Quratul-Ain Bandial (Brunei Darussalam), Stephanie Ye (Singapura), Ha Trang Van (Vietnam), Ridhwan Saidi (Malaysia), Kristian Sendon Cordero (Filipina), dan Zelia Vital (Timor Leste), serta Akina Shu (Jepang). Dalam acara pembukaan tersebut, para penulis diberi kesempatan untuk membacakan karya mereka. “Awalnya saya nggak percaya bisa terpilih, saya senang karena buat saya ini kesempatan juga untuk menambah pengalaman dan pergi ke tempat berbeda untuk mengasah ide,” ujar Sebastian Partogi, salah satu peserta program residensi terpilih yang ditemui tim Inspirator Freak. Sebastian juga menambahkan bahwa ajang ini bagus untuk para peserta karena bisa menjadi wadah mereka untuk saling mengobrol tentang banyak hal, bertemu dengan banyak orang, mendapatkan perspektif baru dari masing-masing peserta, dan dapat mengunjungi tempat tidak terduga di Jakarta. Sebagai penulis jika ide sedang surut, program seperti ASEAN-Japan Residency yang dibutuhkan oleh mereka. Para penulis terpilih akan menjalani program selama masa residensi, di antaranya pemaparan dari negara asal masing-masing, berbagi ilmu dan pengetahuan khususnya dalam hal menulis karya sastra, pertukaran seni budaya, dan keahlian lainnya yang terkait dengan teknologi. Program residensi juga mengajak para peserta untuk peduli pada lingkungan, khususnya di sekitar kampung, serta terlibat dalam aksi bersih Kali Ciliwung. Peserta juga diajak untuk mengenal tempat wisata dan sejarah menarik kota Jakarta. “Tetap menjaring penulis-penulis pemula dari seluruh Indonesia dan Asia Tenggara, serta publikasi media sosial bisa meningkatkan kesadaran orang tentang sastra, karena dengan adanya acara ini menjadi penguatan bahwa sebagai pemula kita juga bisa mengeksplorasi dan kita juga mengajak orang untuk lebih minat membaca,” ungkapnya.   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis: Siti Ayu Handayani Editor  : Siti Ayu Handayani

Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY