Prenjak
Ilustrasi

Prenjak adalah sebuah film garapan sutradara Wregas Bhanuteja (22) bersama timnya. Sebelum akhirnya didaftarkan pada Festival Semaine de La Critique, film ini hanya digarap dalam waktu singkat. Proses syuting hanya dalam waktu satu minggu dan penyelesaian (editing) dua hari. Semaine de La Critique adalah salah satu festival independen yang didedikasikan pada karya-karya inovatif yang diselenggarakan berbarengan dengan dan bahkan cenderung diintegrasikan dengan Festival Film Internasional Cannes. Tahun ini, panitia menerima 1500 film pendek, kemudian di saring menjadi 10 Finalis dari berbagai negara dan salah satunya film Prenjak. Wregas girang bukan kepalang ketika menerima email yang menyebutkan filmnya masuk menjadi salah satu yang lolos untuk mengikuti festival film tersebut.

Prenjak
Ilustrasi | Sumber : brilio.net
Film yang berlatar belakang tahun 1980-an tersebut menceritakan usaha keras seorang perempuan Jogja untuk membebaskan diri dari belenggu keterbatasan ekonomi, ia mencari uang untuk membiayai hidup keluarganya. “Sebuah film dengan kedalaman puitik yang mengejutkan. Prenjak adalah film yang kelam dan bengal, tentang bagaimana mencari nafkah itu sama harganya dengan sekadar permainan korek api,” puji Charles Tesson, Direktur Artistik. Kisah yang bertumpu pada Diah (Rosa Winenggar) yang dalam putus asa menawarkan kepada Jarwo (Yohanes Budyambara), korek api seharga Rp.10.000 per batang. Lantas Jarwo menolak dengan harga yag tak masuk akal tersebut. Ternyata, ada makna dibalik sebatang korek api tersebut, korek api untuk dinyalakan dan digunakan untuk mengintip vagina si Diah.
Prenjak
Ilustrasi | Sumber : bbc.com
Jumat waktu Cannes, Tim Prenjak  yang datang di Cannes sontak melonjak dan berpelukan ketika pembawa acara mengumumkan kemenangan mereka. “Sungguh tak disangka. Saya merasa ini adalah energi yang sangat besar bagi saya. Saya berharap agar api ini tetap menyala dan ketika saya pulang ke Indonesia, saya akan mulai membuat film lagi dan lagi,” kata Wregas (dikutip dari BBC Indonesia). Prenjak mendapatkan penghargaan terbaik The Leica Cine Discovery Prize Semaine de La Critique Cannes 2016. Ini merupakan kategori tertinggi dari Semaine de La Critique atau Critic’s Week Cannes untuk film pendek. Dalam pemutaran premiere, Prenjak menarik perhatian sekitar 300 penonton yang digelar 15 dan 16 Mei di Theatre Miramar, Cannes, Perancis. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, yang menerima laporan dari delegasi Indonesia, menyambut baik kemenangan ini. “Penghargaan terbaik untuk film pendek Prenjak dari Festival Film Cannes di Perancis ini sangat membanggakan. Selain karena pertama kalinya, Indonesia meraih pernghargaan terbaik kategori ini di Cannes, juga momentumnya bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Semoga ini benar-benar menjadi spirit kebangkitan film dan kreativitas bangsa Indonesia,” kata Mendikbud, Anies Baswedan.   Keep Breathing, Keep Inspiring! Penulis : Andreas Maydian Puspito Editor   : Andreas Maydian Puspito Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook : facebook.com/InspiratorFreak

LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY