Potme Farm, Cara Berkebun Kekinian Untuk Masyarakat Perkotaan

potme farm

Minimnya lahan untuk berkebun atau bercocok tanam di daerah perkotaan, memunculkan tren baru bernama urban farming. Urban farming atau konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan untuk berkebun. Namun tak hanya minimnya lahan untuk berkebun saja, kurangnya waktu dan ingin menerapkan gaya hidup sehat juga menjadi alasan sebagian masyarakat kota memilih urban farming.

Hal inilah yang juga coba dilakukan oleh seorang pemuda asal Bali, I Gde Wikarga dengan menciptakan sebuah produk urban farming bernama Potme Farm. Potme Farm adalah satu paket media yang berisi growing media dan benih tanaman dalam satu pot. Untuk Inspirator yang tinggal di daerah perkotaan, Potme Farm bisa menjadi pilihan yang mudah untuk berkebun.

Ide bisnis Potme Farm berawal dari I Gde Wikarga, sang owner yang ingin berkebun tetapi tidak memiliki lahan dan area kosong kecuali balkon rumahnya. Ia berpikir bagaimana caranya agar balkon rumahnya dibuat lebih hijau dan nyaman dilihat. Akhirnya ide membuat growing kit pun terlintas.

“Saya sebenarnya malas dan tidak suka menanam karena ribet, tetapi saat saya mencoba ternyata saya juga bisa berkebun. Saya pun berpikir bagaimana caranya bisa praktis dan menyenangkan. Saya pun melakukan riset hingga akhirnya terciptalah produk Potme Farm. Saya yang awalnya tidak suka bercocok tanam, akhirnya suka juga.” terangnya saat ditemui Inspirator Freak dalam suatu acara. Ia pun mulai membuat konsep Potme Farm agar lebih menarik, baik dari segi kemasan maupun benih tanam.

potme Farm
I Gde Wikarga, Owner Potme Farm (Foto: Inspirator Freak)

Gde mencoba menawari teman-temannya dan mendapatkan respon yang baik. Respon yang baik inilah, mendorong Gde untuk mengikutsertakan dalam kompetisi yang diadakan Blibli.com, The Big Start. Tak disangka dari sekian banyak peserta, Potme Farm bisa lolos dan masuk kedalam 20 besar.

“Disitulah saya merasa ide saya dihargai dan sampai sekarang saya bekerjasama dengan Blibli.com,” ungkapnya.

Saat ini baru ada enam jenis growing kit mini dan large yang dipasarkan Potme Farm seperti bunga matahari, tomat, timun, cabai, terong dan jamur. Untuk harga, Gde mematok harga yang cukup aman dikantong yakni mulai dari Rp. 25.000 hingga Rp. 50.000.

Bagi pemula, Gde melanjutkan, menanam maupun merawatnya cukup mudah. Growing Kit jenis bunga matahari, tomat, timun, cabai, dan terong, cukup disiram saat pagi dan malam. Berbeda halnya untuk jenis jamur.

potme farm
Growing kit jenis amur yang bisa dibudidayakan di rumah. (Foto: Inspirator Freak)

“Biasanya kan budidaya jamur membutuhkan lahan khusus untuk tumbuh. Untuk jamur jenis ini berbeda dan ada perawatan khusus karena dibudidayakan di rumah. Caranya adalah diletakkan dibawah wastafel atau meja, nanti jamur akan tumbuh dengan sendirinya. Untuk daerah ekstrem keringnya, kita sediakan sprayer agar lembap. Dalam waktu dua minggu jamur kecil akan tumbuh. Untuk satu growing kit jamur, bisa dipanen tiga kali.” jelasnya.

Selain menjadi solusi berkebun untuk masyarakat perkotaan, Gde berharap Potme Farm bisa mengajarkan anak-anak untuk lebih mencintai kegiatan berkebun.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here