Platform Online Untuk Berbagi Solidaritas Lewat Donor Darah

Blood For Life | Sumber : facebook.com/Blood4LifeId

Berbagi dengan sesama tidak hanya bisa dilakukan melalui sumbangan dana, makanan, atau tenaga. Namun juga dengan darah. Setiap 8 detik, ada satu orang yang butuh transfusi darah di Indonesia. Adapun orang yang menderita penyakit thalassemia harus menjalani transfusi darah seumur hidupnya karena hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit thalassemia secara total.

Dikutip dari citypost.id, berdasarkan data Yayasan Thalassemia Indonesia, pada tahun 2016 ada sejumlah 7.238 penderita thalassemia mayor yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini membuat kebutuhan akan pasokan darah juga meningkat.

Banyaknya permintaan kebutuhan darah ini tidak diimbangi dengan ketersediaan darah yang ada di rumah sakit atau Palang Merah Indonesia (PMI), sehingga seringkali orang yang membutuhkan darah dengan segera harus mencari sendiri orang yang bersedia mendonorkan darahnya, seperti lewat broadcast media sosial yang mungkin salah satu dari kita pernah mendengar atau melihatnya.

Oleh karena hal-hal itu, saat ini muncul beberapa komunitas atau platform yang sebagai penghubung antara orang yang ingin mendonorkan darahnya dan orang yang butuh atau sebagai penerima donor darah. Salah satunya adalah RedBlood Indonesia. Komunitas yang telah membuat aplikasi kemanusiaan dengan nama Blood Bank Information System (Bloobis) ini mempermudah proses pencarian donor darah yang butuh sesegera mungkin dengan tersedianya database bank darah.

Dikutip dari republika.co.id, proses transfusi darah dari rumah sakit dan PMI membutuhkan waktu yang tergolong lama.  Karena itu, Leonika Sari Njoto Boedioetomo, Founder RedBlood, mengharapkan lewat aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta rutinitas aktivitas donor darah. Selain itu, lewat aplikasi ini juga bertujuan menghubungkan rumah sakit dan PMI untuk mengetahui bank darah mana yang masih tersedia dan bisa mencari serta memesannya secara online.

Leonika Sari Njoto Boedioetomo | Sumber : theit-girl.com

Leonika mengatakan bahwa tantangan utama dalam menjalankan RedBlood ini adalah meningkatkan jumlah pendonor darah di Indonesia dengan mempromosikan acara donor darah, sehingga siapapun dapat menyumbangkan darahnya kemana saja, baik di universitas, tempat kerja, mall, dan tempat umum lainnya, serta mengurangi jumlah orang yang tidak peduli dan tidak mau untuk mendonorkan darahnya, padahal orang tersebut dalam keadaan sehat.

Karena tujuannya yang sangat mulia ini, RedBlood telah membawa prestasi dengan menerima beberapa penghargaan, salah satunya adalah MITx Global Entrepreneurship Bootcamp dari Massachusetts Institute of Technology sebagai salah satu dari 50 aplikasi yang terpilih dari 54 ribu pendaftar.

Selain RedBlood, juga ada Blood For Life (BFL). Ini merupakan suatu gerakan sosial yang bertujuan sama seperti RedBlood, namun memanfaatkan blog serta jejaring sosial sebagai medianya. BFL ini didirikan oleh Valencia Mieke Randa pada tahun 2009.

Blood For Life | Sumber : facebook.com/Blood4LifeId

Dilansir dari jakartaglobe.id, komunitas ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menghubungkan pasien yang membutuhkan transfusi darah dengan pendonor sukarela melalui media sosial dan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendonor dengan sukarela. Hal ini telah dilakukan melalui aktivitas fundraising serta berbagai event, dimana juga menjual merchandise, terutama bagi mereka yang tidak mampu untuk mendonorkan darahnya.

Kekurangan stok darah di PMI adalah hal yang sering terjadi, sehingga kerabat pasien yang biasanya diminta oleh rumah sakit untuk mendonorkan darahnya. Disanalah BFL bekerja, melalui media virtual Twitter dan Facebook serta layanan hotline. Dari situ, administrator dari BFL akan menerima kebutuhan darah pasien dan membagikannya di sosial media. Kemudian, volunteer yang bersedia akan dihubungi dan mengarahkannya menuju rumah sakit tertentu.

Nah, Inspirator, untuk memperingati Hari Palang Merah Sedunia, yuk bersama-sama kita selamatkan orang-orang yang membutuhkan setetes darah dari kita agar dapat bertahan hidup. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here