Saat ini kita menghadapi tantangan industi yang semakin komplek dan kompetititf.Dalam era Revolusi Industri 4.0 ini, inovasi teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul adalah kunci utama menentukan daya saing bangsa . Revolusi Industri 4.0 merupakan babak baru di era industry yang akan lebih banyak melibatkan teknologi canggih. Revolusi Industri 4.0 antara lain kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), teknologi robotika, realitas nyata (Virtual Reality), mesin cetak 3D.Tantangan revolusi industry ini wajib direspon oleh berbagai pihak secara tepat dan cepat guna meningkatkan daya saing Indonesia di kancah persaingan global. Salah satu langkah berani dilakukan Kemenristekdikti dengan mengadakan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi 2018.

Dari satu sisi lain,dalam satu decade ini startup teknologi menjadi primadona baru di dunia Industri Indonesia. Hampir setiap tahun banyak tumbuh startup dari berbagai bidang teknologi, bahkan mungkin saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan startup. Hal ini penting untuk menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah, karena fenomena munculnya perusahaan rintisan ini diyakini dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa, melalui pembukaan lapangan kerja, pemasukan pajak, transfer teknologi, dan penciptaan inovasi teknologi yang menjawab dan mempermudah berbagai persoalan yang ada di masyarakat.

Dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri 4.0, dan untuk menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengoptimalkan instrument kebijakan program Perusahaan Pemula Berbasis  Teknologi (PPBT), bagi perusahaan rintisan/startup teknologi melalui proses inkubasi oleh Lembaga Inkubator Bisnis.Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Penguatan Inovasi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ini telah berjalan sejak tahun 2015. Pada akhir 2019, diharapkan akan menumbuhkan 1000 (seribu) startup teknologi

Program PPBT merupakan skema pendanaan untuk startup teknologi, Inkubasi bisnis merupakan suatu proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan yang diberikan oleh lembaga incubator kepada tenannya.Oleh karenanya, program PPBT diharapkan mampu untuk meningkatkan daya saing perusahaan pemula berbasis teknologi di Indonesia, sehingga mampu bertahan dan berkembang di pasar domestic ataupun global.

Tahun 2018 ini, Kemenristekdikti melalui Program PPBT ini memberikan pendanaan kepada 144 startup teknologi dari seluruh Indonesia.Program tersebut membekali pendiri startup teknologi dari seluruh Indonesia. Program tersebut membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga dapat meminimalisir kegagalan dan menjadi startup yang berkualitas.

Pada pelaksanaan program tahun ketiga, Kemenristekdikti mendukung pelaksanaan pelatihan PPBT Buisness Camp sebagai salah satu rangkaian kegiatan Program PPBT. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill kepada para pendamping tenan dari inkubator bisnis dan tenannya yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan kedepan. PPBT Business Camp ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari pada tanggal 9 s.d. 13 April 2018 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, diikuti 288 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta ini terdiri dari 144 pendamping inkubator dan 144 tenan yang merupakan penerima pendanaan program PPBT 2018.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi yang mencangkup motivasi berwirausaha, konsep dan praktek inkubator bisnis teknologi bagi pendamping inkubator, pembuatan business plan, strategi  pitching, pemasaran, pengelolaan keuangan , dan kemampuan teknis lainnya untuk menunjang pengembangan bisnis. Diharapkan PPBT Business Camp ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta, yang kemudian dapat menjadi wirausaha berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing.

Pada PPBT 2018 ini, InspiratorFreak berhasil menjadi salah satu perusahaan rintisan yang terpilih dan akan di inkubasi oleh inkubator Skystar Ventures.

Editor : Calvinus Alexander

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@Inspiratorfreak

LEAVE A REPLY