Peringatan! Zat Kimia Berbahaya “Bersembunyi” di Peralatan Dapur Kita

Peralatan dapur seperti teflon dan/atau yang berbahan plastik hampir bisa dipastikan ada di dapur setiap rumah saat ini. Tanpa memungkiri kemudahan dan kepraktisan hidup yang ditawarkan semua peralatan dapur ini, tanpa kita sadari ada kandungan zat kimia berbahaya di bahan pembuatnya.

Apa saja zat kimia berbahaya yang “bersembunyi” di peralatan dapur kita?

Teflon

Senyawa polimer yang merupakan fluoropolimer termoplastik ini diciptakan Roy J. Plunkett di Dupont (El du Pont de Nemours)–perusahaan di Amerika Serikat yang bergerak di sektor material–pada 1938.

Photo credit: Google Internet

Teflon biasa digunakan untuk membuat wajan atau panci antilengket. Penelitian mengklaim teflon terbukti melepaskan paling sedikit enam jenis gas beracun saat dipanaskan dan beberapa di antaranya bersifat karsinogenik.

Phthalates

Zat kimia ini biasa ditemukan di botol plastik. Bahaya zat kimia ini adalah dapat menyebabkan masalah pernapasan, gangguan konsentrasi, dan masalah perkembangan motorik pada anak.

Phthalates dapat membuat plastik menjadi lembut dan fleksibel dan selama bertahun-tahun ini digunakan dalam produksi plastik. Senyawa ini tergolong berbeda jika dibandingkan bahan kimia lain seperti Bisphenol A (BPA) yang ada di plastik. BPA sendiri sudah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika jika digunakan dalam kadar tertentu.

Studi yang dilakukan mendapati bahwa phthalates bisa memengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria. Dalam kadar tertentu, phthalates bisa mengurangi tingkat hormon testosteron pria, selain juga berpotensi memicu penyakit kanker.

Polistirena

Polistirena pertama kali dibuat pada 1839 oleh Eduard Simon, apoteker Jerman. Zat ini sering ditemukan di wadah atau bungkus makanan yang terbuat dari plastik dan styrofoam. Polistirena juga bersifat karsinogen.

Dengan kata lain, jika kamu sering mengonsumsi makanan atau minuman yang dibungkus dengan wadah yang mengandung zat ini, kamu berisiko mengidap kanker. Selain itu, zat ini tidak ramah lingkungan karena butuh waktu lama untuk terurai.

Perfluorinated

Bahan kimia perfluorinated (PFC) digunakan di produk tahan noda, bahan pemadam kebakaran, dan peralatan masak antilengket.

Banyak orang tidak tahu zat PFC yang juga banyak ditemukan di bungkus atau kotak makanan cepat saji ini sejak lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, menurunkan imunitas, dan menyebabkan masalah di sistem reproduksi.

Bromin

Disebut juga Brominated Flame Retardants, bahan kimia ini banyak ditemukan di peralatan dapur (untuk masak maupun makan) yang terbuat dari plastik. Jika terkena panas, bromin akan terurai dan masuk ke tubuh. Efeknya antara lain keguguran atau bayi lahir prematur. Alternatifnya, gunakan peralatan dapur dari bahan stainless steel atau kayu.

Photo credit: Google Internet

Informasi ini jangan sampai mengurangi kecintaan dan keseruan kamu menciptakan kreasi masakan di dapur ya, Inspirator. Simpanlah sebagai pengetahuan dan bahan pertimbangan jika kamu ingin membeli peralatan dapur.

(Dari berbagai sumber)

Keep Breathing, Keep Inspiring!

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here