Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi

Mungkin kalian sudah sering mendengar dua istilah di atas, yaitu high performer dan workaholic. Kedua istilah tersebut sering dikaitkan satu sama lain karena bila dilihat dari luar keduanya memiliki makna yang nampak sama. Namun, sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Itulah yang diungkapkan Jullien Gordon melalui akun LinkedIn-nya. Dia meneliti perbedaan antara high performer dan workaholic. Menurutnya, orang sering salah kaprah karena keduanya “terlihat” sama, sama-sama sibuk dan bekerja keras. Namun, perbedaan yang paling besar adalah bagaimana seorang individu merasakan hubunganya dengan pekerjaanya. Seorang high performer akan bekerja dengan cara yang sehat dan berkelanjutan, sehingga ia akan merasa senang dan terinspirasi. Sebaliknya, workaholic bekerja secara tidak sehat dan tidak dilakukan secara berkelanjutan sehingga individu tersebut cenderung merasa tidak senang. Bagi Inspirator yang selama ini berpikir kalau bekerja itu harus gila gilaan, berikut 6 perbedaan high performer dan workaholic, yang pastinya berguna bagi kalian. Apa saja perbedaannya? Yuk simak, Inspirator 1.Tujuan

Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | Sumber: lsmguide.com
Mungkin di antara kalian sering melihat seseorang yang terlihat sangat sibuk namun tidak ada hasilnya (red-tidak produktif). Nah, bagi seorang workaholic, semakin sibuk maka semakin baik. Bila tidak ada kesibukan, ia malah sibuk mencarinya. Mereka menganggap bila sedang tidak sibuk, itu malah membuat rasa insecure pada dirinya. Berbeda halnya dengan high performer, yang bertujuan pada hasil ketika menjalankan sesuatu. Bila mereka tidak bisa mencapai target di waktu tertentu, maka mereka akan berganti strategi untuk mencapainya. 2. Batas Kemampuan Diri
Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | Sumber: testingmom.com
Menurut Gordon, seorang high performer tahu batas kemampuannya. Mereka tidak segan untuk berhenti mengerjakan sesuatu, bila dirasa cukup baik sesuai dengan kemampuannya. Hal ini disebabkan karena mereka mempunyai definisi tersendiri tentang kesuksesan. Sehingga tidak penting bagi mereka menang satu atau 50 poin, karena menang adalah menang. Strategi mereka adalah untuk menang. Sedangkan seorang workaholic, tidak tahu batas kemampuan mereka dan tidak mempunyai arti dari kesuksesan, sehingga ia akan merasa tidak cukup baik dalam segala hal. Karena itu, mereka selalu merasa serba kurang, entah kurang baik, kurang waktu, kurang persiapan dan bentuk kekurangan lainnya. 3. 100% di Waktu yang Tepat atau 110% Sepanjang Waktu
Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | arjunasolutions.com
Seorang high performer selalu menyiasati waktu mereka, Inspirator. Mereka selalu mencari waktu yang tepat melakukan sesuatu. Di samping itu, mereka juga berusaha mengembangkan dirinya sendiri agar pada waktu yang tepat, mereka dapat memberikan 100% diri mereka. Menurut mereka, pemikiran 110% merupakan sebuah ilusi belaka. Sedangkan workaholic berpikir, mereka harus selalu memberikan yang terbaik sepanjang waktu. Bahkan kalau bisa mereka memberikan 110%. Karena menurut mereka semuanya adalah priotitas dan penting. 4. Evaluasi
Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | Sumber: dursocapital.com
Nah Inspirator, ada lagi nih yang bisa kita contoh dari seorang high performer. Mereka melakukan evaluasi secara periodik terhadap diri mereka sendiri. Hal ini akan berdampak baik, karena mereka bisa dengan cepat memperbaiki diri sendiri sehingga kemampuan mereka akan meningkat. Tidak seperti high performer yang melakukan evaluasi diri sendiri, seorang workaholic cenderung “menunggu” evaluasi eksternal. Entah itu dari teman kerja atau bos mereka sendiri. 5. Proaktif vs Reaktif
Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | Sumber: insight-mea.com
Dalam hal membuat jadwal kegiatan, seorang high performer adalah orang yang proaktif. Mereka cenderung membuat prioritas terhadap pekerjaan penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Saat sudah selesai, mereka baru dapat fokus terhadap kegiatan yang tidak terduga lainnya. Sehingga hal-hal yang tidak terduga seperti ini tidak mengganggu hal yang penting bagi mereka. Sedangkan workaholic adalah orang yang reaktif terhadap suatu hal yang tidak terduga pada hari itu. Misalnya saat e-mail masuk, karena tidak memiliki prioritas, mereka akan mengerjakannya terlebih dahulu, walaupun sebenarnya ia telah diberi tugas lain sebelumnya. Nah, bila hari itu mereka mendapat tugas yang sebenarnya tidak begitu penting, maka mereka akan mengerjakan tugas yang lebih mempunyai “nilai” terlebih dahulu. 6. Prioritas Diri Sendiri
Perbedaan Antara High Performer dan Workaholic
Ilustrasi | Sumber: prioritiesmichigan.org
Seorang high performer selalu menempatkan dirinya sebagai yang utama. Bukan berarti egois loh, Inspirator. Karena dengan begitu, mereka dapat memberikan kualitas yang terbaik untuk orang yang bekerja dengannya. Sedangkan workaholic menempatkan orang lain sebelum diri mereka sendiri. Mereka membuat orang lain sebagai prioritas sedangkan pekerjaan mereka sendiri tidak berjalan baik. Hal itu karena mereka ingin selalu sibuk dan dipandang “berguna”. Padahal waktu dan usahanya dapat digunakan untuk pekerjaan mereka sendiri. Tidak jarang mereka terlihat seperti “keteteran” dalam menjalankan tugas. Sudah saatnya kita beralih dari seorang workaholic menjadi seorang high performer yang pastinya akan mempunyai banyak keuntungan untuk diri kita sendiri. Kunci utamanya adalah prioritaskan hal yang penting, dengan mengatur jadwal untuk bekerja dengan baik. Selalu mengevaluasi diri agar tahu kekurangan diri sendiri dan dapat memperbaikinya sesegera mungkin. Saat bekerja berikan yang terbaik, tapi ingat pula batas kemampuanmu, Inspirator. Dan yang paling penting, libatkan hati saat Inspirator bekerja. Keep Breathing,Keep Inspiring! Penulis : Noviyanti Editor   : Arief Alqori Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook: facebook.com/InspiratorFreak Instagram : @inspirator_freak web : www.inspiratorfreak.com LINE : @inspiratorfreak (menggunakan @)

LEAVE A REPLY