align right
Presiden Jokowi mendapatkan ucapan ulang tahun dari salah satu anggota JKT 48

Sebagian orang pasti sudah tidak asing dengan perayaan tahun baru imlek, namun bagaimana dengan tahun baru Seollal? Baru pertama kali mendengarnya? Penasaran dengan apa sih tahun baru Seollal itu?

Seollal merupakan salah satu hari raya terbesar di Korea, sehingga pada hari raya ini orang Korea mendapatkan libur hingga tiga hari. Tahun ini, hari raya Seollal jatuh pada tanggal 8 Februari 2016.  Pada dasarnya, Seollal memiliki makna yang sama dengan Imlek, yaitu perayaan pergantian tahun baru berdasarkan perhitungan kalender bulan (kalender lunar). Walaupun saat ini masyarakat Korea lebih sering menggunakan kalender masehi di kehidupan sehari-hari, namun kalender lunar masih digunakan untuk menentukan jatuhnya perayaan hari-hari tradisional Korea. Misalnya nih, kalau kamu K-popers atau pecinta drama maupun kebudayaan Korea, pasti pernah mendengar adanya hari raya Chuseok (Hari Thanksgiving ala Korea). Chuseok jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8 pada kalender lunar.

Ada hal yang menarik nih ketika kamu datang merayakan Seollal di KCC kemarin (9/2). Begitu datang, kamu disuguhkan sup setelah melakukan registrasi. Sup itu bernama tteokguk (떡국), yang merupakan salah satu makanan wajib pada hari raya Seollal. Tteokguk berarti sup kue beras. Isi supnya berupa irisan tipis kue beras yang mengembang ketika direbus dalam kuah, kucai, daging sapi, dan juga telur.

Menurut kepercayaan, makan tteokguk pada hari raya Seollal akan menambah satu tahun usia kamu. Eitss, jangan takut dulu. Sup ini tidak berisi cairan yang akan membuat kamu terlihat lebih tua, kok.  Menurut tradisi di Korea, umur kamu bertambah pada pergantian tahun, bukan pada hari ulang tahun. Hari ulang tahun hanya dijadikan seremonial saja. Mereka juga percaya bahwa kamu harus memakan tteokguk dulu untuk bertambah tua satu tahun. Hihi…unik ya?

Tteokguk. Sup ini membuat usia kamu bertambah. Mau? Foto: koreanbapsang.comTteokguk. Sup ini membuat usia kamu bertambah. Mau?

Perayaan tahun baru bisa jadi timing yang pas buat memulai harapan-harapan baru. Tahun baru dirayakan dengan penuh suka cita dan kemeriahan, berharap akan perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam perayaan Seollal kemarin, pihak KCC memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menggantungkan harapan-harapan yang ingin dicapai pada tahun ini di pohon harapan. Kue beras putih yang ada di dalam sup tteokguk pun menjadi simbol harapan agar tahun baru berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Hayoo.. siapa yang punya resolusi untuk lulus kuliah di tahun 2016 ini? Kamu enggak sendirian kok. Beberapa kertas yang digantung di pohon harapan berisi tentang harapan agar diberi kesehatan, jodoh, pekerjaan, dan harapan untuk lulus kuliah, bahkan ada yang berharap bisa nonton konser idola favoritnya. Apapun harapannya asal kamu berusaha keras untuk mencapainya, mudah-mudahan tercapai. Ingatlah bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.

Buat semua yang baca tulisan di foto ini, yuk kita Aamiin-in bareng-bareng harapan Sharen

Pada pagi hari di perayaan Seollal, orang Korea akan berdandan dan mengenakan pakaian tradisional mereka, namanya hanbok. Anggota keluarga juga berkumpul untuk melakukan ritual penghormatan kepada nenek moyang yang sudah meninggal dengan menghidangkan makanan.

Menurut kepercayaan orang Korea, roh para leluhur akan kembali untuk menikmati makanan yang telah disiapkan untuk mereka. Generasi muda juga memberikan penghormatan kepada tetua di keluarga mereka dengan membungkuk sambil mengucapkan “Saehae bok mani badeuseyo”  yang artinya “Selamat tahun baru semoga bahagia selalu”.

Ada lagi nih tradisi di Korea yang bernama Sebaet don,  yakni orang yang lebih tua memberikan angpao pada yang lebih muda. Pada saat semua keluarga berkumpul dalam perayaan ini, mereka akan memainkan permainan tradisional. Beberapa permainan yang diajarkan pada event ini adalah Yutnori yang permainannya mirip dengan monopoli, lalu ada Gonggi nori yang permainannya mirip dengan bekel namun tidak menggunakan bola, serta Paengi yang mirip dengan permainan gasing.

Orang Korea mengenakan Hanbok (pakaian tradisional Korea) sedang mengajarkan permainan YutnoriOrang Korea mengenakan Hanbok (pakaian tradisional Korea) sedang mengajarkan permainan Yutnori

 Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis : Tiwi Endarwati

Editor   : Lydia Kusdyanti Iasya

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY