Pentingnya Menanamkan Sifat Toleransi Pada Anak

toleransi
Ilustrasi: 1.bp.blogspot.com

Indonesia saat ini memiliki masalah yang sangat serius karena ini menyangkut keutuhan Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Kasus yang sangat serius kali ini adalah masalah toleransi. Ada baik nya kita mengenal terlebih dahulu apa itu toleransi?

Kata ‘Toleransi’, menurut UNESCO, merujuk pada sikap terbuka dan menghormati perbedaan yang ada di antara manusia. Awalnya, konsep toleransi digunakan untuk menghargai perbedaan ras dan agama. Namun sekarang penggunaannya meluas pada menghargai gender, orang dengan disabilitas dan perbedaan-perbedaan yang lain.

Selain menghargai perbedaan, toleransi juga bermakna mau belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani perbedaan budaya, menolak steriotipe yang tidak adil, mencari kesamaan dan menciptakan jalinan-jalinan kuat yang baru.

Oleh karena itu sangat penting untuk bagi para orang tua untuk mengajarkan toleransi pada anak. Mengajarkan toleransi menjadi penting bukan saja karena Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam, tetapi anak yang tumbuh menjadi orang dewasa yang terbuka pada perbedaan akan punya kesempatan yang lebih luas dalam pendidikan, karier, dan aspek-aspek kehidupan yang lain.

Mengapa kita perlu menumbuhkan toleransi pada anak-anak?

Ilustrasi: Girlscouts.org

Aksi intoleransi yang semakin nyata telah membuat banyak orang semakin ketakutan dan tidak bahagia. “Pengalaman dan riset pada anak-anak menunjukkan bahwa anak-anak menyadari perbedaan pada orang lain sejak usia dini,“ kata Anne Stonehouse, seorang konsultan anak usia dini dan penulis artikel tentang toleransi pada anak-anak.

Jika anak tak pernah diajarkan untuk bertoleransi, suatu saat ketika ia  telah dewasa, ia tidak menerima keberagaman atau intoleran. Kemampuan mengelola emosi dan diri sendiri yang amat rendah juga bisa menjadi bibit intoleransi. Sering kali kita menghindari tanggung jawab atau perasaan terluka dan kecewa dengan cara menghakimi atau menyalahkan orang lain, sehingga muncul kebencian dan sikap tidak toleran.

Mengajari toleransi bisa dimulai dengan mengajari anak-anak keterampilan untuk mengelola emosi dan diri sendiri, menumbuhkan rasa cinta kasih dan mau memahami orang lain. Toleransi adalah sebuah topik sensitif yang perlu didiskusikan orang tua kepada anak-anak secara terbuka dan jujur.

Bagaimana cara menumbuhkan toleransi pada anak-anak?

Ilustrasi: Scarymommy.com

Orang tua dapat mengajarkan toleransi melalui banyak hal, namun yang terutama adalah menjadi teladan. Mendiskusikan keragaman dan menghargai sesama membuat anak paham tentang nilai toleransi. Beri anak-anak kesempatan langsung untuk bermain dan belajar bersama teman-teman yang beragam. Mereka akan melihat bahwa setiap orang memberi kontribusi yang berarti, serta mengalami sendiri persamaan dan perbedaan di antara mereka.

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Inspirator Freak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here