Relief menjadi bukti peradaban maritim Indonesia zaman dulu

Selain sebagai negara kepulauan, Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim. Pertama, Indonesia memiliki garis pantai terbesar kedua di dunia (95.181 km). Kedua, dua pertiga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah laut (luas: 5,8 juta per km2). Selaras dengan poin diatas, dalam pemerintahan awal Jokowi-JK terdapat keinginan untuk mewujudkan kembali Trisakti. Apa itu Trisakti? yaitu sebuah gagasan yang disampaikan oleh Bung Karno tentang prinsip kemandirian berbangsa dan bernegara. Lalu, apa saja isinya? Yuk disimak!

1. Kedaulatan dalam Politik

Kedaulatan dalam Politik
Sumber: herlinnairine.wordpress.com
Tujuannya adalah membangun kembali Indonesia sebagai negara maritim dunia, implementasi kedaulatan politik, pertahanan dan keamanan. Kondisi geografis Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara tetangga (India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini) membutuhkan penjagaan teritorial yang ketat agar hal seperti pengklaiman pulau terluar dan wilayah perbatasan tidak terulang. Melalui alur laut kepulauan Indonesia (ALKI), Indonesia menjadi sangat rentan terhadap berbagai upaya pelemahan kedaulatan NKRI, seperti illegal fishing, human trafficking, perdagangan narkotika, dan penguasaan sumber daya laut oleh pihak asing. Nah, maka dari itu negara harus hadir dan siaga di wilayah kelautan nasional.

2. Kemandirian dalam Ekonomi

Kedaulatan Ekonomi Laut NKRI
Sumber: doney21.blogspot.com
Dengan kekayaan seperti flora dan fauna, minyak dan gas serta budaya dan tradisi unik di pesisir, ekonomi maritim Indonesia ternyata sangat potensial. Namun, penguasaan negara atas kekayaan tersebut sangatlah minim. Dalam hulu produksi minyak berdasarkan data dari Kementerian ESDM (2009), pertamina hanya menguasai produksi 13,8 persen, sedangkan 86,2 persen dikuasai oleh korporasi asing. Padahal, data menyebutkan bahwa potensi kemaritiman nasional jika dikelola dengan benar bisa mencapai Rp. 15.600 triliun per tahunnya. Wow! Melalui konsep tol laut, pemerintahan Jokowi-JK mencoba membangun konektivitas antarpulau di Indonesia sebagai perwujudan dari penyatuan gerak ekonomi guna mengurangi disparitas harga barang.

3. Berkepribadian dalam Kebudayaan

Berkepribadian dalam Kebudayaan Indonesia
Sumber: lisagopar.com
Perkembangan budaya maritim membentuk peradaban bangsa yang maju di zamannya. Kilasan sejarah memberi gambaran betapa kerajaan-kerajaan di nusantara dulu mampu menyatukan berbagai wilayah dan disegani bangsa lain karena kehebatan armada lautnya. Namun, peradaban laut kian surut seiring dengan datangnya bangsa-bangsa dari utara seperti Portugis dan Belanda. Sejak itulah kita mengenal istilah “memunggungi laut” sehingga pembangunan kala itu lebih berorientasi ke darat. Hal ini kemudian dikembalikan di era Soekarno dengan menasionalkan seluruh pelabuhan dan transportasi milik Belanda. Oleh karena itu, kita berharap pemerintahan Jokowi-JK bisa mengembalikan keunggulan kebudayaan maritim Indonesia lewat janjinya yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Mari kita dukung semangat “Trisakti” untuk Indonesia yang lebih jaya dan makmur. Sumber: www.berdikarionline.com

Keep Breathing, Keep Inspiring!

Penulis: Lisa Angelia Editor: Nindya Kharisma Cahyaningtyas   Inspirator Freak Twitter: @InspiratorFreak Facebook: facebook.com/InspiratorFreak

LINE: @inspiratorfreak (menggunakan @)
SHARE
Previous articleHadapi MEA, Bangun Relasi Sampai ke Harvard
Next articleMemiliki Peran Strategis, Mahasiswa Akan Diedukasi Paham Pajak

LEAVE A REPLY