Penasaran Dengan Kisah Sukses Go-Jek? Berikut Perjalanannya!

Kisah Sukses Go-Jek | Foto: https://fahryabdullah.wordpress.com/
Kisah Sukses Go-Jek | Foto: https://fahryabdullah.wordpress.com/

Ketika bicara mengenai transportasi daring, pasti Inspirator sudah sangat akrab dengan Go-Jek. Go-Jek telah mempermudah generasi zaman sekarang dalam banyak hal. Hanya dengan menggunakan aplikasi di ponsel pintar, tunggu sebentar, ojek online akan menghampiri dan mengantar Inspirator ke tujuan. Mau makan? Tinggal pesan lewat layanan Go-Food. Tidak ada waktu untuk membersihkan rumah? Panggil saja Go-Clean! Selain itu, masih ada pula Go-Mart, Go-Pulsa, Go-Send, Go-Shop, hingga Go-Auto yang siap hadir membantu apa pun kebutuhan Inspirator. Bukan hanya warga biasa, Nadiem Makarim, CEO Go-Jek, ternyata juga pernah lho menggunakan layanan Go-Jek. Inspirator bisa baca kejadiannya di sini.

Penasaran dengan kisah sukses Go-Jek?

Image result for nadiem makarim gojek
Nadiem Makarim | Foto: https://www.forbes.com/

Percakapan dengan pengemudi ojek langganannya-lah yang mendorong Nadiem menciptakan inovasi Go-Jek supaya orang bisa dengan mudah mendapatkan ojek di mana pun mereka berada sehingga tidak harus berjalan ke pangkalan ojek. Pelanggan memiliki jaminan keamanan karena ada sistem yang jelas. Di sisi lain, tukang ojek juga bisa dengan cepat mendapatkan pelanggan tanpa harus lama menunggu dan bisa menggunakan waktunya secara efektif. Kebetulan, ide ini sejalan dengan tugas kuliahnya ketika mengambil gelar master di Harvard Business School, setelah dia lulus sarjana di International Relations di Brown University, Amerika Serikat. Nadiem juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics.

Nadiem Makarim pernah bekerja sebagai Management Consultant di McKinsey & Company selama tiga tahun. Setelah itu, dia bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Editor Zalora dan Chief Innovation Officer Kartuku. Selama bekerja, dia pelan-pelan merintis Go-Jek, lalu memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ketika usianya 27 tahun pada 2011. Sejak itu, dia mulai fokus mengelola bisnis jasa berbasis aplikasi yang mengandalkan teknologi ini.

Pada awalnya, dia hanya memiliki sepuluh karyawan dan dua puluh tukang ojek. Baik pelanggan maupun tukang ojek masih menggunakan sistem manual, yaitu pesanan masih diterima melalui SMS dan telepon. Pelan tapi pasti, inovasi Go-Jek mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat dan terus berkembang. Go-Jek berkembang semakin pesat setelah meluncurkan aplikasi di smartphone pada awal 2015.

Related image
Foto: https://klikecoracing.biz/

Menurut Kompas.com, pada akhir 2017, layanan Go-Jek digunakan secara aktif oleh lima belas juta orang setiap minggunya dengan 900.000 mitra pengemudi Go-Jek. Setiap bulannya, ada lebih dari seratus juta transaksi dari berbagai layanan yang ditawarkan Go-Jek. Saat ini, Go-Jek mampu bersaing dengan Grab sebagai layanan transportasi berbasis daring di Indonesia.

Ke depannya, Nadiem Makarim siap membawa Go-Jek menjadi lebih besar dengan memfasilitasi pelanggan membayar secara online, yaitu melalui Go-Pay, maupun secara offline. Nadiem Makarim adalah sosok sukses yang membantu memperbaiki kehidupan masyarakat. Kurang lebih, beginilah ekspresi pelanggan dan driver Go-Jek: sama-sama untung, sama-sama bahagia.

Related image
Foto: https://twitter.com/authy

Kalau Inspirator, sudah siapkah kamu menginspirasi orang lain? Kamu bisa meniru apa yang diusahakan Heni Sri Sundari, atau mengikuti jejak Dian Pelangi. Semoga kelak kamu juga menggenggam kesuksesan, ya!

Keep Breathing, Keep Inspiring!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here